
Zidan dan Riska saat ini sedang berada dikediaman Reyhan. Zidan menatap mantan Bos sekaligus sahabatnya itu seperti kurang istirahat, wajahnya nampak tak segar belum lagi telah nampak lingkaran hitam disekitar matanya.
"Kau kenapa Rey ?" Zidan bingung dengan wajah Reyhan sedangkan Naura dan Riska tengah asyik mengobrol sambil mengajak Baby Al bermain.
"Kau juga akan merasakannya jika punya anak nanti" jawab Reyhan ketus.
"Oh..." Zidan membulatkan bibirnya. "Rey, Dion sudah menceritakan tentang Pratama padaku"
Reyhan menoleh ke arah istrinya yang masih asyik ngobrol dengan Riska sesekali mereka tertawa. Reyhan kemudian mengajak Zidan ke ruang kerjanya.
"Ada apa sebenarnya Rey ?" tanya Zidan saat mereka sudah diruang kerja.
"Kau tahu ternyata ada orang yang sengaja mencelakai Naura, dan Pratama tahu siapa orang itu. Dion bilang pelakunya adalah wanita, dia menyukaiku tapi tak tahu siapa dia" Reyhan menghembuskan nafasnya kasar sudah 1 minggu ia menahan Pratama tapi Pratama tidak mau memberi tahu siapa pelakunya.
"Pratama tidak mau memberitahu siapa wanita itu, Dion bilang wanita itu pernah berhubungan dengan Pratama bahkan Dion sempat mendengar mereka sedang bercinta"
Zidan membulatkan matanya ia selama ini tahu siapa Pratama dan wanita yang dimaksud Reyhan pastilah Sabrina. Berulang kali Zidan mencoba menasehati Sabrina agar menghapus perasaannya pada Reyhan, tapi semua sia-sia Sabrina sudah terobsesi pada Reyhan.
__ADS_1
"Katakan Zid, apa kau tahu sesuatu ?" tanya Reyhan pada Zidan penuh harap.
Zidan menghembuskan nafasnya kasar kemudian mengisi air minum digelasnya dan meminumnya sampai habis. Mungkin saatnya Reyhan tahu tantang Sabrina.
"Rey...setelah apa yang akan ku ceritakan apakah kau akan membenci wanita itu ?"
Reyhan mengernyitkan dahinya, membenci ? jelas saja ia sangat membenci orang yang sudah berani mencelakai istrinya.
"Katakanlah" ucap Reyhan tegas.
"Hei jangan bertele-tele katakan siapa wanita itu ?"
Zidan memejamkan matanya dan mengatakannya meski berat hati, satu nama yang mampu membuat Reyhan tak percaya mendenharnya "Sabrina".
"Apa !" Reyhan terkejut bukan main, Sabrina kenapa harus wanita itu sahabat mereka.
"Rey, lebih baik kita selesaikan masalah ini secara baik-baik. Dia terlalu terobsesi padamu Rey, dulu dia sempat mengikhlaskanmu saat bersama Sofia. Namun ketika melihat Naura, entah kenapa ia semakin ingin memilikimu lagi"
__ADS_1
Reyhan terduduk dikursi sofa tak mampu berbicara apapun lagi.
"Demi Tuhan Rey, aku tak mau menutup-nutupi semuanya padamu. Dulu aku sangat ingin menceritakan perasaan Sabrina padamu, namun sayang kau sudah bersama Sofia. Aku selalu menasehati Sabrina untuk mengikhlaskanmu, dan dia menerima dengan lapang dada."
"Tapi saat ini aku tak mampu lagi mencegah Sabrina, ia menjadi liar bahkan menjadi partner ranjang Tuan Pratama untuk melampiaskan amarahnya karena kau memilih menikah lagi dengan Naura."
"Aku yakin ini semua perbuatan Sabrina, semuanya aku serahkan padamu Rey keputusan ada ditanganmu"
Zidan menceritakan panjang lebar pada Reyhan. Mata Reyhan memerah rahangnya mengeras ia membenci sahabatnya itu, Sabrina kenapa ia tega ingin menghancurkan keluarganya.
Reyhan mengambil hp dari saku celananya dan menghubungi seseorang. Kali ini tak mau Sabrina terus menjadi duri dalam pernikahannya bersama Naura.
"Bawa dia satukan dengan Pratama !" ucap Reyhan memberi perintah kepada anak buahnya untuk membawa Sabrina dan mengurungnya bersama Pratama.
"Rey..." Lirih Zidan, ia tahu pasti Reyhan akan menghukum Sabrina tanpa mengenal lagi kalau mereka adalah seorang sahabat.
"Terimakasih atas informasinya Zid, aku akan mengurus Sabrina dengan caraku sendiri" jawab Reyhan saat ini ia ingin mendengar langsung dari Sabrina apakah benar Sabrina pelakunya. Reyhan tak sabar menunggu malam hari karena ia ingin cepat menemui Sabrina.
__ADS_1