Terjebak Pesona Naura

Terjebak Pesona Naura
LAHIRAN


__ADS_3

9 bulan kemudian...


Kini tibalah hari kelahiran anak kedua Reyhan dan Naura. Naura yang sedang menahan kontraksi sampai pembukaan 10 begitu sakit teramat yang ia rasakan, namun ia harus kuat demi calon anaknya.


Reyhan yang tak tega melihat itu berulang kali ia menyarankan Naura untuk dioperasi saja namun Naura menolak, karena ia ingin lahiran secara normal.


Dua jam kemudian pembukaan Naura sudah lengkap dan siap akan melahirkan. Reyhan yang sedari tadi menunggu proses pembukaan lengkap itu dirinya sudah babak belur dibuat Naura.


Naura tanpa sengaja menarik kemeja Reyhan hingga robek bahkan tak luput juga lengan tangannya terluka karena cengkraman Naura.


Dokter segera mengintruksikan pada Naura untuk mengejan, Naura mengatur nafasnya dan mengambil nafas dalam-dalam kemudian ia mulai mengejan.


Butuh waktu beberapa kali ia mengejan sampai keluarlah bayi mungil itu bayi yang berjenis kelamin perempuan. Namun ada yang aneh rasakan oleh Naura saat perutnya kembali sakit. Rasanya ia ingin melahirkan lagi.


Dokter pun memerintahkan Naura untuk mengejan kembali.


"Mas kenapa jadi dua ?" tanya Naura pi bingung sedangkan Reyhan sama bingungnya dengan Naura. Sebenarnya Naura pura-pura tidak tahu kalau ia hamil anak kembar karena ia tak mau Reyhan menjadi lebih overprotektif terhadapnya. Lagi pula Naura ingin melahirkan normal, bila ia menceritakan pada Reyhan pasti Reyhan akan melarangnya.


"Apa Dokter Rio tidak memberitahu Tuan dan Nyonya kalau Nyonya Naura memang hamil anak kembar" ucap salah satu suster yang sering mendampingi Dokter Rio melakukan pemeriksaan kandungan.


"Apa !" Reyhan terkejut bukan main. Tak lama Reyhan diperintahkan oleh Dokter untuk keluar karena Naura akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

__ADS_1


Reyhan keluar dari ruang bersalin kemudian berniat menuju ruangan dokter Rio yang tak lain temannya itu. Langkahnya terhenti saat melihat sudah ada Rio dan orang tuanya duduk diruang tunggu.


Rio, Papa Arya, dan Ayah Baskoro menoleh melihat Reyhan yang kini tampilannya acak-acakan mereka.


"Rey, kamu kenapa ?" tanya Papa Arya melihat kondisi anaknya kini.


"Mengenaskan !" ucap Rio meledek Reyhan


Reyhan menatap tajam Rio "Dasar dokter gila, kenapa kau tidak bilang kalau Naura hamil anak kembar ?!" sarkas Reyhan


"Apa kembar !" Ayah Baskoro dan Papa Arya terkejut


Ayah Baskoro dan Papa Arya mengangguk dan tersenyum senang.


"Lalu kenapa kamu marah pada Rio, Rey ?" tanya Ayah Baskoro


"Dia tidak bilang padaku, Yah !"


"Aku dilarang istrimu" jawab Rio cepat


"Maksudmu ?" tanya Reyhan

__ADS_1


"Iya istrimu melarang aku dan mengancam aku jika memberitahumu kalau dia hamil anak kembar, dia mengancam aku jika berani mengatakan padamu akan mengirimkan ku segitiga bermuda. Karena Bapaknya jendral" terang Rio dan bergedik ngeri saat mengingat dirinya diancam oleh Naura.


Penjelasan Rio membuat Reyhan, Papa Arya dan Ayah Baskoro menjadi tercengang. Bagaimana mungkin Naura bisa mengancam Rio seperti itu.


"Mengerikan bukan ?" Rio berekpresi bergedik ngeri.


Tiba-tiba Dokter dan para perawat mendorong bankar Naura berserta dua boxs bayi mereka akan memindahkan Naura ke ruang rawat inap yang sudah disiapkan oleh Reyhan.


Reyhan mendekat bersama kedua orang tuanya begitupun dengan Rio.


"Bagaimana Dokter keadaan istriku ?" Reyhan melihat wajah kelelahan istrinya namun Naura masih bisa tersenyum untuk mengatakan bahwa ia baik-baik saja.


"Tidak apa-apa Tuan, Nyonya hanya kelelahan istirahat yang cukup setelah ini nanti Nyonya bisa beraktifitas seperti biasanya" terang Dokter.


"Baiklah terimakasih Dokter"


"Sama-sama Tuan"


"Bas kita dapat cucu perempuan dua, kita tidak perlu lagi berebutan menimang cucu" ucap Papa Arya melihat dua bayi perempuan yang sangat cantik itu.


"Iya kau benar" kekeh Baskoro

__ADS_1


__ADS_2