
Naura malam ini tengah menunggu kedatangan Reyhan. Ia menggunakan gaun malam yang simple namun tetap memancarkan aura kecantikannya. Mulai saat ini ia sudah menerima Reyhan dalam hidupnya. Walaupun ia belum pernah mendengar Reyhan menyatakan isi hatinya. Karena selama ini Reyhan hanya mengatakan bahwa ia hanya menyukainya bukan mencintainya.
Bagi Naura menyukai dan cinta itu berbeda. Cinta didasari oleh suatu emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Cinta juga dapat diartikan sebagai suatu perasaan dalam diri seseorang dan dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang.
Sedangkan menyukai hanya cenderung seperti penggemar apa yang ia lihat hingga muncul rasa suka
"Cantik banget Non, mau jalan ya ?" ucap Bik Inem pembantu rumahnya.
"Eh iya Bik, Bibik enggak usah masak ya. Aku mau makan di luar"
"Iya Non, mau jalan sama siapa Non ? Cowok ganteng waktu itu ya ?"
"Namanya Reyhan Bik"
"Oh tuan Reyhan"
Tak lama mobil Reyhan masuk ke halaman rumah Naura. Ia turun dari mobilnya kemudian mengetuk pintu rumah Naura. Reyhan terlihat sangat tampan dengan membawa buket bunga mawar putih yang melambangkan rasa kasih sayang.
'Tok tok tok'
Naura membuka pintu rumahnya tampaklah Reyhan yang tersenyum manis padanya dengan membawa buket bunga. Reyhan terpanah akan kecantikan Naura dan penampilannya malam ini. Ia kemudian memberikan Naura buket bunga itu.
"Hai Naura, kamu cantik banget"
"Makasih Kak Rey"
"Semoga suka bunganya"
Naura mencium bunga pemberian Reyhan. Kemudian ia membawa bunga itu masuk kerumah dan meletakkannya dimeja ruang tamu.
"Kamu udah siap berangkat sekarang ?" tanya Reyhan
"Iya Kak, ayo"
Reyhan malam ini mengajak Naura makan malam ditempat yang romantis hanya ada dia dan Naura saja. Ia sudah merencanakannya, ia ingin mengungkapkan perasaannya pada Naura malam ini. Bila perlu ia ingin melamar Naura malam ini juga.
Tak lama mereka sampai ditempat tujuan sebuah gedung restoran klasik yang diatas gedungnya menyediakan makan malam private. Reyhan mengajak Naura ke atas gedung. Ingin sekali Reyhan menggandeng tangan Naura namun ia tak berani melakukannya.
Saat di atas gedung sudah disediakan meja makan lengkap dengan fasilitas mewah yang Reyhan pesan sebelumnya. Naura ternganga melihatnya, begitu romantis menurutnya.
__ADS_1
Dari atas gedung tampak pemandangan kota dengan gemerlap lampu yang berkilauan. Begitupun dibawah lantai meja makan bertaburan bunga mawar.
Reyhan mengajak Naura untuk duduk kemudian menatap Naura tanpa henti dengan senyuman manisnya.
"Kau suka ?"
Naura menganggukan kepalanya ia begitu senang sekali.
"Naura...ada yang ingin ku katakan"
"Apa Kak Rey ?" Naura menatap Reyhan.
"Aku tahu ini terlalu cepat, dan mungkin tak masuk akal. Entahlah. Aku mencintaimu Naura" ucapnya penuh kejujuran dan tulus.
Deg
Naura terperanjat tak percaya dengan apa yang ia dengara dari mulut Reyhan. Reyhan mengatakan cinta padanya.
"Apakah itu jujur dalam hatimu Kak Rey ?"
"Iya dalam hatiku yang paling dalam"
"Kenapa Kak Rey mencintaiku ?"
"Aku terkadang merasa senang, gelisah, dan emosional jika berkaitan denganmu. Mungkin ini terlalu cepat tapi inilah yang aku rasakan"
"Apakah kau mau menerimaku Naura, lelaki yang banyak kekurangan ini bahkan pernah menjadi lelaki yang paling buruk. Karena sering bergonta ganti pasangan ranjang. Aku tak memaksamu Naura, bahkan aku bisa membatalkan perjodohan kita jika kau tak menerimaku"
Naura menatap dalam manik mata Reyhan tatapan Reyhan begitu tulus dimatanya. Naura tersenyum. Ia tak munafik Reyhan yang tampan, mapan, dan punya segalanya tak mungkin wanita tidak tertarik dengan Reyhan. Begitupun Naura, sekeras apapun ia menolak untuk tidak menerima. Namun mungkin ini sudah digariskan dalam hidupnya untuk bersama Reyhan. Mengubah Reyhan menjadi lelaki yang lebih baik.
Perjodohan mungkin hanya jalan memperlancar hubungan antara dirinya dan Reyhan. Namun hubungan perjodohan yang dijalin atas dasar saling mencintai akan lebih kuat ketimbang dengan rasa kasihan dan paksaan.
Naura menguatkan dirinya ia mencoba menerima dengan lapang dada atas jawaban yang akan diberikannya untuk Reyhan. Naura tersenyum ia menganggukkan kepalanya.
"Aku menerimamu Kak Rey, mari kita belajar menerima satu sama lain. Aku menerima sekecil apapun hal baik dan buruk tentangmu. Begitupun denganku ku harap Kak Rey mengerti."
Reyhan tersenyum senang mendengar jawaban Naura. Akhirnya apa yang ia harapkan ternyata terkabul. Naura menerimanya bukan atas dasar perjodohan tapi atas dasar saling menerima satu sama lain.
"Iya mari kita belajar saling mencintai, menyanyangi, dan menyukai satu sama lain. Tegur aku jika aku salah dan puji aku jika selalu membuatmu bahagia"
"Iya aku akan belajar mencintaimu Kak Rey"
__ADS_1
Keduanya sama-sama tersenyum bahagia. Reyhan kemudian mengeluarkan kotak hitam yang berisi cincin berlian dan membukanya.
Reyhan berlutut dihadapan Naura.
"Naura Berlina, maukah kau menikah denganku ? Menjadi Istriku, ratu dihatiku, Ibu dari anak-anakku, hingga akhir waktuku ?" ucap Reyhan tulus dan penuh cinta
Naura menganggukan kepalanya ia sangat terharu dengan Reyhan. Saat lelaki berlomba-lomba untuk mengejar wanita dan hanya dijadikan pacar. Namun tidak dengan Reyhan ia ingin langsung mengajak Naura menikah. Reyhan tak ingin berlama-lama, ia tak mau menanggung dosa lebih dalam lagi. Baginya menghalalkan hubungannya dengan Naura adalah hal yang tepat. Tak perlu berpacaran, karena setelah menikah baginya ia bisa berleluasa untuk berpacaran dan menghabiskan waktu dengan pasangan.
"Iya aku menerimamu Kak Rey"
Reyhan menyematkan cincin berlian ke jari manis Naura. Tak tanggung-tanggung cincin yang ia pesan hanya ada tiga di dunia dan dengan harga yang fantastis. Karena terbuat dari batu berlian sancy berwarna kuning yang sangat langkah dan mahal tentunya.
Naura mengulurkan jari manisnya ia sampai mensteskan air matanya. Ia tak menyangka akan di lamar langsung oleh Reyhan. Lelaki yang belum lama ini dikenalnya. Hati Naura sungguh berbunga-bunga.
Setelah Reyhan menyematkan cincin dijari manis Naura. Reyhan memeluk Naura dan dibalas oleh Naura. Kemudian keduanya saling bertatap muka. Reyhan mencium kening Naura dengan cinta, kemudian turun ke bibir Naura. Naura membalas ciuman Reyhan. Reyhan merasa mandapatkan persetujuan. Ia kembali mencium bibir Naura ********** dan menyesapnya. Hingga hafasnya keduanya tersengal-sengal.
Kemudian keduanya kembali ke meja makan menyantap makanan mereka sambil bercanda tawa.
Setelah keduanya makan malam Reyhan mengajak Naura untuk jalan-jalan ke wisata taman malam. Pasangan yang baru saja jadian alias lamaran itu berjalan dengan pelan. Reyhan membuka jaket miliknya dan memakaikannya pada Naura karena udara dirasa sangat dingin.
Saat asyik berjalan-jalan tiba-tiba hujan turun. Naura sangat senang karena ia menyukai hujan. Reyhan yang kebingungan karena keduanya kini sudah basah kuyup. Reyhan lantas mengajak Naura untuk pergi dan masuk ke dalam mobil.
Hujan turun sangat deras hingga tak bisa pulang kerumah dengan sangat cepat. Hingga Reyhan mengajak Naura untuk ke apartemen pribadi miliknya. Mereka sampai ke dalam apartemen dengan kondisi pakaian yanh masih basah dan menahan dingin yang teramat dalam tubuh.
Reyhan mendekatkan diri pada Naura. Ia menatap Naura dengan tulus. Begitupun Naura. Keduanya kemudian berciuman dengan lembut dan menuntun. Reyhan ******* dan menghisap bibir manis Naura yang kini menjadj candu untuknya. Mereka terduduk di sofa dengan masih dalam bibir yang menyatu. Hingga ciuman Reyhan berpindah ke leher janjang milik Naura. Ia mencium leher Naura dan membuat Naura meremang hingga mengeluarkan suara mendesah.
"Ahh...."
Saat Reyhan menyesap leher Naura, Naura tersadar ia tahu apa yang mereka lakukan akan kelewat batas nantinya. Naura mendorong Reyhan hingga melepaskan pelukan dan ciumannya.
"Kak Rey Stop !"
Begitupun dengan Reyhan ia sadar apa yang dilakukannya pada Naura. Reyhan merasa bersalah. Ia meminta maaf pada Naura.
"Maafka aku, aku kelewat batas" ucap Reyhan penuh sesal
"Lekas mandi dan ganti bajumu dikamar, aku akan menelfon pelayang dan menyuruhnya untuk membelikanmu pakaian" ucapnya cepat dan mencium kening Naura dan masuk ke dalam kamar yang lain.
Naura hanya bisa mengangguk dan karena malu kemudian masuk ke dalam kamar.
Sedangkam Reyhan masuk ke dalam kamar mandi ia sedang menetralkan suhu tubuhnya dan bermain solo. Karena miliknya bangun saat berciuman dengan dengan Naura.
__ADS_1
"Oh..Naura...kau membuatku gila..." racau Reyhan sambil memainkan miliknya dan mendapatkan pelepasan.
.......