
Mohon dengan sangat jangan lupa tekan like biar author makin semangat untuk update,
๐๐๐๐๐๐๐๐๐
Carissa menangis sesenggukan sepanjang jalan, gadis itu memukul-mukul dadanya dengan keras. Kenapa sampai sesakit ini? Aaron juga kelihatan terluka, mereka sama-sama terluka. Mengapa mereka tidak saling merengkuh untuk mengobati luka mereka? Sangat jelas tidak ada yang bahagia dengan kejadian ini. Carissa semakin meraung-raung mengeluarkan kesakitan yang ada di dalam hatinya. Carissa menepikan mobilnya di jalan yang sunyi, gadis itu menangis sepuasnya.
Kenapa mencintai sesakit ini? Kenapa pada saat dirinya merasakan bahagia bersama Aaron banyak masalah yang datang? Carissa tidak mengerti apa salahnya? Padahal selama ini dirinya tidak pernah mendzolimi orang lain. Apa salahnya Tuhan? Apa dosanya, kenapa sekarang rasanya sesulit ini? Carissa bukan perebut, Aaron yang menariknya dalam pernikahan ini. Tapi mengapa dia juga merasakan kepedihan ini? Carissa menangis sepuasnya mengeluarkan beban yang ada dijatinay. Setelah puas menangis Carissa menjalankan mobilnya dengan pelan menyusuri jalan yang mengarahkan dirinya ke rumah Dewi. Hanya di rumah gadis itu tempatnya untuk kembali sekarang.
Pergilah sayang, bahagialah! Kebahagiaan macam apa yang dimaksud Aaron? Bukankah perpisahan ini menyakiti mereka berdua? Seperti apa kebahagiaan yang dimaksud pria itu? Apakah berpisah dengannya adalah kebahagiaan? Apakah terpisah dari dirinya Aaron anggap sebuah kebahagiaan? Carissa kembali mengeluarkan air mata.
Carissa bukan gadis yang penuh pengalaman dalam percintaan. Sejak SMA dirinya hanya dekat dengan pria tidak sampai pacaran atau melakukan hal yang lainnya. Apalagi setelah kuliah, Carissa tidak pernah kepikiran untuk menjalin hubungan percintaan. Dirinya sangat fokus pada kuliahnya sehingga tidak pernah terpikirkan untuk memiliki pacar.
Sejak menikah dengan Aaron Carissa tidak pernah terlintas jika dirinya akan jatuh cinta pada pria itu, Carissa membiarkan semuanya mengalir apa adanya. Tapi sekarang, Carissa menyadari mungkin ini yang dinamakan cinta. Sangat terasa sakitnya ketika dirinya menjauh dan harus pergi dari hidup Aaron. Tetapi, apakah cinta seperti itu? Apakah cinta harus melepaskan? Bukankan cinta yang mempersatukan insan-insan di dunia ini? Carissa menangis, ternyata percintaan tidak seindah dram Korea yang ditontonnya, tidak seindah kisah novel romantis yang dibaca dinovel atau platform.
__ADS_1
Carissa kembali mengelap ingusnya yang keluar karena dirinya menangis sangat kama. Sekarang suaranya menjadi parau, dan matanya mulai membengkak. Matanya pasti akan lebih sipit besok paginya. Sekuat apapaun Carissa merapatkan doa agar berhenti memikirkan Aaron tapi yang terjadi justru sebaliknya. Aaron kembali hadir dalam pikirannya, bukan sendiri pria itu hadir bersama kenangan-kenangan mereka yang terjadi beberapa waktu yang lalu sebelum ada badai yang berarti dalam rumah tangga mereka. Memang terkadang keindahan dan kebahagiaan harus diterima menjadi kenangan.
Ah, kenapa semuanya berakhir seperti ini. Aaron yang tidak ingin ditinggalkan olehnya, yang berjanji untuk selalu sama-sama dengannya kini membiarkan dirinya pergi. Cinta ternyata punya sisi pahit yang mengalahkan pahitnya empedu. Ataukah yang terjadi pada dirinya hari ini adalah karma? Karena sejak awal Aaron adalah milik Fani seperti yang dikatakan Rega dan Nurmansyah, Aaron punya janji dengan Fani. Janji apa yang membuat Aaron terikat pada Fani? Janji apa yang membuat Aaron sampai menjadikan dirinya seperti pelarian pria itu.
Carissa tidak mengerti dan mungkin tidak akan pernah mengerti. Kenapa harus seperti ini? Aaron juga tidak sepenuhnya jujur padanya, pria itu banyak menyembunyikan hal-hal lain dari hidupnya tanpa memberitahukan Carissa. Seperti ketika pulang dikampung oma, ternyata pria itu punya mantan kekasih disana. Carissa tidak mengerti, apa yang didapatkan Aaron dengan kebohongan yang dilakukan pada dirinya? Apa mungkin Aaron tidak pernah menganggapnya penting, sedikitpun?
Seperti yang dikatakan Nurmansyah, Aaron sudah menghancurkan papanya. Jadi sudah saatnya pria itu untuk melepaskan dirinya. Mungkin itu yang dilakukan Aaron sekarang, melepaskan Carissa. Tapi mengingat kelembutan-kelembutan, kebaikan-kebaikan pria itu Carissa kembali diam dan hatinya menjadi adem. Bukankah ketika kita kesal pada seseorang karena satu kesalahannya, maka ingatlah seribu kebaikannya?
Carissa meraba lehernya, gadis itu menggenggam erat kalung yang ada dilehernya. Disentuhnya dengan pelan sepenuh hati, Carissa menggenggam kalung itu hati-hati seakan kalung itu akan hancur dengan sentuhannya. Satu-satunya barang pemberian Aaron yang mempunyai kenangan yang manis, kenangan mereka malam itu di taman belakang rumahnya. Senyum pria itu dan ciuman pria itu, bukan hal yang indah untuk Carissa lupakan. Bahkan hangatnya senyuman dan ciuman itu masih terasa jejaknya.
Fani, Carissa seketika teringat gadis itu. Gadis yang didengarnya sangat dekat dengan Aaron. Carissa tersenyum tipis karena dirinya belum bertemu secara langsung dengan gadis itu, yang pasti Carissa yakin gadis itu pasti sangat spesial untuk Aaron. Carissa tersenyum sedih, jika dirinya yang tidak spesial merasakan sakit berpisah dengan Aaron lalu bagaimana dengan Fani? Bukankah gadis itu pasti ratusan kali lebih sakit hati daripada sakit hati yang dialami dirinya sekarang?
Apalagi Aaron tidak menepati janjinya pada gadis itu, pasti Fani jauh lebih sakit dibandingkan dengan dirinya. Carissa kembali merasakan perih menghujam hatinya, membuatnya kembali meneteskan air mata. Carissa benci jika dia yang menjadi penghalang, Carissa benci fakta itu. Menapa dia yang harus menjadi orang ketiganya, tapi bukan cuma dirinya. Aaron! Aaron yang mengajak dirinya untuk menikah bisik Carissa menguatkan dirinya.
__ADS_1
Carissa bernapas lega ketika memasuki gerbang rumah Dewi. Carissa masuk rumah dengan muka yang sembab membuat Dewi yang membuka pintu membulatkan mata, gadis itu segera menarik Carissa kepelukannya dalam hati Dewi bertanya-tanya apa yang membuat Carissa sampai seperti ini. Carissa masih sesenggukan, Dewi memapah gadis itu menuju sofa. Dewi mengambilkan air putih untuk Carissa yang masih sesenggukan.
"Sakit banget Wi, sakit banget. Aaron sudah menyuruh aku untuk pergi dari hidup dia. Ini lebih sakit dari aku kehilangan papa dan mama, hiks hiks hiks." Carissa kembali sesenggukan setelah menerima air minum yang diberikan oleh Dewi. Dewi hanya mendengarkan gadis itu, Carissa akhirnya tertidur setelah lama menangis.
Carissa terbangun sore harinya, gadis itu segera masuk ke dalam kamar untuk mandi dan bersih-bersih. Dewi mungkin pergi keluar, karena tidak ada gadis itu di rumah ini. Selesai mandi Carissa segera mengganti pakaian dan menyisir rambutnya, Carissa menatap nanar bayangannya uang terlihqt kacau. Matanya sangat bengkak sekarang, merasa cukup Carissa beranjak dari meja riasnya. Carissa tersenyum getir melihat foto Aaron yang menjadi wallpaper ponselnya. Jari-jari cantiknya membuka galeri untuk mengganti wallpaper itu, tapi Carissa menggelengkan kepalanya mengurungkan niatnya.
Arlan tersenyum melihat Dewi yang menghampirinya. Gadis itu terlihat sangat cantik sore ini. Dewi segera merentangkan tangannya, Arlan membawa gadis itu dalam pelukannya. Arlan memberikan ciuman pada ubun-ubun gadis itu.
โBagaimana keadaan Carissa sekarang?โ Dewi mengangkat bahu, dan tersenyum menatap Arlan.
โNangis bombay dia siang tadi, tadi aku tinggal dia masih tidur.โ Arlan menyimak sambil menggandeng kekasihnya itu menuju tempat duduk.
โJadi gimana sayang? Apa yang dikatakan Ben?โ Arlan menyesap lemon tea miliknya, kemudian menatap Dewi serius.
__ADS_1
โDari pengakuannya, dia ada dirumah sakit pas hari kemarin. Nggak ada yang aneh sih dari Ben.โ Dewi mengangguk, gadis itu mengeluarkan laptopnya mengerjakan sesuatu.
โTerus bagaimana Carissa selanjutnya?โ Arlan mengendikkan bahunya, karena hanya Carissa yang mampu untuk menjawabnya. Melihat Arlan yang tidak bersuara, Dewi kembali melanjutkan pekerjaannya.