
Reyhan telah tiba dirumahnya ia membawa beberapa alat tes pack untuk Naura. Saat ia masuk ke dalam kamarnya ia melihat istrinya sedang merapikan pakaian di dalam lemari. Selama menikah Naura tak pernah menyuruh pelayan untuk membersihkan kamarnya karena itu privasinya dan suaminya.
"Sayang..." Reyhan memeluk istrinya dan mengecup keningnya.
"Udah Mas beli ?" tanya Naura melihat paperbag kecil yang Reyhan bawa.
Reyhan mengangguk antusias, kemudian Naura membuka paperbag itu mengambil 3 pcs alat tes pack dan membawanya ke kamar mandi dan Reyhan mengikuti istrinya karena penasaran.
Naura meletakkan air seninya di dalam wajah yang sudah disediakan ia memasukkan tiga jenis alat itu. Naura dan Reyhan harap dan cemas akan hasilnya.
Tak berselang lama hasilnya muncul ternyata benar ada dua garis disana. Naura mengambil alat dengan mata yang berkaca-kaca dan tangan yang bergetar.
"Mas..." lirih Naura saat menunjukkan hasilnya pada Reyhan.
Reyhan yang tahu itu ia menangis bahagia ternyata benar istrinya tengah hamil kembali. Ia memeluk Naura erat dengan deraian air mata, dan menciumi kening Naura bertubi-tubi.
"Kamu hamil lagi sayang" Reyhan kembali memeluk Naura. Penantian yang mereka tunggu selama ini ternyata terkabul juga begitupun Naura ia sangat bersyukur karena dirinya bisa hamil kembali.
"Besok kita ke dokter kandungan, okey !" ajak Reyhan dan dijawab cepat oleh Naura dengan anggukkan kepala.
__ADS_1
Reyhan memberikan kabar baik itu segera pada Papa Arya, Ayah Baskoro, dan Dion mereka sangat senang mendengar kabar itu begitupun dengan Al dia yang begitu bersemangat ketika tahu Mamanya sedang mengandung adik bayi.
"Mommy, kapan adik bayinya besar ?" Al mengelus perut rata Naura.
"Nanti sayang kalau sudah waktunya" jawab Naura
"Nanti adik bayi Al laki-laki atau perempuan, Mommy ?" Al terus bertanya
"Mommy enggak tahu sayang, nanti kita periksa kalau adik bayi sudah berumur 5 bulan"
"Apa 5 bulan ?" Al terpekik 5 bulan adalah waktu yang menurutnya.
"Dulu Al seperti itu dalam perut Mommy, butuh waktu 9 bulan Al baru lahir ke dunia" jawab Reyhan gemas dengan tingkah Al yang banyak bertanya.
"Ah...Al bukannya ada tugas sekolah ?" Naura mencoba mengalihkan percakapan mereka.
"Iya, ya sudah Al kembali ke kamar dulu" Al mencium pipi Mamanya dan pergi ke kamarnya sebelumnya ia mengelus perut Mamanya.
"Cepat besar ya adik bayi.."
__ADS_1
.
1 bulan kemudian kini tibalah hari wisuda Dion setelah acara wisuda itu di halaman kampusnya ia segara menjalankan misinya untuk melamar Yoona. Dion berlutut dihadapan Yoona dan itu mengundang pandangan mata semua orang saat Dion juga mengeluarkan cincin berlian yang sudah lama ia siapkan.
Paman Lim membulatkan matanya ia tak menyangka anak Bosnya itu memiliki hubungan dengan anaknya sendiri.
Papa Arya menepuk punggung Paman Lim dan tersenyum senang, sedangkan Paman Lim tak mampu lagi mengucapkan kata-kata saat ini asalkan anaknya bahagia itu sudah cukup baginya.
"Aih...padahal aku sudah menghafal kata-kata romantis untukmu, tapi aku lupa"
Semua yang mendengar itu tertawa.
"Yoona Lim maukah kau menikah denganku, menjadi pendampingku sampai akhir hayatku, hidup menua bersamaku dan anak cucu kita nanti ?" Jujur saja Dion begitu geli mengucapkannya sebab ia bukanlah tipe lelaki yang suka mengucapkan kata-kata manis seperti itu.
Yoona menoleh ke arah Papanya tatapannya meminta persetujuan dan Paman Lim tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya.
"Yes I do" jawab Yoona dengan mata yang berkaca-kaca karena bahagia dilamar oleh orang yang dicintainya.
Dion memasangkan cincin dijari manis Yoona dan memeluknya akhirnya sebentar lagi mereka akan bersama dalam ikatan suci pernikahan.
__ADS_1