Terjebak Pernikahan (1)

Terjebak Pernikahan (1)
Ketahuan Aziz


__ADS_3

Sejak pulang dari restoran Nurmansyah menjadi tidak tenang apalagi mengingat kedekatan Carissa dan Nadirah. Nurmansyah menjadi lebih banyak diam dan termenung yang membuat Seshil heran. Apa yang dipikirkan Nurmansyah, apa yang membuat Nurmansyah mengabaikannya ya?


“ Kamu kenapa mas? Tumben banyak diam, biasanya juga tidak pernah diam.” Nurmansyah menoleh dan tersenyum menatap seshil.


“ Mas tidak apapa kok, mas cuma sakit kepala saja sayang.” Seshil mulai memijat kepala suaminya dengan penuh perhatian. Seshil lalu tersenyum manis dan mulai mengeluarkan suara manjanya.


“ Kamu tidak apa apakan mas? Aku mau beli tas branded terbaru, sepatu baru dan jam tangan baru, boleh kan?" Seshil tersenyum penuh kemenangan melihat Nurmansyah yanng mengangguk tanda tidak mempermasalahkan.


“ Tidak dong sayang, kamu bisa membeli apapun yang kamu mau dengan uangku. Uangku kan uangmu juga." Seshil semakin berbinar-binar. Tidak salah dia meninggalkan Ben, sekarang dia bisa belanja apapaun sesuka hatinya. Setelah agak lama dipijat, Nurmansyah segara bagun dan berjalan meninggalkan Seshil.


“Sayang aku berangkat dulu ada pekerjaan di kantor. Itu kartu kredit ada di kamar, kamu bias belanja sepuasmu." Seshil tersenyum gembira, seshil menghampiri Nurmansyah dan menghujami Nurmansyah dengan ciumannya. Nurmansyah mengajak zein untuk menemuinya di perusahaan, biar pembicaraan mereka menjadi enak dan lebih aman tanpa ada yang mencuri dengar.


Zein tersenyum manis sekaligus mengeringai setelah mendapat telepon yang masuk dari Nurmansyah. Pria itu memasuki kamarnya dan memilih pakaian yang biasa digunakan untuk menemui Nurmansyah. Zein menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang tinggi. Sampai di perusahaan Nurmansyah, Zein keluar dari mobil dan langsung diantar ke ruangan Nurmansyah oleh sekuriti yang masih berjaga.


“Sore om, ada apa nih yang penting sampai om mengajak saya untuk bertemu?" Nurmansyah menyalami zein dan minum untuk menyegarkan tenggorokannya.


“Begini, kok kamu sudah lama tidak mengabarkan perkembangan Aaron? Terus gimana hasinya dari ngikutin Carissa?” Zein tersenyum kemudian menatap Nurmansyah serius.


“Carissa semakin cantik, eh maksud aku makin dekat dengan Aaron dan dia sudah baikan dengan Nadirah.” Nurmansayah tersenyum dan sedikit menyipit menatap Zein.


“Ingat yah posisi kamu untuk ngikutin Carissa kamu tidak boleh jatuh cinta sama dia, dia itu calon istriku yang tertuinda kalau kamu lupa.” Zein mengangguk dan menyeringai.


“ Tapi bukankah bos sudah menikah? Kenapa masih menahan carisssa? Bos juga tidak merestui pernikahan Aaron dan Carissa kan?” Nurmansyah berdehem sebentar.


“Namanya dendam tetaplah dendam, Carissa harus membayar mahal dong untuk semua yang di lakukannya padaku." Zein hanya menyeringai.


“Kabar baiknya sekarang adalah anak anda, Aaron mulai terlunta-lunta, Aaron berada diambang kebangkrutan.” Nurmansyah tersenyum senang menyodorkan gelas untuk melakukan tos.

__ADS_1


“Serius?" Zein mengangguk mantap, tanpa keraguan sedikitpun.


“Sebentar lagi Carissa akan meninggalknnya. Biar tahu rasa anak itu.” Nurmansyah tersenyuam memikirkan itu semua itu.


“Sebagai gantinya karena aku senang kita akan pesta semalaman ini." Zein mengucapkan terimakasih.


“Kita pesta disini ? tidak ke klub?” Nurmansyah menggeleng.


“Aku belum mau mencoreng nama baikku, aku akan menelpon teman-teman ku agar datang ke sini.” Zein senang-senang saja. Zein yang sangat tahan alcohol menyeringai senang melihat bos dan kawan-kawannya yang mulai teler, pria itu tersenyum menyeringai, ada misi lain yang harus dilakukannya. Zein meninggalkan pria-pria yang sudah mabuk itu untuk menjalankan misinya.


Di rumahnya Nadirah menunggu kedatangan Aaron dan Carissa yang tidak kunjung pulang. Gadis itu dengan hati-hati akhirnya berhasil meninggalkan rumah Aaron, Ben mengajaknya ke kelab malam. Nadirah berpakaian sangat terbuka dan hanya ditutup oleh blazer. Gadis itu tidak menyadari jika ada seseorang yang mengikutinya. Nadirah yang masuk ke dalam kelab malam menutup telinga mendengar music yang berdentuman keras memenuhi kepalanya. Kalau bukan karena Ben yang mengajaknya ke sini Nadirah tidak akan mau menginjakkan kakinya ditempat ini. Nadirah menjadi lega ketika melihat Ben berada di depannya, gadis itu segera menghampiri Ben dan ikut duduk.


“ Ben, jadi apa yang ingin kamu katakan?” Nadirah merasa risih melihat pria-pia yang menatapnya lapar.


“Kamu jangan terburu-buru, kamu minum dulu Nad,” Nadirah menggeleng.


“Aku cuma mau minta maaf sama kamu karena sudah putusin kamu padahal kamu kan memang yang terbaik buat aku. Seshil cuma manfaatin aku dan sekarang sudah meninggalkan aku." Ben meremas rambutnya, Nadirah hanya mendengarkan menungggu ben selesai cerita.


“ Kamu mau gak balikan dengan aku?” Nadirah diam dan terlihat menerawang. Seenak jidatnya Ben memutuskan dirinya setelah dicampakkan Seshil dia minta balikan. Nadirah malas untuk mempertimbangkan tawaran pria itu, gadis itu akhirnya terdiam.


"Kamu tidak jawab sekarang juga tidak apa-apa, kamu temanin aku saja sekarang ada teman aku yang ulang tahun di atas." Ben menatap penuh harap pada Nadirah. Nadirah menjadi tidak enak untuk menolak pria itu.


"Boleh deh, kalau temanin kamu tapi kalau untuk pertanyaan kamu, aku belum bisa jawab." Ben mengangguk dan menggenggam tangan Nadirah menuju private room yang disewa oleh teman-temannya.


"Cewek baru lo?" Ben menggeleng.


"Cewek gue yang lama, dia baru juga gue ajak ke tempat ini jadi baru mengenal lo semua." Nadirah tersenyum kikuk menatap mereka. Teman-teman Ben semua terlihat menyeramkan dimatanya.

__ADS_1


"Bisa gue coba?" Bagas bertanya dan tersenyum nakal menatap Nadirah.


"Lo jangan macam-macam ya! dia itu cewek gue." Ben menatap Bagas sengit.


"Santai saja bro, semua cewek juga lo bilang cewek lo kalau lo ketemu kita." Nadirah mengangkat bahu, semua cewek? itu artinya Ben sering mengajak cewek lain ketika bertemu dengan teman-temannya. Ada sedikit rasa perih yang menyelusup dalam hati Nadirah. Ben ternyata tidak pernah benar-benar mencintainya.


"Lo jangan sembarangan ngomongnya." Ben menunjuk wajah Bagas yang malah membuat Bagas menyeringai.


Nadirah hanya memerhatikan mereka tanpa bersuara sedikit pun. Teman-temannya yang lain mulai meleraikan mereka. Kemudian acara di mulai dengan memberikan kejutan pada Kenzo yang berulang tahun, Nadirah hanya tersenyum dan ikut menyanyikan lagu ulang tahun. Gadis itu tidak mengerti dengan acara teman-teman Ben yang ada disekitarnya ini. Nadirah memainkan handphonenya karena mulai merasa bosan, Nadirah menggelengkan kepalanya jika diajak minum. Gadis itu merasa salah tempat, tapi tidak enak mau meninggalkan Ben dan teman-temannya.


" Cepat kabur, polisi ada di bawah." Kenzo dan yang lain berebutan keluar, Nadirah tidak mengerti kenapa sampai ada polisi. Nadirah tidak melihat Ben, gadis itu berusaha keluar dan bersyukur ketika merasakan ada seseorang yang menariknya keluar. Nadirah pucat ketika menyadari siapa yang menariknya tadi, itu asisten abangnya. Nadirah merasa sudah bernapas membayangkan jika dirinya akan dilaporkan pada abangnya.


"A,, abang, tangan Nadirah sakit," Aziz menghempaskan tangan Nadirah dan menatap Nadirah tajam.


"Mau aku laporin ke Tuan Aaron?" Nadirah menggeleng.


"angan dong, aku kan cuma datang karena ulang tahun." Nadirah menatap cemas pada Aziz.


"Iya, tapi polisi tidak mau tahu itu. Kamu kuliah tapi bodoh banget." Nadirah merasa tersinggung.


"Abang jangan melunak, abangkan cuma asisten bang Aaron saja." Aziz menyeringai.


"Aku cuma asisten saja, sebagai asisten yang baik aku akan melaporkan semuanya pada Tuan Aaron." Nadirah menatap Aziz yang mulai menjauh. Gadis itu berlari mengejar Aziz, akan berbahaya buat Nadirah jika Aaron tahu.


"Abang, jangan main lapor sama bang Aaron. Aku kan tidak macam-macam, masa Abang tega." Nadirah menatap Aziz dengan wajah yang dimanis-maniskan.


"Aku tidak akan lapor, sana! Aku mau balik." Aziz segera memutari mobilnya dan masuk, Nadirah ikut masuk ke dalam mobil Aziz.

__ADS_1


"Aku numpang Bang!" Aziz hanya mengangguk tanpa berbicara sepanjang jalan pada Nadirah.


*****


__ADS_2