
Tiga hari berlalu, Naura sudah diizinkan okeh Dokter untuk pulang karena kesehatannya sudah membaik dan pulih. Reyhan dan Naura disambut oleh para pelayan yang sudah berjejer rapi.
Reyhan pun menuntun Naura yang sedang menggendong anak mereka ke dalam kamar. Bayi yang diberi nama Alrend Putra Wijaya. Kamar yang sudah dipersiapkan oleh Reyhan saat Naura masih belum sadarkan diri.
"Kapan Mas menyiapkan ini semua ?" Naura merasa kagum dengan kamar anaknya yang sudah disiapkan oleh suaminya itu.
"Saat kamu belum sadar sayang, bagaimana kamu suka kan ?"
"Iya aku suka Mas, makasih ya Mas" ucap Naura kemudian mencium pipi suaminya.
"Mas sudah menyiapkan pengasuh untuk membantumu merawat anak kita"
"Iya Mas"
Naura meletakkan anaknya di dalam boxs bayi ia kemudian berjalan kearah Reyhan, dan Reyhan memeluk istrinya itu dengan penuh cinta dan kasih sayang.
"Ayo kita ke kamar sayang, Mas rindu kamu" Reyhan memainkan rambut panjang istrinya kode ingin meminta haknya.
"Mas, aku baru selesai lahiran belum boleh berhubungan dulu sampai 40 hari. Apalagi aku operasi, nanti kita konsultasi dulu ke dokter ya setelah masa nifasku selesai"
__ADS_1
Reyhan menelan silvanya, 40 hari waktu yang sangat lama bagimana ia bisa menahan hasratnya. Namun mendengar kata operasi dirinya menjadi melemah karena benar apa yang dikatakan istrinya itu, Naura harus benar-benar sehat apalagi rahimnya yang hanya ia sendiri yang tahu kalau suatu saat nanti bisa saja mereka tidak memiliki anak lagi.
Reyhan mengecup kening istrinya dan menggenggam tangan istrinya itu kemudian menatap mata Naura dengan penuh rasa cinta.
"Maaf sayang..." balas Reyhan
Reyhan dan Naura pun masuk ke dalam kamar mereka untuk beristirahat, kamar mereka terhubung dengan kamar bayinya untuk memudahkan mereka nantinya apabila bayi mereka bangun atau menangis karena haus.
Jam menunjukkan angka 12 malam Reyhan terbangun dari tidurnya karena mendengar Baby Al menangis.
Reyhan menuju kamar Baby Al dan melihat popok anaknya itu sudah penuh. Ia mengganti popok Baby Al dengan hati-hati, tak lama tangis Baby Al terhenti namun ia tidak tidur lagi. Reyhan rasa sepertinya Baby Al haus, ia kemudian membuatkan susu untuk Baby Al dan memberikannya.
Naura tidak bisa menyusui Baby Al karena Asinya tidak keluar sama sekali. Setelah berkonsultasi dengan dokter, Baby Al diperbolehkan meminum susu formula. Reyhan pun tak mempermasalahkan itu, asalkan Baby Al sehat.
Reyhan menemani Baby Al bermain meskipun ia saat ini sangat mengantuk. Ia menggendong Baby Al dan menyanyikan lagu agar Baby Al mau tidur kembali.
Saat tengah asyik bernyanyi pintu kamar Baby Al terbuka masuklah Dion ke dalam kamar Baby Al dengan muka bantalnya. Ia terbangun karena ingin minum namun mendengar suara dari kamar Baby Al, ia pun masuk ke dalam kamar dan mendapati Reyhan yang sedang menggendong Baby Al.
"Alrend bangun Kak ?" tanya Dion mendekati Reyhan.
__ADS_1
"Iya popoknya penuh dan dia juga haus" jawab Reyhan sambil mengajak Baby Al bermain.
"Ternyata repot sekali punya anak, tengah malam mesti bangun buat ganti popok dan kasih susu" Dion mendudukkan dirinya di sofa sambil memeluk bantal sofa.
"Makanya kalau sudah menjadi suami juga harus berani bertanggung jawab penuh dengan anak istri. Ngomong-ngomong bagaimana hubunganmu dengan Valen ?" tanya Reyhan ia tahu dari awal adiknya itu sangat ingin menikah dengan Valen.
"Kami sudah putus" Dion mengehembuskan nafasnya kasar.
Reyhan membulatkan matanya bagaimana bisa adiknya itu putus dengan Valen.
"Kenapa ?" Reyhan penasaran.
"Dia sendiri yang berubah, dia lebih memilih cinta pertamanya ketimbang lelaki yang sudah tidur pertama kali dengannya" Dion sampai sekarang masih merasa sakit hati pada Valen.
"Berarti dia sendiri yang sudah membuat keputusan, itu artinya kau tidak perlu lagi merasa bertanggung jawab padanya" balas Reyhan menenangkan Dion.
"Iya, tapi dia selalu mengejar-ngejar aku memohon untuk kembali. Aku harus apa Kak ? sedangkan aku sudah berhubungan dengan Yoona"
"Yoona ?" Reyhan kaget mendengar nama Yoona disebut oleh Dion. "Yoona anak Paman Lim ?" tanya Reyhan cepat.
__ADS_1
"Iya, tapi jangan kasih tahu Paman Lim kalau aku berhubungan dengan anaknya Kak, Please" Dion mengatupkan kedua telapak tangannya memohon agar Reyhan tak memberitahu hubungannya pada Paman Lim.
Reyhan mengehembuskan nafasnya kenapa lagi-lagi ia harus berurusan dengan masalah adiknya. Ia hanya menganggukkan kepa sebagai jawaban. Obrolan itu berlanjut sampai Baby Al tertidur dan mereka kembali ke kamar masing-masig kembali beristirahat.