Terjebak Pesona Naura

Terjebak Pesona Naura
AJAKAN JALAN BARENG


__ADS_3

Naura hendak menghentikan Dion dan menyusulnya tapi ditahan oleh Reyhan. Naura merasa kesal dengan Reyhan.


"Dia butuh waktu untuk sendiri" ucap Reyhan memegang tangan Naura


Naura menghempaskan tangan Reyhan dan menatap Reyhan dengan penuh ke kesalan.


"Mending Bapak berhenti deh main Drama sama saya !" ucap Naura tegas


Reyhan menyunggingkan senyumnya.


"Bukannya kamu sendiri yang memintaku membuktikan kalau aku benar-benar menyukaimu, Naura ?"


Naura teringat perkataannya tempo hari ia merasa bodoh pada dirinya sendiri, kenapa ia memberikan peluang pada Reyhan untuk mendekatinya.


Naura mendudukkan dirinya di kursi.


"Kenapa Om Arya dan Ayah lama sekali" ucap Naura


"Mereka itu sudah lama tidak bertemu, mungkin mereka sedang melepas rindu" jawab Reyhan santai dan Naura meliriknya.


"Kenapa Bapak enggak cerita kalau Ayahku berteman dekat dengan Papanya Bapak"


"Bapak lagi !"


"Tolong panggil aku Mas"


Naura menghembuskan nafasnya.


"Kita tidak sedekat itu Pak Reyhan !"


"Baiklah akan ku buat kau dekat denganku dan tak mau jauh dariku" ucap Reyhan


Naura benar-benar malas meladeni Reyhan. Rasanya ia ingin cepat-cepat pergi dari tempatnya jika tidak memikirkan Ayahnya yang masih ada di atas gedung restoran.


"Naura, apa kau sibuk besok ?" tanya Reyhan


"Tidak" jawab Naura singkat


Naura menghembuskan nafasnya pelan, saat ini mungkin sedikit menahan egonya untuk Reyhan agar tidak emosi menghadapinya.


"Benarkah ? Bisakah kita pergi berdua besok ?"


"Kemana ?" jawab Naura menoleh ke arah Reyhan


"Aku ingin mengajakmu pergi jalan-jalan"

__ADS_1


"Bukannya besok hari kerja ya, bukan hari libur"


"Aku seorang CEO Naura, tak masuk kerja sehari tidak akan ada yang marah"


"Saya mikir-mikir dulu ya Pak"


"Bapak lagi"


"Iya saya pikir-pikir dulu" ulang Naura


"Kenapa dipikirin dulu, langsung saja jawab Iya" jawab Reyhan kesal


"Saya enggak berani jalan sama orang yang baru saya kenal" jawab Naura


"Tapi kita sudah pernah jalan berdua"


"Iya karena saya terpaksa"


"Sama saja"


Naura menjadi kesal karena Reyhan tak mau mengalah sedikitpun berbicara dengannya.


"Terserah Bapak deh"


"Panggil saya Mas" ucap Reyhan lagi


"Saya enggak bisa manggil dengan sebutan Mas" jawab Naura memelas


"Oke kamu boleh panggil dengan sebutan lain kecuali Bapak"


"Hhmm...baiklah Kak Reyhan" jawab Naura ketus


"Kakak ?" tanya Reyhan


Naura menganggukkan kepalanya baginya itu adalah panggilan yang tepat untuk Reyhan.


"Oke, kamu boleh panggil aku Kakak. Kak Rey" "Aku minta maff Naura, kalau sikap dan perbuatanku membuatmu kesal" ucap Reyhan lagi


"Seharusnya Kak Rey juga minta maff dengan Dion" jawab Naura pelan


"Iya aku akan minta maff padanya, besok dia akan pergi"


"Apa Kak Rey menyayangi Dion ?" tanya Naura


"Maksudmu ?"

__ADS_1


"Aku ngerasa kalau Kak Rey tidak memiliki hubungan yang baik padanya"


"Kau benar" jawab Reyhan


"Apa karena dia hanya saudara tiri ?" jawab Naura


"Bukan"


"Lalu ?"


Belum sempat Naura bertanya lagi tiba-tiba Papa Arya dan Pak Baskoro datang.


"Akan ku ceritakan besok jika kau mau pergi denganku" ucap Reyhan


"Tapi..."


"Jawab Iya kalau kau mau tau ceritaku dengan Dion" ucap Reyhan memancing Naura agar ia bisa pergi berdua.


Naura menimbang-nimbang dan akhirnya menyetujui tawaran Reyhan.


"Oke Kak Rey" Naura menjawab dan menganggukkan kepalanya.


"Yes..akhirnya bisa jalan berdua" batin Reyhan sambil tersenyum senang.


"Kemana Dion ?" tanya Papa Arya


"Dion ada urusan jadi pulang duluan Pa" ucap Reyhan berbohong


"Urusan apa ?"


Reyhan hanya mengangkat bahunya tak tahu sedangkan Naura hanya bisa diam membisu ingin bicara namun ia takut salah.


"Arya sepertinya kami pamit pulang karena ini sudah agak malam" Ucap Baskoro


"Ah Iya ya, aku mengerti. Lain waktu kita tidak perlu mengajak anak-anak kita untuk bertemu supaya kita bisa bebas akan waktu" jawab Papa Arya


"Semoga kau selalu sehat di Jerman, jangan lupa hubungi aku jika kau pulang lagi ke Indonesia"


"Tentu saja" Jawab Papa Arya disertai dengan senyuman


Papa Arya dan Pak Baskoro berpelukan sebelum pamit pergi begitu juga Naura ia mencium tangan Papa Arya. Setelah kepergian Baskoro dan Naura, kini Papa Arya menatap Reyhan.


"Kau apakan adikmu ?" ucap Papa Arya pada Reyhan


"Tidak, aku tidak melakukan apapun. Aku mau pulang, jika Papa masih ingin disini silahkan" Reyhan pergi berjalan duluan meninggalkan Papa Arya. Papa Arya hanya menggelengkan kepalanya karena merasa diacuhkan.

__ADS_1


__ADS_2