
Naura kini memasuki gedung perusahaan Wijaya Corp. Ia menenteng sebuah paperbag berisi makan siang suaminya. Semenjak hamil aura semakin bersinar, semakin cantik dan seksi dengan perut yang membuncit.
Saat ia sudah dilantai tempat ruangan suaminya, matanya menyipit kala melihat ada Sabrina dikantor ini.
Kenapa wanita itu ada disini ?
Naura mendekat ke arah Sabrina dan menelisiknya dari kaki sampai kepala pakaian yang Sabrina kenakan adalah pakaian kerja.
Apa dia kerja disini ? bersama suamiku ?
Tatapan Naura dan Sabrina saling mengunci tak lama tatapan itu buyar kala Zidan keluar dari ruangan Reyhan dan memanggil Naura.
"Naura" sapa Zidan. Naura menoleh ke arah Zidan mengembangkan senyuman cantiknya.
"Mau ketemu Reyhan ?" tanya Zidan yang melihat Naura membawa paperbag ia tahu itu berisi makan siang suaminya.
Naura menganggukkan kepalanya tanda balasan, kemudian ia masuk ke dalam ruangan Reyhan. Tanpa memperdulikan Sabrina sama sekali.
"Kenapa kau tidak pulang ke London, Rin ?" tanya Zidan menatap tajam Sabrina. Ia merasakan Sabrina merencanakan sesuatu pada Reyhan.
"Bukan urusanmu !" jawab Sabrina ketus.
__ADS_1
"Ingat Rin, kita bersahabat sejak lama. Sebaiknya kau hilangkan rasamu pada Reyhan, dia sudah bahagia dengan Istrinya bahkan mereka sebentar lagi akan mempunyai anak" jelas Zidan membujuk Sabrina.
"Aku tak peduli, Zid. Kali ini aku tak akan mengalah lagi dulu saat bersama Sofia mungkin aku ikhlas tapi bersama Naura, maaf..." Sabrina menghentikan ucapannya tak sanggup memiliki rasa seorang diri dari dulu pada Reyhan.
"Berhentilah Rin, atau aku yang akan menghentikanmu" Zidan mengancam dan menatap tajam Sabrina.
Sabrina melangkah meninggalkan Zidan tanpa membalas ucapannya. Zidan mengusap kasar wajahnya. Sungguh banyak sekali kerikil rumah tangga Reyhan. Baru saja selesai kasus Alvaro kini Sabrina yang mulai berulah.
...**************...
Naura masuk ke dalam ruangan suaminya, dan langsung mendudukan diri dipangkuan suaminya yang sedang duduk menghadap Macbooknya.
"Sayang.." Reyhan terkejut dengan apa yang dilakukan Naura saat ini.
"Ada apa hem..?" tanya Reyhan merapikan anak rambut istrinya itu pipi istrinya itu mulai tembem dan menggemaskan baginya.
"Kenapa Sabrina ada disini" tanya Naura menatap tajam suaminya itu.
"Dia butuh pekerjaan, dan Mas hanya membantunya sayang..."
"Benarkah ?" tanya Naura meyakinkan
__ADS_1
"Iya sayang" Reyhan mengecup pipi Naura hingga bersemu merah. Naura mengelus dada bidang suaminya itu, dan membuat Reyhan mengerutkan keningnya karena tak biasanya Naura mendadak agresif.
"Aku menginginkanmu" bisik Naura di telinga suaminya.
Reyhan membulatkan matanya sontak saja dibawah sana cepat merespon mengeras dengan sempurna.
Entah setan apa yang merasuki istrinya kali ini. Batin Reyhan namun ia juga menikmatinya.
Tangan Reyhan meraba-raba diatas meja meraih remot control untuk mengunci pintu secara otomatis. Saat pintu telah terkunci Reyhan merebahkan Naura diatas meja kerjanya dengan cepat melakukan penyatuan, mereka saling memuaskan satu sama lain.
"Aaaarrrggghhhhh"
Keduanya mencapai puncak secara bersamaan. Reyhan menggendong istrinya masuk ke dalam kamar mandi. Membuka bajunya sendiri dan baju istrinya hingga polos tanpa sehelai benang. Mereka mandi bersama, bukan hanya mandi tapi bermain sekali lagi.
Saat mereka telah usai mandi Naura menyisir rambutnya menghadap cermin. Reyhan yang masih berbalut handuk hang melilit dipinggang itu memeluk Naura dari arah belakang.
"Kenapa mendadak agresif hem...?
"Entahlah..mungkin dedek bayinha ingin dijenguk Papanya" kekeh Naura meletakkan tangan Reyhan untuk mengelus perutnya.
"Tapi mas suka kamu seperti tadi" canda Reyhan
__ADS_1
"Maunya kamu itu Mas" Naura berbalik dan mencubit perut Reyhan hingga Reyhan merintih kesakitan sambil terkekeh geli.