
Waktu terus berlalu lima tahun kemudian banyak perubahan terjadi. Hubungan rumah tangga Reyhan dan Naura sangat harmonis sekali belum lagi kini putra mereka Alrend sudah masuk sekolah TK.
"Al pakai sepatunya cepat" ujar Naura kepada Alrend.
"Sudah Mommy !"
"Mama sayang Mama !" entah kenapa sejak mereka ke Singapura liburan tahun baru waktu itu Alrend merubah sebutan dirinya menjadi Mommy.
"No, Mommy !" debat Al pada Mamanya.
Tiba-tiba Reyhan menghampiri anak dan istrinya yang sudah berpakaian rapi untuk pergi ke kantor.
"Pa, ganti saja sebutan Mama jadi Mommy biar seperti Amora memanggil Mommy" ucap Al pada Papanya setelah ia selesai memakai sepatunya.
"Oh jadi gara-gara Mommy Riska ya ?" tanya Naura penuh selidik.
Al hanya tersenyum kuda sedangkan Reyhan hanya terkekeh.
"Sudah ayo kita sarapan" ajak Naura pada anak dan Suaminya.
Disinilah sekarang mereka bertiga sedang menikmati sarapan pagi. Al sangat bersemangat menyantap sarapannya karena Naura selalu membuatkan Ayam Goreng kesukaan Al.
"Mommy bawakan ayam ini ya, Al mau kasih teman Al di sekolah" ucap Al pada menunjuk ke piring Ayam Goreng.
__ADS_1
"Temennya laki-laki atau perempuan ?" tanya Reyhan pada Al.
"Perempuan, Pa. Cantik sekali !" seloroh Al
Reyhan dan Naura saling pandang ternyata anak mereka sudah bisa menilai sesorang dari fisiknya.
"Cantik ?" ulang Reyhan
"Iya cantik Pa, Ibunya orang Bule" jawab Al dengan polosnya.
"Ya sudah nanti Mama masukkan ke dalam kotak makan ya ?"
"Terima kasih Mommy"
"Sayang bagaimana kalau kamu kuliah lagi lanjut studi S2 ?" tawar Reyhan pada Naura. Naura memang sudah menyelesaikan studi S1nya walaupun sedikit terlambat karena ia pernah mengajukan cuti 1 semester.
"Nanti aku pikir-pikir dulu ya Mas" jawan Naura, ia juga ingin kembali kuliah lagi pula Al sudah besar sekarang sudah sekolah.
"Nanti kalau mau lanjut kuliah lagi, kabari Mas ya ?"
"Iya Mas"
Naura mengantar suami dan anaknya sampai ke depan pintu rumah mereka. Naura melambaikan tangannya saat anak dan suaminya masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"Nyonya ada telfon" ucap pelayan
"Oh iya" Naura mengangkat telfon dari seseorang dan ternyata itu adalah Riska.
"Tumben nelfon ke nomor rumah ?" tanya Naura
"Eh aku mau ke Jakarta Ra, ceritanya aku lagi ngidam"
"Hah..serius ?"
"Beneran Ra, gue kebobolan hamil lagi anak ke 3" ucap Riska terdengar mewek.
"Wah...Lo hebat Ka, umur kita sama tapi Lo udah mau beranak tiga aja, giliran gue belum punya anak lagi"
Riska yang mendengar itu menelan silvanya kasar bukan ia tak tahu kondisi Naura sebenarnya seperti apa, karena ia dulu sempat menguping pembicaraan Reyhan dan dokter yang menanganinya dahulu kalau Naura hanya ada harapan kecil untuk bisa mengandung kembali.
"Hem..sorry ya Ra, gue enggak bermaksud" lirih Riska
"Enggak apa-apa mungkin belum rezeki Gue buat hamil lagi. Eh jadi kapan ke Jakarta ? nginep dirumah Gue aja ya ?"
"Lusa Ra, oke deh nanti aku bilang sama Bang Zidan kalo nginepnya nanti dirumah Lo aja"
"Oke gue tunggu ya ?"
__ADS_1
"Iya, udah dulu ya anak gue rewel banget mau makan kayaknya nih. Bye"
"Bye.." Naura menutup telfonnya dan menghembuskan nafasnya kemudian ia duduk disofa dan menatap langit-langit rumahnya. Ia terpikirkan akan dirinya kenapa ia tak kunjung hamil kembali setelah melahirkan Al padahal ia tak pernah memakai KB.