Terjebak Pesona Naura

Terjebak Pesona Naura
MAAFKAN AKU


__ADS_3

Reyhan mendatangi kediaman mertuanya, hari sudah menunjukkan pukul 9 malam. Saat ia mengetuk pintu dibukalah oleh Baskoro mertuanya dengan tatapan datar dan dingin.


"Ayah..."


"Untuk apa kamu kemari Rey ?" ucap Baskoro dengan nada angkuh, ia ingin sedikit mengerjai menantunya itu.


"Aku ingin menjemput Naura, Yah"


"Naura ?" ulang Baskoro "Memangnya Naura kemana ? tidak ada Naura disini Rey !"


"Tapi aku melacaknya ada disini Yah"


"Tidak, kamu salah Naura tidak ada disini !" kekeh Baskoro pada Reyhan.


"Ayolah Yah, bekerja samalah denganku. Tidakkah Ayah kasihan pada Alrend ?" Reyhan menggunakan nama Al karena Reyhan tahu Baskoro sangat menyayanginya.


Baskoro menghela nafasnya kemudian mempersilahkan Reyhan masuk ke dalam rumah.


"Masuklah, kita makan malam dulu" titah Baskoro


"Tapi Ayah, aku ingin bertemu dengan Naura"


Baskoro berbalik menatap tajam menantunya itu. Duduk dan diamlah dimeja makan serta makan dengan benar !"


Reyhan pun tak berani menjawab lagi perintah mertuanya ia kemudian mendudukkan diri dikusi makan. Tak lama matanya menangkap sosok istrinya menuruni anak tangga dan mendekat ke arahnya dan duduk disebelah suaminya. Naura bahkan tidak bertanya sama sekali, ia hanya diam dan menikmati makan malamnya.


"Kalian menginap disini ?" tanya Baskoro pada anak dan menantunya.


"Ayah ngusir aku nih ceritanya ?" jawab Naura sewot


"Bukan begitu tapi..." belum juga Baksoro selesai bicara Reyhan ikut bicara juga.


"Sayang aku..." belum selesai Reyhan berbicara Naura meletakkan sendoknya agak keras ke atas piring dan menyudahi makan malamnya.

__ADS_1


'tak'


Naura pergi meninggalkan meja makan, Reyhan pun buru-buru meminum airnya dan menyusul istrinya itu ke kamar atas.


Sedangkan Baskoro hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuann anak dan menantunya itu.


"Sayang..." Reyhan mencoba memanggil Naura namun tak mendapat jawaban.


Naura merebahkan dirinya diatas kasur disusul juga dengan Reyhan.


"Sayang" ucap Reyhan lagi, namun Naura tetap diam. "Sayang maafkan Mas, yang tidak jujur padamu"


Naura menoleh namun ekspresinya tetap datar.


"Tolong jangan diamkan Mas begini, ayo kita pulang. Al pasti sedang mencarimu" bujuk Reyhan lagi.


"Pukul Mas, tampar atau bila perlu bunuh Mas sekalian asal jangan mengabaikan Mas begini"


"Sayang tolong jangan menangis.." Reyhan tak kuasa melihat air mata itu, kemudian ia memeluk erat Naura dan Naura kembali menangis histeris.


"Mas jahat ! Mas pembohong ! aku benci Mas, benci !" Naura memukul-mukul dada bidang suaminya sambil menangis.


"Kenapa Mas enggak pernah cerita sama Aku, kenapa ?" teriak Naura


"Mas tidak ingin Kamu terpuruk dan banyak fikiran Sayang, apalagi dulu kamu sangat bahagia saat Al lahir. Mas tidak mau merusak kebahagiaanmu"


"Tapi apa perlu Mas simpan selama ini, Lima tahun Mas..lima tahun !"


"Iya Mas salah, tolong maafkan Mas" Reyhan kembali memeluk tubuh Naura erat.


"Maafkan Mas, maaf...sayang..maaf"


Naura masih menangis kesunggukkan tiba-tiba Reyhan menangkup kedua pipi Naura dan menghapus air mata itu.

__ADS_1


"Dengar, Mas akan selalu menyayangi dan mencintaimu walau kita tidak diberi keturunan lagi. Cinta Mas tidak akan berkurang sedikitpun. Mas sudah bahagia dengan hadirnya Al dan Mas sangat bangga padamu sudah melahirkan Al dan mampu membesarkan Al sampai detik ini"


"Tapi Mas..."


"Ingat kebahagiaan bukan diukur seberapa banyak anak yang kita punya tapi rasa syukur atas apa yang telah kita miliki. Sudah takdirnya mungkin anak kita Al satu-satunya. Mas selalu mencintaimu. Kamu percaya sama Mas ?"


Naura masih menangis kemudian menganggukkan kepalanya. Reyhan kembali memeluk erat istrinya itu.


Reyhan mengecup kening istrinya itu sangat lama sebagai ungkapan rasa kasih sayangnya, kecupan itu kemudian mendarat ke bibir istrinya. Ia mengecupnya dan **********, awalnya ciuman itu sangat lembut kemudian menjadi ganas dan panas.


"Ayo kita buat adik untuk Al, siapa tahu kita diberi rezeki anak kembali. Tapi lusa kita akan berangkat ke Jerman, Mas ada kenalan dokter kandungan hebat disana siapa tahu dia bisa membantu kita" ucap Reyhan merapikan anak rambut istrinya dan Naura hanya bisa menjawab dengan anggukkan kepala.


"Sayang..oh..kamu semakin sempit"


"Mas.."


"Sayang aku bakalan hamilin kamu tiap tahun"


"Oke Mas aku siap"


"eeemmhh"


"Ah..."


"Hhh..hhh..."


"Aaahhhh..." teriak keduanya


Dan terjadilah pertarungan sengit diatas ranjang diantara pasutri itu, suara de.sahan dan erangan terdengar sampai keluar kamar dan tertangkap oleh telinga Baskoro.


Baskoro yang mendengar itu awalnya tersenyum akhirnya anak dan menantunya rukun kembali namun ia terganggu dengan suara aneh itu. Ia kemudian turun dari lantai atas dan tidur di kamar lantai bawah.


"Huft...Harusnya kamar Naura ku pakaikan peredam suara" Baskoro merebahkan dirinya diatas kasur.

__ADS_1


__ADS_2