Terjebak Pesona Naura

Terjebak Pesona Naura
MALAM PENGANTIN


__ADS_3

Area Terlarang !


Bocil dilarang mampir ⛔⛔⛔


Reyhan dan Naura memasuki kamar hotel. Naura duduk didepan meja meja rias ia membuka aksesoris yang melekat dikepalanya. Melihat hal itu Reyhan membantu istrinya melepaskan tiara dan jepitan rambut istrinya. Hingga rambut Naura kini tergerai indah walaupun sedikit acak-acakan.


Reyhan kemudian membuka resleting gaun pengantin Naura yang ada dibagian belakang. Tentu jantung Naura terus berdegup kencang.


"Hem Kak Rey, sudah biar aku aja" ucap Naura mencoba menghindar.


"Tak apa ini hampir selesai, agak sulit ternyata" Reyhan sukses menurunkan resleting gaun pengantin itu dan nampaklah punggung putih nan mulus Naura yang membuat jakun Reyhan naik turun menelan silvanya.


"Sabar Reyhan..." ucap Reyhan dalam hati.


"Mandilah terlebih dahulu, aku sudah menyiapkan air hangat untukmu" ucap Reyhan kemudian mencium pipi Naura dari belakang.


Naura dengan cepat masuk ke dalam kamar mandi. Jantungnya terus terpompa lebih kencang. Pasti suaminya akan meminta haknya malam ini juga.


Naura meredamkan dirinya di bathub menikmati wangi aromateraphi yang sudah disiapkan oleh suaminya. Ia berendam sejenak untuk menghilangkan rasa capek dan pegal ditubuhnya setelah acara resepsi pernikahan.


Lain halnya dengan Reyhan saat ini ia menatap dirinya dipantulan cermin, senyumnya terus mengembang. Akhirnya ia tak lagi menyandang status menjadi seorang duda karena ia sudah berhasil meluluhkan hati Naura untuk menjadi istrinya. Apalagi malam ini ia sudah tidak sabar untuk melakukan ritual membobol gawang.


Tiba-tiba lamunannya buyar ketika hpnya berbunyi dan yang menelfon adalah mertuanya siapa lagi kalau bukan Baskoro.


"Apa kalian sudah dikamar hotel ?"


"Iya Ayah, ada apa ?"


"Jangan sampai kau menyakiti Naura, Rey !"


"Tenang tidak akan Yah, aku janji"


"Baiklah, awas kalau kau berani menyakiti Naura" Baskoro mematikan sambungan telfonnya dan itu tentu membuat Reyhan menggerutu. "Tidak akan sakit tapi dijamin enak"


Naura keluar dari kamar mandi dan hanya menggunakan kimono, ia menuju kopernya dan membukanya. Ia semakin bingung kanapa pakaian tidurnya semuanya seperti saringan tahu kurang bahan dan tak layak pakai. Bukan ia tak tahu pakaian apa itu, Ya semuanya lingerie yang sangat seksi.

__ADS_1


"Kenapa sayang ?" tanya Reyhan mendekat ke arah Naura.


"Ini kenapa pakaianku seperti ini semua Kak ?" tanya Naura karena semua keperluannya dan Reyhan yang menyiapkannya adalah Zidan.


Reyhan melihat isi koper Naura. Ia membulatkan mata ketika melihatnya. "Pasti ini kerjaan Zidan"


"Ah..tidak apa pakai saja ya, Kak Rey mandi dulu" Reyhan meninggalkan Naura. dan Naura bingung mau dipakai atau tidak. Tapi ia mencoba untuk memakainya saja ketimbang ia tak memakai pakaian sama sekali. Setelah memakai baju kurang bahan itu ia melihat tampilan dirinya dicermin. Rasanya ia sangat malu untuk menampakkan diri dihadapan suaminya.


'cklek'


Pintu kamar mandi dibuka oleh Reyhan, buru-buru Naura meloncat ke kasur dan menutup tubuhnya dengan selimut.


"Sayang kamu kenapa ?" ucap Reyhan yang sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.


"Ti..tidak apa-apa Kak Rey" ucap Naura terbata-bata sungguh saat ini ia sedang dilanda gugup yang luar biasa.


Reyhan memperhatikan istrinya yang berbalut selimut tebal ia mendekat dan mencoba menarik selimutnya.


"Jangan Kak Rey..." Naura menggenggam erat selimutnya.


"Ti..tidak Kak"


Reyhan kemudian menarik selimut istrinya dengan paksa hingga menampilkan pemandangan yang sungguh menggoda iman. Ia menelan silvanya, senjatanya tiba-tiba mengeras seketika melihat tubuh indah istrinya itu.



Tatapan mereka saling bertemu seolah menginginkan satu sama lain. Reyhan mendekati istrinya dan mengungkung tubuh istrinya. Ia membelai wajahnya dan menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantik istrinya.


"Apa boleh aku meminta hakku malam ini sayang ?" tanya Reyhan.


Pipi Naura memerah ia tahu bila menolak suaminya akan berdosa sebab ia sering mendengar ceramah dan juga nasehat Tantenya sebelumnya. Dengan ragu-ragu Naura menganggukkan kepalanya tanda memberikan persetujuan.


Reyhan tersenyum ia kemudian memberikan ciuman di kening, pipi, dan bibir istrinya. Kemudian ia ******* bibis tipis istrinya lidah mereka saling bertaut. Ciuman itu semakin tak terkendali, bahkan Naura menikmatinya. ia menyesap dan memberikan banyak tanda-tanda cinta yang ia buat.


Tangannya mulai bermain di dua gundukan kembar milik istrinya yang begitu pas di tangannya. Naura mengeluarkan suara laknatnya dan itu membuat Reyhan semakin gencar untuk terus memainkannya.

__ADS_1


Reyhan melepaskan pakaian yang menutup tubuh istrinya itu hingga polos tanpa sehelai benang pun. Begitu dengan dirinya ia membuka handuk yang melilit dipinggangnya.


Wajah Naura semakin memerah ketika melihat benda keramat milik suaminya yang besar berurat tegak menantang. Naura memejamkan matanya ia tak sanggup untuk melihatnya.


"Kau takut sayang ?" tanya Reyhan


"Ti..tidak Kak lanjutkan saja" Naura menguatkan dirinya.


"Rileks okey, ini akan sedikit sakit tapi hanya sebentar" bisik Reyhan.


"Pelan-pelan Kak, katanya MP itu sangat sakit"


"Tidak akan sakit jika kamu rileks dan jangan merasa takut"


Naura menganggukkan kepalanya. Reyhan kembali memulai aksinya memberikan sentuhan yang begitu mendamba diseluruh tubuh istrinya, hingga Naura mengeluarkan suara laknatnya.


Reyhan mulai bermain diarea gawang istrinya yang masih ranum bewarna pink itu. Naura merasa dirinya seperti tebang ke atas awan. Hingga tiba-tiba Naura seakan ingin mengeluarkan sesuatu dari dalam sana.


"Kak hentikan aku mau pipis..." ucap Naura sambil membuka dan menutup mata dibuat suaminya.


Reyhan kemudian memainkan pusaka keramatnya di pintu gawang milik istrinya. Hingga dengan sekali hentakan miliknya masuk ke dalam gawang istrinya dan mampu menjebolnya.


Naura menjerit sudut matanya mengeluarkan air mata. Reyhan berdiam sejenak, ia mencium kedua kelopak mata istrinya, hingga dengan gerakan perlahan Reyhan memompa dari gerakan pelan hingga gerakan cepat. Membuat Naura merasakan yang awalnya kesakitan kini berganti dengan rasa nikmat.


2 jam berlalu Naura sudah berapa kali mendapatkan pelepasannya namun tidak dengan Reyhan. Hingga saat itu tiba...


"Naura sayang...Bissmillah..."


"Aarrgghhh...." Reyhan menumpahkan tinta putih itu ke dalam gawang milik Naura hingga tertumpah-tumpah berharap segera tumbuh Reyhan junior.


"Terimakasih sayang" ucap Reyhan ketika melihat bercak darah di seprei yang menandakan itu adalah darah perawan. Ia sangat bangga bisa mendapatkan itu dari istrinya.


"Sama-sama Kak sudah kewajibanku, melayanimu" ucap Naura yang lemas dan tak bertenaga.


Mereka pun tidur dengan saling memeluk satu sama lain, malam pengantin yang indah.

__ADS_1


__ADS_2