
Seorang lelaki tampan baru saja tiba dibandara setelah merubah bentuk wajahnya, kini Alvaro bisa bernafas lega karena tidak akan dikenali oleh siapapun.
Ia kembali ke tanah air masih dengan obsesinya untuk mendapatkan Naura. Saat ini tujuannya adalah mencari celah agar bisa menculik Naura kembali dan mengurungnya agar tak lari lagi dari dirinya.
Saat diperjalanan menuju apartemennya yang baru, ia terfikir akan Ayah kandungnya. Pratama bagaimana nasib Ayahnya itu sekarang ? Bahkan ia tahu kalau Reyhan telah mencabut seluruh saham diperusahaan Ayahnya itu artinya perusahaan Ayahnya sudah bangkrut.
Diperjalanan menuju apartemennya ia memandang wajah cantik Naura dilayar hpnya, dan menciumnya.
"Aku datang Naura sayang..." ucap Alvaro dalam hati.
...*************...
"Mas diem dulu deh, belum selesai ini" Naura kini dalam fase ngidam kerena ingin melihat suaminya terlihat cantik dengan diberikan sedikit dandanan dan memakai baju dress bunga-bunga.
"Sayang, No ! jangan" Reyhan tak mau diberi lipstick oleh istrinya yang berwarna pink muda.
"Udah diem aja, nanti anak kita ngences mau ?"
Reyhan pun hanga bisa pasrah dirinya di make over oleh istrinya. Bahkan rambutnya kini sudah diberi bando berwarna pink.
"Sebenarnya anak kita itu laki-laki apa perempuan, sayang ?"
"Belum tau Mas, kan baru berapa minggu" ucap Naura santai dan menguncir rambut suaminya kecil-kecil.
"Besok kita jalan-jalan, mau ?" tanya Reyhan yang melihat tampilannya dicermin saat ini sudah seperti anak perempuan.
"Emang besok enggak ke kantor ?"
"Libur aja dulu sehari, kan Mas Bosnya"
__ADS_1
"Ya udah deh, okey Papa Reyhan" jawab Naura antusias.
...**************...
Keesokan harinya Naura dan Reyhan sedang menuju sebuah Villa pribadi milik keluarga Wijaya. Reyhan sengaja mengajak istrinya kesana bukan hanya untuk menghilangkan kebosanan istrinya tapi juga dirinya.
Sebelum menikah Reyhan sering datang ke Villa itu sendirian hanya sekedar menghilangkan penat.
"Wah...Mas tempatnya bagus sekali" Naura kagum dengan interior yang ada di dalam Villa dan pemandangannya.
Reyhan memeluk istrinya itu dari belakang dan mencium lehernya hingga Naura merasakan geli.
"Ayo kita ke kamar atas, pemandangannya jauh lebih indah jika di lihat dari atas" ajak Reyhan.
Saat berada didalam kamar semua dinding menggunakan kaca jelas saja menampilkan seluruh pemandangan area Villa.
Satu tangan Reyhan bergerak nakal memainkan dua bukit kembar milik istrinya itu. Sedangkan satunya lagi memainkan di intinya yang membuat Naura jadi merasa ingin hal yang lebih.
"Mas nanti ada yang lihat..." lirih Naura menggigit bibirnya menikmati permainan suaminya.
"Tidak ada yang berani datang ke Villa ini selain kita sayang" ucap Reyhan dengan suara beratnya.
Reyhan langsung saja membuka seluruh pakaiannya dan istrinya, melakukan penyatuan dari arah belakang yang membuat Naura serasa terbang ke atas awan.
"Mas.."
"Naura...Mas hamili kamu ya.." ucap Reyhan ditengah fantasinya bersama istrinya.
"Jangan Mas, aku masih kuliah..nanti Ayah marah..aah..."
__ADS_1
"Mas tanggung jawab..."
"Enggak Mas, aah...Mas..aah..."
"Naura..."
"Mas...eemmppphhh"
"aah...ahh..aah..."
...************...
Alvaro kini mendapatkan lokasi dimana kini Reyhan dan Naura berada dari orang suruhannya. Alvaro lega karena mereka hanya berdua dalam sebuah villa, itu artinya akan mudah baginya untuk menculik Naura kembali.
Alvaro menyusun rencana yang begitu matang untuk memiliki Naura.
Alvaro menjalankan mobilnya menuju villa tempat Reyhan dan Naura berada. Saat tiba didekat Villa Alvaro bergerak secara hati-hati agar dirinya tak diketahui.
Alvaro masuk ke dalam Villa dimana kondiri hari sudah malam, tak ada orang lain dalam Villa tersebut kecuali Reyhan dan Naura.
Alvaro membuka pintu kamar secara perlahan dilihatnya Reyhan dan Naura sedang tidur dengan saling memeluk.
Alvaro menyunggingkan senyumannya. Kemudian ia mendekati ranjang, namun saat ia hendak menyentuh Naura. Tiba-tiba lampu kamar menyala dengan sendirinya.
"Alvaro !"
Suara teriakan menggema di dalam kamar dan mengagetkan Alvaro.
Deg !
__ADS_1