
Menghilangkan kecanggungannya yang terjadi diantara mereka, Aaron segera keluar dari kamarnya. Pria itu menuju ruang kerjanya menemui para pelayan yang telah berkumpul menanti kedatangannya. Aaron akan memberikan beberapa aturan baru bagi pelayannya di rumah ini. Semua pelayan menahan napas melihat kedatangan tuan Aaron, Aaron menatap para pelayan itu dengan dingin.
" Kejadian hari ini, ini yang terakhir kalinya. Siapapun yang mengusik aku dan istriku harus kalian lawan. Siapapun dia!" Aaron berbicara dengan tegas, pria itu menatap pelayannya satu persatu. Tidak ada yang berani bertentangan mata dengan Aaron.
" Perlakukan Carissa seperti kalian memperlakukan diriku, jangan membiarkan istriku mengerjakan apa yang menjadi pekerjaan kalian. Paham?" Aaron berbicara sambil mengelilingi pelayannya, mengeluarkan suara yang sarat akan ketegasan dan tak terbantahkan.
"Paham tuan" jawab para pelayan serentak.
" Ingat yang saya butuhkan adalah loyalitas. Tidak ada maaf untuk sebuah penghianatan! Paham?" Aaron masih mengawasi para pelayan dihadapannya ini.
"Paham tuan." Aaron mengangguk mendengar jawaban para pelayannya. Pria itu membubarkan para pelayannya terkecuali kepala pelayan, Bibi Sitti.
"Bi, laporkan semua yang dilakukan istriku tanpa ada yang terlupa." Bibi Sitti menganggukkan kepalanya.
" Jangan biarkan istriku untuk menerima tamu, Bibi tahu kan papa tidak akan diam setelah insiden siang tadi." Bibi Sitti mengangguk paham akan perintah tuan mudanya.
" Pergilah, ingat semua pesanku, Bi." Aaron mengingatkan sekali lagi.
"Baik tuan." Bi Sitti menghilang dibalik pintu.
Aziz dan Aaron yang tersisa dalam ruangan itu membahas semua pekerjaan mereka dan beberapa hal yang harus mereka persiapkan. Kedua pria tersebut bekerja sampai larut malam.
******
Nurmansyah membanting semua barang yang ada di ruang kerjanya, pria itu sangat geram mendengar informasi dari anak buahnya mengenai saham perusahaannya yang sangat anjlok. Nurmansyah tahu ini pasti perbuatan Aaron, anak itu benar-benar tidak main-main sekarang.
aaron benar-benar keterlaluan, Nurmansyah akan menghancurkan anaknya itu, bagaimana pun caranya dia akan membalas perbuatan Aaron.
Nurmansyah stress memikirkan istrinya yang kini mau bercerai darinya. Istrinya benar-benar acuh padanya. Bahkan, istrinya tidak lagi menjadi tameng untuk dirinya ketika Aaron melawannya. Belum cukup sampai disitu, kini wanita-wanita yang selalu menemaninya ke luar kota mulai meninggalkannya akibat kebangkrutan yang mengancamnya karena ulah anak sialan itu.
__ADS_1
Nurmansyah menghisap rokoknya, menyesapinya secara pelan-pelan mencari inspirasi untuk menghancurkan anaknya dan gadis yang menjadi menantunya itu. Beberapa menit tenggelam bersama rokok pria itu tersenyum licik.
Tik!
Nurmansyah menjentikkan jarinya, pria itu tertawa keras. Suara tawanya menggelegar dan membahana dalam ruangan itu. Wanita, dia akan menghancurkan anaknya itu dengan wanita. Pria tua itu teringat seseorang. Sasha. Sasha merupakan keponakannya sangat tergila-gila pada Aaron. Nurmansyah tersenyum licik, jika tidak memiliki Carissa sebagai istrinya, maka Aaron juga tidak bisa memilikinya. Nurmansyah tersenyum licik memikirkan rencananya. nurmansyah lalu mengirim pesan yang meminta keponakannya itu untuk bertemu dengan dirinya.
Dikamarnya, Aisyah menangis mengingat semua kenangannya selama mengarungi biduk rumah tangga bersama Nurmansyah. Banyak kesakitan yang diberikan oleh suaminya, namun dia selalu menutup mata dan hatinya atas kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh suaminya. Bukan sekali dua kali, banyak perempuan-perempuan yang datang mencacinya karena perilaku bejat suaminya, Aisyah selalu dibilang tidak becus mengurus suaminya. Aisyah memilih bertahan karena memikirkan nasib dua anaknya, juga karena ada harapan jika suaminya akan berubah menjadi lebih baik suatau hari nanti.
Akan tetapi, sekarang anak anaknya sudah dewasa, apalagi putranya sudah tidak lagi mentolerir perbuatan buruk suaminya. Mungkin ini adalah titik terberat dari hidup Aisyah, dirinya akan melepaskan suaminya biarlah dirinya mencari kebahagiaan yang lain di sepanjang sisa umurnya. sekarang yang menjadi kekhawatirannya adalah Nadirah, putrinya akan sulit menerima kenyataan ini. Mengingat gadis itu tidak tahu kelakuan buruk papanya karena Aaron membungkam semua berita tentang kebusukan papanya, pria itu tidak mau membuat adiknya sedih. Mungkin ini keputusan terbaik untuk mereka berdua sehingga nurmansyah bebas untuk melakukan semua hal yang diinginkannya. Aisyah mengelap bulir-bulir air mata yang mulai turun dari matanya.
Di lain tempat sasha sangat senang mendapatkan chat yang isinya ajakan untuk menemui pamannya, gadis itu terkikik geli mengingat kemungkinan pamannya itu telah memberi restu untuk mendekati putranya. Sasha tersenyum senang karena ketika dirinya belajar melupakan Aaron, dunia memberikannya kesempatan untuk mendekati Aaron. Semoga, perkiraannya tidak salah. Sasha bersiap untuk menemui pamannya, sasha tidak sabar menjemput bola yang datang padanya.
Nurmansyah sudah menunggu di kafe dekat kantornya, pria itu akan memanfaatkan cinta yang dimiliki oleh Sasha untuk menghancurkan anaknya. Nurmansyah memesan kopi terbaik yang ada di kafe ini untuk merayakan, pembukaan misinya menghancurkan Aaron. Sasha yang tiba di restoran yang ditentukan oleh pamannya. segera mencari keberadaan pamannya. Sasha langsung menghampiri nurmansyah ketika , matanya telah menangkap keberadaan pamannya.
"Jadi ada informasi apa paman, sampai mengajak aku ketemuan?" Sasha terlihat tidak sabaran. Nurmansyah tersenyum kemudian menyeruput kopinya.
Sasha makan sangat cepat, gadis itu tidak sabar dengan dua informasi yang diberikan pamannya. Nurmansyah terkekeh melihat sasha yng terburu-buru, pria itu mengelap mulutnya dengan perlahan. Nurmansyah sangat senang melihat sikap tidak sabaran milik ponakannya.
" Mau dimulai dari beritra yang mana?" Pria tua itu tersenyum, Sasha mendengus kesal pria tua ini terlalu berputar-putar.
" Terserah paman, saja deh." Sasha mengangkat bahu, malas.
"Aaron sudah menikah." Sasha menyemburkan minumannya dan mengenai wajah Nurmansyah.
Nurmansyah mengelap wajahnya dengan sedikit jijik. Jika tidak mengingat misinya Nurmansyah akan meninggalkan gadis itu, karena sudah membuatnya lesal.
"Kok paman tidak batalkan sih, atau memberitahu Sasha?" Gadis itu menatap pamannya dengan kesal. Nurmansyah tetap tersenyum tenang.
"Paman juga tidak tahu, pernikahannya mendadak. Kamu tidak usah kaget kamu kan bisam rebut Aaron dari perempuan yang menjadi istrinya itu." Nurmansyah tersenyummeyakinkan sasha, Sasha jadi berbinar-binar.
__ADS_1
"Iya juga sih. Tapi bagimana caranya?” Sasha mengaduk-aduk minumannya sambil menatap Nurmansyah.
"Kamu tinggal saja dirumahnya, mumpung orang tua kamu lagi keluar negeri.” Sasha tersenyum senang dengan ide cemerlang niurmansuyah, gadis itu langsung memeluk pamannya.
"Aaaaaaa makasih, paman pintar banget, Sasha suka.” Sasha bersuara dengan manja, Nurmansyah bergidik ngeri mendengarnya, kalau bukan karena dendamnya pada aaron tidak rela dia mempunyai menantu seperti ini.
Usai berterimakasih Sasha langsung meninggalkan Nurmansyah di restoran itu. Nurmansyah tersenyum menatap kepergian Sasha, Nurmansyah menghembuskan asap rokoknya. Tinggal menyusun langkah selanjutnya lagi untuk melawan putranya itu.
Sasha tidak sabar untuk mendekati Aaron lagi segera memebereskan barang-barangnya yang aka dibawa ke rumah aaron seperti yang direncanakannya. Sasha segera menghubungi Lisa sahabatnya untuk datang ke rumahnya.
“ Lisa, gue senang banget. Asli senang banget.” Lisa yang baru masuk ke dalam rumah Sasha menatap Sasha penuh tanda Tanya.
“ Lo dapat undian? Atau lagi banyak pemasukan ya?” Sasha menggeleng dan menatap lisa tersenyum.
“ Gue dapat restu untuk bersama Aaron, bagaimana tidak senang, kan lo tahu sendiri gue dari dulu sudah sayang banget sama Aaron. ” Lisa memeutar bola matanya.
“Kok bisa? Bukaannnya Aaron anti banget ya sama lo?” sasha tersenyum.
“Itu bukan masalah, gue akan membuat Aaron jatuh cinta sama gue.” Lisa menstap sasha horror.
“Lo yakin?” Sasha mengangguk dan mulai mencerittakan semua yang dialaminya hari ini mulai dari ajakan ketemuan dari Nurmansyah sampai pada rencana untuk merebut Aaron.
“Gue tidak melarang lo, cuma ngapain sih lo harus merusak rumah tanggga orang lain. Masih banyak kok cowok yang bisa memberikan kamu cinta yang tulus.” Sasha menatap Lisa cemberut.
“Lo jangan gitu dong, gue kan cuma ingin berbagi kebahagiaan dengan lo. Bukan mau diceramahin.” Lisa mengangguk.
“ Terserah lo, tapi gue harap lo tidak melakukan ini, Sha.” Sasha kembali cemberut.
Lisa menarik napasnya dan menatap sasha tenang, semoga nanti lo akan sadar Sha, jika lo bukan yang tepat buat Aaron dan lo tidak perlu mengejar-ngejar cinta Aaron lagi.
__ADS_1