
Saat ini Naura dan Reyhan sedang menonton berita mengenai kasus Alvaro. Semua stasiun televisi menyorot kasusnya saat ini. Naura sampai meneteskan air matanya. Kenapa Alvaro menjadi seorang lelaki yang kejam terhadap perempuan. Apakah karena dirinya ?
"Hey...Sayang, sudah jangan bersedih" Reyhan mengelus pundak Naura dan memeluknya.
"Dia sudah ditangkap dan tak akan lagi mengincarmu"
"Dia seperti itu karena aku, Mas" lirih Naura menghapus air matanya.
"Tidak, dia sudah gila sejak awal untuk memilikimu. Sudahlah jangan lagi memikirkannya, kasihan nanti anak kita jika kau banyak fikiran"
"Maafin Mama sayang" Naura mengelus perut ratanya.
Reyhan kembali memeluk Naura dengan hangat dan mencium pucuk kepalanya.
...*************...
Dua minggu berlalu. Reyhan mengajak Naura ke suatu tempat yang belum diketahui oleh Naura. Reyhan ingin memberikan kejutan yang sudah lama ia ingin berikan pada istrinya itu. Tadinya setelah menikah ia akan memberitahu istrinya, namun karena Alvaro belum tertangkap ia tak mau nyawa istrinya terancam.
Iya Reyhan saat ini sedang menuju rumah baru mereka. Rumah yang sudah lama selesai dibangun untuknya dan Naura.
Saat sedikit lagi dari tempat tujuan, Reyhan menepikan mobilnya. Dan menutup mata istrinya dengan kain hitam. Naura hanya bisa pasrah menerima perlakukan tersebut.
10 menit berlalu Reyhan telah berada di lokasi rumah impiannya. Reyhan menuntun Naura turun dari mobi.
"Kau siap Baby ?" tanya Reyhan dibelakang tubuh Naura.
__ADS_1
"Apa sih, jangan bikin aku penasaran Mas" omel Naura.
Reyhan hanya tersenyum kemudian ia membuka ikatan kain hitam yang menutupi mata istrinya.
Naura membuka matanya perlahan ia serasa tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.
Sebuah Mansions mewah bergaya istana kerajaan lengkap dengan kolam renang dan fasilitas lainnya.
"Mas...ini rumah siapa.." tanya Naura pada Reyhan yang memeluknya dari belakang.
"Rumah kita sayang, untukmu dan anak-anak kita nanti tumbuh disini"
"Apa tidak berlebihan Mas, rumah ini besar sekali"
Bangunan dan interior yang megah dan mewah menghiasi isi istana mereka.
"Ayo kita lihat kamar, Baby"
"Kau sudah dominasi warna biru dan putih, sedangkan Mas suka warna hitam abu-abu. Jadi Mas mengkombinasikan saja warna kesukaan kita"
"Bagaimana kau suka ?"
__ADS_1
Naura mengangguk setuju tentu ia sangat menyukai rumah ini bahkan kamar ini.
Reyhan memeluk Naura dari arah belakang, dan menyapu leher istrinya itu dengan bibirnya hingga membuat istrinya meremang.
"Sayang boleh ya ?"
Reyhan menginginkan istrinya karena sudah dua minggu mereka tak melakukannya. Reyhan tak berani menyentuh istrinya karena ia tahu istrinya itu masih terbayang kejadian penangkapan Alvaro saat di Villa.
Naura menganggukkan kepalanya tanda ia setuju. Dengan cepat Reyhan menyerang istrinya. Memberikan ciuman dan sentuhan yang memabukkan.
Memainkan inti istrinya untuk melakukan pemanasan hingga Naura men.des.ah tak karuan.
"Aaaaahhh..."
Reyhan melakukan penyatuan dikamar baru mereka hingga mencapai puncaknya.
"Sayang"
"Mas.."
"Baby.."
"Uuuhh...Mas eemmpphh"
"Naura I Love You.."
__ADS_1
"Aaarrrrrgghhh" Mereka mencapai puncak bersamaan.
"Love you to Mas" Naura memeluk Reyhan erat. Hingga tanpa sadar membangkitkan junior suaminya kembali. Dan terjadilah ronde ke dua bahkan sampai ke tiga kalinya. Puas mereka melakukannya, mereka tertidur dengan saling memeluk satu sama lain.