
3 hari menjelang pernikahan.
Reyhan duduk ditaman belakang rumahnya, ia kini sedang melakukan video call dengan kekasih pujaan hatinya siapa lagi kalau bukan Naura yang 3 hari lagi akan menjadi istrinya.
"Sayang, nanti kita Honeymoon kemana ?" tanya Reyhan.
"Honeymoon, emang perlu ya Kak ?" jawab Naura polosnya.
Reyhan menghela nafasnya beginilah kalau memiliki calon istri yang tidak tahu soal pernikahan.
"Iya sayang, biar bisa cepet punya dede bayi" jawab Reyhan to the point.
Pipi Naura langsung memerah mendengar ucapan Reyhan.
"Terserah Kak Rey aja"
"Gimana kalo ke Cappadocia" tawar Reyhan.
Naura tertawa dan Reyhan bingung dengan ekspresi Naura. "Kenapa, sayang ?"
"Kak Rey, kayaknya kemakan film layangan putus deh" ledek Naura.
"Tidak, aku bahkan tidak menontonnya. Hanya saja Zidan yang menawarkannya pergi ke sana katanya disana tempatnya bagus sekali"
"Berarti Kak Rey, sudah dikerjai Kak Zidan, karena pasti Kak Zidan sudah kemakan film layangan putus"
Reyhan membulatkan matanya ia menjadi kesal dengan Zidan yang memberikan tawaran honeymoon pada Naura ke Cappadocia.
"Ya sudah tidak usah ke Cappadocia, nanti Kak Rey kasih kejutan saja Honeymoonnya dimana"
Naura menganggukkan kepalanya tanda ia setuju. Tak lama Naura dan Reyhan mengakhiri telfonnya. Karena Reyhan ada pekerjaan yang harus ia selesaikan, walaupun ia tak masuk ke kantor namun pekerjaan kantor tetap ia kerjakan dirumah supaya tidak menumpuk saat nanti ia cuti setelah menikah dengan Naura.
Sedangkan Naura, berjalan ke luar kamar dan tiba-tiba mendengar suara tukang bakso langganannya yang sering lewat didepan halaman rumahnya. Kondisi rumah sepi hanya ada dirinya pembantu, dan penjaga rumah. Sebab Dion pergi kuliah dan Ayahnya pergi bekerja.
Naur keluar dari rumahnya tanpa ada rasa curiga disekitar rumahnya, ternyata sudah ada mobil hitam yang menunggu Naura.
Naura hendak memanggil tukang bakso yang tidak terlalu jauh dari pandangan matanya, namun saat ia hendak teriak. Seseorang membekap mulutnya dengan sapu tangan yang sudah diberi obat bius. Naura pingsan dan dibawa dua orang berbaju serba hitam masuk kedalam mobil.
Naura dibawa kesebuah Villa tengah hutan yang cukup sejuk. Naura direbahkan kesebuah ranjang, kaki dan tangannya di ikat begitupun dengan mulutnya yang ditutup dengan lakban. Tak lama keluarlah laki-laki tampan yang sangat familiar. Ia menatap Naura dengan seringai diwajahnya. Ia mendekati dan membelai wajah cantik Naura. Tak lama Naura sadar ia membulatkan matanya melihat lelaki yang kini ada dihadapannya yang hanya berjarak 10cm. Naura meronta tangan dan kakinya di ikat tak mampu melakukan pergerakan.
Lelaki itu kemudian melepas lakban yang menutup mulut Naura dan membelai lembut bibir dan wajah Naura. Naura ketakutan dan menangis.
__ADS_1
"Alvaro..." Suara Naura tercekat ia tak menyangka Varo melakukan hal ini padanya.
"Iya Naura sayang..."
"Kamu mau apa ? lepaskan aku !" teriak Naura.
Varo menyunggingkan senyuman diwajahnya. Menatap Naura dari ujung kaki sampai kepala terlihat sangat seksi dimatanya. Apalagi saat inj Naura mengenakan celana Hotpants dan atasan kaos.
"Teriak saja Naura sayang, kau boleh teriak bahkan mendesah dibawah kungkunganku nanti" ucap Varo dengan suara paraunya. Varo membuka jaket yang melekat ditubuhnya. Kini Varo sudah bertelanjang Dada, menampilkan perutnya yang berbentuk kotak-kotak.
"Tidak..jangan...ku mohon jangan lakukan itu Varo. Atau aku akan sangat membencimu" ucap Naura cepat.
"Diam !" bentak Varo.
Naura semakin ketakutan ia hanya bisa menangis meratapi nasibnya, dalam hati ia terus berdoa agar ia cepat diselamatkan.
"Tuhan..tolong aku...Kak Rey, Dion..Ayah.." batin Naura dan tangis Naura semakin menjadi.
***********
Saat ini Ayah Baskoro bersama anak buahnya dimarkas sedang menyusun rencana untuk menemukan dimana letak keberadaan Naura. Begitupun Reyhan saat mendengar kabar Naura diculik, Reyhan panik dan segera mencari Naura bersama Zidan dan Dion.
"Kemana lagi kita harus mencarinya ?" tanya Reyhan tak sabar, karena khawatir dengan kondisi Naura.
"Tidak ada informasi apapun yang bisa melacak dimana Naura berada saat ini, bahkan dalam rekaman cctv pun mobil yang membawa Naura tak menunjukkan plat mobilnya" ucap Zidan sambil mengemudikan mobilnya.
"Naura...." lirih Reyhan "Apa dia punya musuh atau ada orang yang tak menyukainya ?" tanya Reyan pada Dion.
"Banyak orang yang tak menyukai Naura karena ia cantik dan pintar apalagi didunia model, semua orang merasa tersaingi olehnya." jawab Dion.
"Aarrghhh...!" Reyhan kesal dan emosi pikirannya buntu tak tahu kemana harus mencari keberadaan Naura.
"Zidan hentikan mobilnya !" ucap Reyhan tegas.
Reyhan, Dion dan Zidan turun dari mobil. Zidan mendekati Reyhan yang berdiri dibawah pohon pinggir jalan. Ia tahu saat ini Tuannya itu sedang dalam emosi pasti ia akan menjadi sasaran emosinya saat ini. Reyhan berbalik menatap Zidan, kemudian.
'buk'
'buk'
'buk'
__ADS_1
Reyhan memukul wajah Zidan sebanyak tiga kali sampai Zidan tersungkur diatas tanah yang ditumbuhi rumput.
"Kak apa yang kau lalukan ?" Dion membantu Zidan berdiri ia menatap Reyhan dengan penuh amarah. Kemudian ia mendekati Reyhan dan memukul wajah Reyhan.
'Buk'
"Apa Kaka sudah gila, hah !" bentak Dion "Aku tahu Kakak sedang frustasi mencari cari Naura, tapi bukan berarti Kak Rey melampiaskannya pada Zidan" sambung Dion lagi.
Reyhan terduduk dibawah pohon ia menitihkan air matanya fikirannya buntu dan menerawang apakah saat ini Naura baik-baik saja.
Tak lama Hp disaku celana Reyhan berdering ternyata Ayah Baskoro menelfonnya.
"Dimana Om !" ucap Reyhan cepat "Baiklah kami akan kesana !" sambungnya lagi.
"Kenapa ? ada apa Kak ?" tanya Dion begitu penasaran.
"Naura..ayo aku sudah tahu dimana dia berada"
Reyhan, Zidan, dan Dion menuju tempat dimana Naura kini berada. Reyhan membawa mobilnya dengan kecepatan penuh, dan hati-hati. Dalam fikirannya saat ini adalah ia harus bisa membawa Naura kembali dalam keadaan selamat.
"Tunggu aku sayang..." batin Reyhan.
*************
"Please...Varo jangan..." Naura menjerit ketika Varo mengungkung dirinya.
"Diam dan nikmati saja Nauraku sayang..." suara Varo semakin parau karena hasratnya sudah mulai menggebu.
Varo melepas ikatan kaki Naura ia menciumi kaki jenjang Naura. Sesekali Naura menendang Varo hinggal kejungkal kebelakang. Hal tersebut membuat Varo semakin marah dan liar. Naura tak bisa melepaskan diri karena kedua tangannya diikat dikedua sisi ranjang.
'Plak'
Varo menampar wajah mulus Naura, hingga meninggalkan warna merah cap 5 jari tangan Varo.
"Diam !" bentak Varo.
Naura menangis semakin menjadi-jadi. Varo kembali memulai aksinya. Menciumi kaki mulus Naura, kemudian ke pipi kanan kiri Naura, turun ke leher jenjang Naura yang begitu menggoda.
Naura memberontak agar Varo tak fokus melakukan aksinya. Saat Varo masih mencumbui Naura. Tiba-tiba pintu kamar dibuka dan menghentikan aksi Varo seketika.
'brak'
__ADS_1
"Ya Tuhan tolong aku...hiks hiks hiks"