
FLASH BACK
Reyhan saat ini tengah duduk dikursi samping ranjang istrinya. Ia terus mengenggenggam tangan istrinya itu, dan tak lupa selelu berdoa supaya istrinya segera bangun dari komanya.
Dion yang datang membawa paperbag berisi makanan untuk Reyhan. Karena Dion tahu sejak semalam Kakaknya itu belum makan sama sekali. Ia khawatir Reyhan akan jatuh sakit.
"Kak Rey, ayo makan dulu. Aku sudah membawakan makanan kesukaan Kakak" bujuk Dion pada Reyhan.
"Aku tidak lapar" jawab Reyhan tanpa memandang Dion. Tatapannya terus tertuju pada wajah pucat istrinya.
"Ayolah Kak, makanlah sedikit. Kalau Kakak tidak makan nanti Kakak akan sakit, siapa yang akan menjaga anak dan istri Kakak" Dion terus membujuk kakaknya agar mau menuruti dirinya.
Reyhan terdiam benar apa yang dikatakan oleh Dion jika ia juga lemah siapa yang akan menjaga anak dan istrinya. Saat ini mereka adalah tanggung jawabnya. Ia tak boleh sampai sakit, ia harus kuat demi anak dan istrinya yang sangat membutuhkan dirinya.
Dion menyerahkan kotak makanan pada Reyhan, dan Reyhan menyambutnya. Reyhan makan walaupun ia sama sekali tak bernafsu untuk makan. Ia memaksakan makanan itu masuk ke dalam mulutnya satu sendok dan seterusnya sampai habis tak tersisa.
Dion tersenyum senang karena Reyhan mau makan dan menghabiskan makanan yang sudah ia bawa.
1 Minggu kemudian
Tiga hari berlalu Naura belum juga sadar dari komanya, Reyhan sangat cemas dengan kondisi istrinya yang belum juga sadar dari komanya. Selama 1 minggu ini ia tak pernah sedikitpun beranjak dari ruang rawat inap istrinya. Ia menunggu dan merawat istrinya dengan telaten. Bahkan perawat yang mau membersihkan tubuh istrinya pun tak diperbolehkan oleh Reyhan. Hanya Reyhan yang akan membersihkan tubuh istrinya itu 2 kali sehari pagi dan sore hari.
Kondisi kesehatan anak Reyhan yang sampai sekarang belum diberi nama itu pun baik-baik saja. Ia adalah bayi yang sangat kuat.
"Bangunlah sayang...apa kau tak kasihan padaku pada anak kita, dia sangat membutuhkanmu" ucap Reyhan menitihkan air matanya, sudah satu minggu ini tak ada perubahan pada diri Naura. Tanpa Reyhan ketahui jari tangan istrinya itu sudah bergerak walaupun hanya sebentar.
.......
Di perusahaan Wijaya Corp Dion saat ini yang menganggantikan posisi Reyhan menjadi seorang CEO sedang berbicara dengan seorang detektif untuk mencari tahu siapa yang sudah mencelakai saudarinya, Naura.
"Tidak ada informasi satupun bahkan CCTV dan pelakunya pun tak dapat dikenali oleh orang yang melihat kejadian itu" ucap salah satu detektif pada Dion.
__ADS_1
Dion menghembuskan nafasnya kasar, sangat sulit mencari pelakunya.
"Tuan Dion, apakah Nyonya Naura atau Tuan Reyhan memiliki musuh ?"
Dion kemudian terfikirkan akan Alvaro namun tak mungkin Alvaro yang melakukannya karena Alvaro sendiri sudah masuk rumah sakit jiwa.
"Tidak" Dion tak mungkin menceritakan masalah Alvaro ia tak mau siapapun tahu tentang kasus Alvaro yang sudah berani berencana melecehkan Naura. Namun tak lama ia terfikirkan akan Ayah Alvaro, apakah Ayah Alvaro ikut terlibat. Karena Reyhan menarik seluruh saham perusahaan padanya dan mengakibatkan Ayah Alvaro mengalami kebangkrutan.
Saat kedua detektif pergi meninggalkan ruangan Dion. Dion segera menuju kediaman Pratama ia hanya menduga saja siapa tahu ia pelakunya. Dengan semangat empat lima ia menuju rumah Pratama.
Sampai dihalaman rumah Pratama tidak ada satpam yang menjaga, rumah itu tampak tak terurus. Rumput liar tumbuh memenuhi taman depan rumah, bahkan tak ada satupun kendaraan digarasi. Dion melihat pintu yang tak terkunci dan agak sedikit terbuka. Ia menyelinap secara diam-diam. Melihat sekeliling rumah yang begitu banyak debu dimana-mana.
Samar-samar ia mendengar suara orang sedang bercinta di dalam kamar atas. Ia mencoba melihat ke lantai atas sampai didepan pintu kamar.
Suara de.sehan itu kemudian menjadi suara keributan yang membuat Dion mengernyit heran. Namun ia tetap berada di depan pintu mendengarkan percakapan orang di dalamnya.
"Kita sudah tidak ada hubungan apapun lagi Mr. Pratama !" ucap Sabrina dengan angkuhnya.
"Kau jangan sombong wanita licik, setelah kau mengambil hartaku secara diam-diam. Kau pikir aku tak tahu itu !" Pratama menatap tajam Sabrina.
"Dasar wanita Ja.lang" teriak Pratama
"Hei dengarkan aku, aku butuh uang berikan padaku, atau..."
"Atau apa ?!" ucap Sabrina cepat.
Pratama mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan foto serta video panas mereka sedang bercinta.
Sabrina membulatkan matanya, kenapa ada foto-foto mereka dan Video mereka.
"Akan ku sebarkan foto dan video kita ini, dan kau sudah ku pastikan akan tak diakui oleh keluargamu lagi terlebih lelaki yang sangat kau cintai itu...siapa namanya..heem.." Pratama berekspresi seperti mencoba mengingat-ingat sesuatu padahal ia tahu siapa lelaki itu, dia adalah Reyhan orang yang sudah menghancurkan dirinya.
__ADS_1
"Bahkan kau sampai mencoba membunuh istrinya" ucap Pratama dengan lantang.
Sabrina terperanjat kaget dari mana ia tahu kalau ia sudah mencelakai istri Reyhan.
Dion yang mendengar itu juga terkejut ternyata benar dugaannya tak sia-sia ia datang kemari. Ia mendapatkan informasi begitupun seorang pelaku yang sudah mencoba membunuh Naura.
Dion ragu-ragu ingin masuk ke dalam kamar, ia tahu akan sangat beresiko belum lagi ia tak tahu siapa wanita itu dia adalah pelaku pertama yang mencoba membunuh Naura.
Dion mengurungkan niatnya kemudian berbalik, saat akan berjalan tanpa senagaja ia menyenggol hiasan diatas meja hingga menimbulkan suara barang terjatuh. Dion membulatkan matanya dengan cepat ia berlari meninggalkan kediaman Pratama dan masuk ke dalam mobil dan pergi dari rumah Pratama.
Sabrina yang sempat mendengar suara itu, ia mencoba keluar dari kamar namun tak dapat dibuka karena pintu sudah dikunci oleh Pratama.
"Buka pintunya, berengsek !" teriak Sabrina
"Kenapa ? kita belum selesai bercinta, kau lihat sendiri milikku belum tidur dengan nyenyak" ucap Pratama dengan polosnya menunjuk miliknya yang tidak memakai satu helai benangpun.
"Suara apa diluar tadi, jangan-jangan ada orang yang datang" ucap Sabrina memucat.
Pratam tertawa terbahak-bahak tak mungkin baginya ada orang yang datang kerumahnya, paling hanyalah kucing peliharaannya yang menjatuhkan sesuatu.
Pratama menarik Sabrina dan menggendong Sabrina walaupun Sabrina memberontak namun kekuatan Sabrina tak sebanding dengan tubuh kekar Pratama.
Pratama kembali melakukan penyatuan pada Sabrina yang sudah membuatnya candu dengan aroma tubuh Sabrina.
"Kau tidak memakai pengaman !" Sabrina tersentak mengingat percintaannya barusan bukan bercinta tapi diperkosa oleh Pratama. Dan kini Pratama melakukannya lagi dengannya tanpa pengaman juga.
Pratama menyeringai ia akan membalas Sabrina dengan menghamilinya, dengan begitu ia akan terus mengikat Sabrina dan menuruti semua keinginannya.
"Hentikan ! kau bisa menghamiliku !" teriak Sabrina
"Biar saja kau hamil, dengan begitu kita akan menikah dan aku tidak akan hidup susah lagi. Aku tahu siapa kau sebenarnya, hanya karena cinta kau jadi buta." ucap Pratama yang tahu siapa sebenarnya Sabrina, adalah anak pengusaha sukses di London.
__ADS_1
"Aaarrgghhh" Pratama mengeluarkannya di dalam hingga Sabrina pingsan tak sadarkan diri.
"Sebentar lagi kau pasti hamil dan aku akan menjadi orang kaya kembali" ucap Pratama dengan bangga melihat Sabrina yang sudah tak sadarkan diri.