Terjebak Pesona Naura

Terjebak Pesona Naura
RENCANA JAHAT


__ADS_3

Naura saat ini sedang berjalan keluar area kampus ia hendak menyebrang jalan kerena ingin memfotokopi tugas kelompok bersama kedua temannya.


Saat ia telah berada ditoko atk dan mendapatkan fotokopian tugasnya. Ia teringat tasnya tertinggal dikelasnya.


"Gue ke kelas dulu ya gaes" ucap Naura pada kedua temannya yang masih antri mendapatkan fotokopian mereka.


"Hati-hati ya Bumil" balas teman-teman Naura.


Naura menyebrang jalan yang cukup sepi lalu lalang kendaraan. Namun tanpa ia sadari ada motor yang melaju dengan kencang. Motor yang dikendarai oleh dua orang pemuda dengan memakai pakaian seba hitam dan masker.


"Aaaaa..." teriak Naura.


Pengendara motor itu dengan sengaja menabrak Naura, dan Naura yang tak sempat mengelakpun menjadi korban tabrak lari.


Kedua teman Naura menjerit histeris melihat kejadian itu, begitupun Riska yang baru saja keluar gerbang kampus dan menyaksikan adegan itu ia langsung saja berlari mendekati sabahabatnya dengan detak jantung tak beraturan dan tubuh yang gemetar.


"Naura !" teriak Riska memegang tubuh Naura yang bersimbah darah, namun masih sadar.


"Ri..ri..ska" ucap Naura dengan suara yang tersendat-sendat.

__ADS_1


"Kamu tahan ya Ra, please..siapapun tolong.." ucap Riska menangis dan berteriak pada orang-orang yang berkerumun kearah mereka.


Dengan cepat mobil ambulance kampus keluar dari gerbang kampus, dan membawa Naura ke rumah sakit. Dalam perjalanan Riska terus mengenggam tangan sahabatnya itu sambil menangis dengan tubuh yang gemetar. Naura saat ini sudah tak sadarkan diri. Dokter dan tim kesehatan kampus yang ikut berada di dalam mobil ambulance pun berusaha melakukan pertolongan pertama agar darah yang mengalir di kepala Naura terhenti.


"Da..darah Dok !" ucap Riska melihat dipangkal paha Naura yang mengalir deras.


"Dia pendarahan !" ucap Dokter


"Hubungi suaminya, cepat ! sampai dirumah sakit nanti ia harus mendapatkan tindakan operasi !"


Dengan tangan gemetar dan air mata terus mengalir dipipinya Naura meraih hp di dalam tasnya. Ia mencoba menelfon Reyhan, namun sayangnya tak mendapatkan jawaban sama sekali.


Riska pun beralih menelfon Zidan karena ia tahu Zidan pasti selalu bersama Reyhan, tapi sayangnya Riska belum tahu kalau Zidan sudah berhenti bekerja dengan Reyhan. Dan saat dihubungipun ponsel Zidan sedang tidak aktif.


Ia pun kemudian menghubungi Dion saat telfon diangkat. Riska menceritakan kondisi Naura, sontak Dion terkejut bukan main.


Dion segera menuju ruangan rapat yang sedang berlangsung tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Saat ini Dion menjadi Asissten Reyhan menganggantikan posisi Zidan.

__ADS_1


"Kak Rey" seru Dion saat Reyhan tengah berbicara menerangkan rapat yang ia pimpin saat ini.


"Ayo Kak kita kerumah sakit, Naura kecelakaan !" ucap Dion panik


Reyhan membulatkan dan berdiri dari duduknya merasa syok mendapat kabar mengejutkan dari Dion.


Reyhan dan Dion kemudian bergegas meninggalkan ruang rapat dan rapat seketika menjadi buyar.


Saat semua karyawan keluar dari ruangan rapat. Tinggallah Sabrina seorang diri diruang itu. Dengan ekspresi tak tahu apapa-apa terlihat santai bahkan mendapatkan kabar mengejutkan kalau istri pimpinan perusahaan mengalami kecelakaan pun ia tak merasa kasihan sama sekali.


Ia meraih benda pipih diatas meja, kemudian menghubungi seseorang setelah memastikan kondisi ruangan sepi tak ada satu orang pun di dalamnya.


"Kerja bagus, aku transfer sisa uangnya saat ini juga" Sabrina tersenyum mengembang kala tahu pekerjaan yang diperintahkan kepada dua preman yang ia suruh melakukan tugasnya dengan baik.


Sabrina bergegas meninggalkan ruangan rapat dan masuk ke dalam ruangannya bekerja seperti biasanya. Saat ini adalah pura-pura tidak tahu dan sedikit menghindar dari Reyhan akan lebih baik, supaya tidak ada yang tahu siapa pelaku sesungguhnya yang telah melukai Naura.


Sabrina menatap foto didalam laci kerjanya yang menampakkan foto berdua dirinya dan Reyhan. Ralat, bukan berdua tapi bertiga bersama Zidan. Ia menyobekkan gambar Zidan disebelahnya.


Cinta telah membutakan mata dan hati Sabrina, saat ini ia menginginkan Reyhan membalas cintanya saat Naura telah tiada.

__ADS_1


"Sebentar lagi kau akan menjadi milikku, Rey" ucap Sabrina mengelus wajah Reyhan didalam foto.


__ADS_2