Terjebak Pesona Naura

Terjebak Pesona Naura
KEPUTUSAN TERBERAT


__ADS_3

Reyhan dan Dion berjalan tergesa-gesa menuju ruang operasi. Saat sudah diambang ruang operasi ia melihat Riska yang sudah duduk menangis di depan ruang operasi.


"Riska" seru Dion, dan Riska pun menoleh ke arah sumber suara.


"Dion" Riska memeluk Dion dengan histeris masih dalam tangisan yang tiada berhenti.


"Bagaimana bisa terjadi seperti ini !" ucap Reyhan pada Riska tak lama ia menatap kedua pengawal yang diperitahkannya untuk mengawasi istrinya. Reyhan memberikan pukulan kepada dua pengawal itu hingga keduanya tersungkur merasakan sakit.


"Apa kerjaan kalian, hah !" ucap Reyhan menendang perut dua pengawalnya secara bergantian.


"Maafkan kamu Tuan, kami lengah" ucap salah satu pengawal yang memohon dikaki Reyhan.


Dion mencoba menghentikan aksi Reyhan agar tak membuat kegaduhan dirumah sakit.


Tiba-tiba ruang operasi terbuka terlihat dokter keluar dan menghampiri Reyhan.


"Tuan Reyhan" ucap Dokter pada Reyhan yang sedang menendang dua pengawalnya. Reyhan mengentikan aksinya dan menoleh ke arah dokter bedah itu.


"Ba..bagaimana istriku !"

__ADS_1


"Kami sudah berhasil menghentikan pendarahan dikepalanya, dan saya membutuhkan persetujuan anda Tuan untuk tindak operasi selanjutnya"


"Op..operasi apa lagi" Reyhan tak mengerti apa yang diucapkan oleh Dokter.


"Tuan, rahim istri anda mengalami benturan yang sangat hebat. Kandungan istri anda harus dikeluarkan demi nyawa anak dan istri anda"


Deg


Detak jantung Reyhan serasa berhenti, nyawanya seakan terlepas dari jiwanya. Saat ini istrinya benar-benar dalam fase yang sangat tidak baik-baik saja.


"Apa katamu ? mengeluarkan bayi di dalam kandungan istriku ! bahkan ia baru berusia 7 bulan, apa kau gila !" teriak Reyhan yang emosi mendengar pernyataan dari dokter.


"Rey..tenangkan dirimu" ucap Papa Arya mengelus pundak anaknya dengan penuh kasih. Karena ia tahu apa yang dirasakan anaknya kini.


"Tuan ini demi keselamatan istri anda, tolong fikirkan dengan baik" jawab Dokter yang sudah pasrah jika mendapatkan makian kembali dari suami pasiennya.


"Ada apa Dok ? kenapa dengan anakku ?" tanya Baskoro.


"Tuan, kami harus melakukan operasi pada kandungan Nona Naura. Bayi yang ada dalam kandungannya harus dikeluarkan. Karena rahim Nona Naura mengalami benturan yang sangat keras"

__ADS_1


"Apa !" Baskoro terkejut mendengar pernyataan dokter begitupun Tante Ayu dan Papa Arya.


Reyhan memejamkan matanya tak kuasa menerima kenyataan seperti ini. Tak lama ia membulatkan keputusannya.


"Baiklah, lakukan yang terbaik. Aku akan menemani istriku melahirkan" ucap Reyhan dengan perasaan yang remuk redam.


Dokterpun merasa lega, ia kemudian kembali masuk kedalam ruang operasi disusul oleh Reyhan yang sudah mensterilkan diri dan memakai baju APD.


Saat di dalam ruang operasi, Reyhan menggenggam tangan istrinya itu dan mata yang merah selalu mengeluarkan airnya.


Saat bayi dikeluarkan dari perut Naura, Reyhan melihat bayi itu masih merah dan kecil belum cukup matang untuk dilahirkan sebagaimana mestinya.


Bayi itu mulai menangis dan bidan yang ikut membantu proses lahiran itu meletakkan bayi itu diatas Dada Naura untuk melakukan IMD.


Reyhan tersenyum bahagia sekaligus sedih moment melahirkan istrinya harus seperti ini.


Bayi itu mencari asupan nutrisi dari Ibunya dengan menghisap ****** susu Ibunya.


Reyhan mencium pucuk kepala bayinya dan kening Naura yang masih terpejam. Sedangkan dokter masih terus berusaha melakukan operasi perbaikan rahim Naura yang robek akibat kecelakaan.

__ADS_1


__ADS_2