Terjebak Pesona Naura

Terjebak Pesona Naura
Alvaro Pratama


__ADS_3

Sepulang dari rumah Naura, Reyhan kesal bukan main. Apalagi wajahnya kini tak menampakkan keceriaan sama sekali, seperti sebelumnya.


"Kau kenapa Rey ?" tanya Papa Arya yang merasa aneh dengan Reyhan.


Reyhan merebahkan dirinya kesofa secara kasar.


"Papa bilang dong sama Om Baskoro, ini itu zaman moderen bukan zaman dulu lagi" omel Reyhan.


"Memangnya ada apa ?"


"Masa aku tidak boleh bertemu dengan Naura"


Papa Arya menahan tawanya ia tahu apa yang dimaksud dengan Reyhan.


"Kamu seperti tidak pernah menikah saja Rey" jawab Papa Arya sambil meminum kopinya.


"Bedalah Pa, dulu aku menikah dengan Sofia tidak ada acara dipingit-pingit" oceh Reyhan.


"Rey...Papa mau menikah lagi" ucap Papa Arya pada Reyhan. Reyhan yang sedang menyesap kopi pun sontak menyemburkan kopinya diatas meja.


'Byur'


"Apa Pa !" Reyhan terkejut bukan main.


"Tenang dulu, dengarkan Papa"


"Ingat umur Pa" potong Reyhan.


Papa Arya menghela nafasnya ia sudah tahu pasti Reyhan akan melarangnya untuk menikah lagi. Bagaimana mau mendapatkan izin pada Reyhan sedangkan baru bicara niatnya saja Reyhan sudah tidak setuju.

__ADS_1


Reyhan bangkit dari duduknya dan menatap Papa Arya.


"Aku tidak mengizinkan Papa menikah lagi, apalagi dengan sekretaris Papa itu. Umurnya hanya beda 3 tahun dariku, apa kata orang nanti. Ingat umur Papa sudah tua lebih baik Papa menghabiskan masa tua dengan melihat anak dan cucu Papa" omel Reyhan.


"Apa maksudmu Rey, sekretaris Papa ? Jangan gila kamu, Papa masih waras tidak mungkin Papa menikahi Fira"


"Ah sudahlah pokoknya Rey tidak setuju Papa menikah lagi, titik !" Reyhan pergi menuju kamarnya di lantai atas dan meninggalkan Papanya yang terbengong.


************************


Naura merebahkan dirinya di atas ranjang dan memandangi langit-langit dikamarnya ia membayangkan sebentar lagi dirinya akan menikah dengan Reyhan. Memikirkan itu ia jadi senyum-senyum sendiri. Tak lama ia teringat akan Riska, ia kemudian menghubungi Riska melalui panggilan Video.


"Cie...calon pengantin" ledek Riska


"Apaan sih....eh bajunya muat kan ?"


"Bawa pacar Lo ya, pokoknya titik !"


"Iya kalo dianya mau"


"Eh Ra, Lo mau denger cerita gue gak ?"


"Apaan ?" Naura penasaran.


"Asissten calon Laki Lo waktu itu ngungkapin perasaannya ke Gue, gila kan"


"What !" Naura terkejut.


"Beneran Ra, tapi Gue bilang aja udah punya pacar, terus gue tinggalin tuh dia sendirian"

__ADS_1


"Lo tega banget sih, Ka."


"Gue bukannya tega Ra, tapi Gue enggak mau nyakitin perasaan Dimas"


"Iya, iya gue ngerti. Semoga Kak Zidan cepet move On dari Lo Ka"


Begitulah kira-kira percakapan antara Naura dan Riska. Tak berselang lama keduanya mengakhiri panggilan dan Naura kembali menatap langit-langit kamarnya sambil memejamkan matanya menjemput mimpinya.


Pagi hari semua orang sibuk dengan kesibukannya masing-masing, Naura dan Dion pergi ke kampus bersama tentu sudah lebih dahulu izin dengan Reyhan yang overprotektif.


Saat dihalaman parkir kampus semua mata mahasiswa memandang Naura dan Dion dan berbisik-bisik ada hubungan apa antara keduanya karena begitu akrab, sampai harus satu mobil.


Naura dan Dion berjalan ke lantai atas menuju ruang kelasnya. Saat diperjalanan ke kelas, Naura dan Dion dihadang oleh kakak tingkat yang begitu familiar siapa lagi kalau bukan idola kampus Alvaro.


Dion yang melihatnya menjadi tidak suka. Dengan gerakan cepat ia menggenggam cepat tangan Naura dan menautkan jari jemarinya.


"Hai Naura..." sapa Alvaro dengan seringai diwajahnya.


"Mau apa Lo ?" sarkas Dion.


"Gue enggak ada urusan sama Lo, tapi sama Naura !"


"Jangan gangguin adik gue !"


"Hah, adik ?" Varo menatap Naura dan Dion secara bergantian ia kemudian tersenyum melihat keduanya.


"Karena Lo udah tahu gue sama Naura saudaraan jadi Lo ingetin baik-baik omongan Gue, jangan pernah Lo deketin apalagi ganggu Adek Gue" Dion dan Naura kemudian maju meninggalkan Varo ditempatnya. Sedangkan Varo merasa kesal dengan Dion, lagi-lagi dia gagal mendekati Naura kemarin penghalangnya adalah Reyhan dan sekarang muncul Dion. Tapi Varo orang yang tidak patah semangat untuk mendekati Naura, ia akan menggunakan berbagai macam cara untuk mendapatkan Naura.


"Tunggulah saat nanti Naura, kau akan jadi milikku" batin Varo menggebu.

__ADS_1


__ADS_2