Terjebak Pesona Naura

Terjebak Pesona Naura
PULANG KERUMAH


__ADS_3

Keesokan harinya Naura dan Reyhan pulang ke kediaman Wijaya. Kedatangan Reyhan dan Naura disambut hangat oleh Papa Arya, Ayah Bakskoro dan juga Dion.


"Selamat datang Naura..." ucap Papa Arya sambil memeluk menantunya itu.


"Papa jangan peluk-peluk istriku" Reyhan menarik Naura dari pelukan Papanya.


Dion yang melihatnya menjadi jengah, ternyata Kakaknya sangat overprotektif, cemburuan, dan bucin.


"Ayo kita makan siang bersama, Bik Narti sudah menyiapkannya untuk kita" ajak Dion.


Saat di meja makan suasana menjadi hangat karena keluarga Wijaya dan Baskoro sudah menjadi satu keluarga.


"Naura, kamu enggak lupa sama Ayah kan ?" tanya Baskoro memandang anak perempuannya itu dengan mata sendu. "Rey, Ayah minta padamu sering-seringlah menginap dirumah Ayah nanti. Ayah kesepian setelah Naura menikah" pinta Baskoro pada Reyhan.


"Ayah jangan seperti itu, Naura pasti sering mengunjungi Ayah" lirih Naura.


"Iya Ayah, kami akan sering berkunjung kerumah Ayah nantinya. Ayah tenang saja aku tidak akan membatasi gerak Naura jika ia ingin berpergian kemanapu termasuk kerumah Ayah, walaupun Naura sudah menikah denganku" tutur Reyhan.


"Baiklah terimakasih banyak Rey, Ayah percayakan Naura bersamamu tolong kau jaga dia dan sayangi dia"


Tak ada Ayah didunia ini yang tak menyayangi anak perempuan mereka. Cinta pertama anak perempuan adalah Ayahnya begitpun sang Ayah kasih sayang kedua setelah seorang istri adalah anak-anaknya terutama anak perempuannya.


Usai makan siang keluarga itu, Reyhan mengajak Naura untuk melihat kamarnya di lantai atas. Reyhan membukakan pintu kamarnya, Naura tertegun melihat kamar suaminya yang yang bernuansa hitam abu-abu itu.



Naura mendudukkan dirinya disisi ranjang. Kemudian ia mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar, bahkan tak ada satupun foto suaminya disana.

__ADS_1


"Kita tidak akan lama tinggal disini sayang...sebab aku sudah menyiapkan rumah untuk kita" ucap Reyhan mengelus rambut istri tercintanya.


"Kapan Mas Reyhan menyiapkannya ?"


"Sudah dua bulan yang lalu saat aku melamarmu, sudah istirahlah terlebih dahulu. Aku mau mengecek pekerjaan kantor sebentar di ruang kerja sebelah kamar kita" Reyhan mengecup kening istrinya dan beranjak dari duduknya kemudian pergi meninggalkan istrinya.


Naura masih mengedarkan pandangan ke seluruh kamar suaminya itu entah fikiran dari mana ia malah kepo kenapa tidak ada satupun barang-barang almarhumah Sofia. Bahkan sepertinya kamar ini jarang sekali digunakan.


Lama Naura berfikir ia kemudian masuk ke dalam walk in closet milik suaminya itu ia jadi ternganga ketika melihat barang pribadi suaminya yang begitu luas.



Pada saat ia menatap kagum barang pribadi milik suaminya, ia kemudian berbalik dan melihat ada satu walk in closet lagi. Naura serasa tak percaya ternyata sudah ada pakaian wanita disana lengkap dengan tas, sepatu, bahkan pakaian dalam sekalipun.


Naura penasaran kemudian membuka lemari pakaian itu dilihatnya semua barang-barang didalam sana masih baru, tak mungkin milik almarhum Sofia.



Tiba-tiba ia merasa ada tangan kekar sedang memeluk dirinya dari belakang. Naura terkejut dan refleks memelintir tangan itu kemudian berbalik badan.


"Aawww...sakit" Reyhan meringis marena menahan sakit pada jari jemarinya.


"Hah..maaf maaf Mas, aku enggak sengaja"


"Tidak ada orang lain yang berani masuk ke sini kecuali aku sayang"


"Iya maaf refleks..."

__ADS_1


"Bagaimana kau suka walk in closetnya ? Aku bertanya pada Dion apa warna kesukaanmu" tutur Reyhan mengajak Naura duduk di kursi sofa yang ada disana.


"Iya aku suka Mas, makasih ya" balas Naura tersenyum manis.


Bibir manis itu membuat Reyhan tak dapat menahan diri dengan lembut dia mendekatkan bibirnya ke bibir istrinya. Menyesap dan **********, ciuman itu semakin panas ketika istrinya juga membalas permainannya. Lidah mereka saling membelit.


"Aku menginginkanmu, Baby" bisik Reyhan dengan suara beratnya.


"Tapi kita sedang di..." ucapan Naura terputus karena Reyhan tiba-tiba mencium kembali bibirnya. Entah sejak kapan mereka kini sudah dalam keadaan polos tanpa sehelai benang.


Reyhan mendudukkan istrinya di pangkuannya meminta agar memimpin permainan mereka.


Naura meracau karena ini adalah posisi yang berbeda saat ia bermain dengan suaminya.


Tak puas dengan satu gaya Reyhan mengajak Naura berdiri dan menghadap kaca. Reyhan menundukkan tubuh istrinya dan melakukan penyatuan dari arah belakang. Hingga mulut Naura menganga, matanya terbuka dan tetutup merasakan kenikmatan.


"Ah...sayang..Naura kau sangat sempit sekali" Racau Reyhan saat merasakan milik istrinya yang begitu nikmat.


"Mas...oh..aku mau keluar"


"Bersama sayang..oh..."


"Emmpphh..Mas.." Kaki Naura bergetar ketika ia mendapatkan pelepasannya dan disusul oleh suaminya.


"Naura..Bismillah...Aaarrrgghh..." Reyhan meledakkan tinta putih itu ke dalam milik istrinya hingga masuk tak tersisa.


Reyhan mengelap peluh di dahi istrinya dan memeluk istrinya. "Terimakasih sayang, kamu luar biasa" ucap Reyhan mengecup pipi istrinya dari arah belakang.

__ADS_1


Reyhan menggendong istrinya masuk ke dalam kamar mandi dan mandi bersama kemudian seperti biasa ia memakaikan baju istrinya, menyisir dan mendandani istrinya itu. Kemudian mengajaknya untuk tidur sebentar.


__ADS_2