Terjebak Pesona Naura

Terjebak Pesona Naura
PATAH LAGI


__ADS_3

4 bulan berlalu usia kandungan Naura kini memasuki 6 bulan dan sudah terdeteksi jenis kelaminnya. Baby Boy, calon penerus generasi keluarga Wijaya.


Naura awalnya sempat bingung kenapa anaknya laki-laki bukan perempua. Padahal pada trimester pertama ia selalu ngidam ingin mendandani suaminya agar tampil seperti anak perempuan.


Naura tengah menikmati sore hari dihalaman belakang rumahnya. Ya, sudah 4 bulan ini Naura dan Reyhan pindah.


Naura sedang memakan cemilan berupa buah-buahan. Tak lama terdengar suara Dion memanggil namanya.


"Ra..Lo dimana ?" teriak Dion karena rumah Kakaknya itu sangat besar.


"Di belakang" ucap Naura juga berteriak.


Dion berlari menghampiri Naura dengan membawa paperbag berisi makanan kesukaan Naura.


"Tara..." Dion menyodorkan paperbag ke hadapan Naura yang setengah berbaring dikursi pinggiran kolam renang.


"Apaan nih ?"


"Ayam goreng kremes Pak Gendut"


"Waah...enak nih" Naura membuka paperbag dan membuka cup makanan tersebut lalu memakannya.


Tak lama Reyhan pulang dari kantor dan menghampiri istri dan adiknya.


"Sayang" sapa Reyhan

__ADS_1


Naura bebalik kemudian berdiri dan mencium punggung tangan suaminya itu. Reyhan mengecup kening istrinya dan memeluknya.


"Ada Dion ?" tanya Reyhan pada Naura dan Naura mengiyakan ucapan suaminya.


"Dia bawaain ayam kesukaan Naura" ucap Naura.


Reyhan menganggukkan kepalanya mengerti. Namun Dion tak ingin berlama-lama ia harus pamit karena harus menemui Valentina dirumahnya.


"Aku pamit Kak Rey, Bye Ra, Bye calon keponakan Om Dion" Dion pergi dari kediaman Kakaknya dan pergi menuju rumah kekasih hatinya.


Dalam perjalanan ke rumah Valen, Dion membawa sebuket bunga yang akan ia berikan pada Valen. Rencananya ia akan membawa Valen pergi jalan berdua dan makan malam bersama. Sebab hanya diwaktu akhir pekan ia bisa bertemu dengan Valen, karena kesibukannya di kantor ia tak punya waktu lebih menemui Valen.


Dion menepikan mobilnya tidak jauh dari pelataran rumah Valen. Matanya mengernyit ketika melihat sebuah mobil mewah bewarna hitam masuk ke dalam halaman rumah Valen.


Tak lama pintu mobil terbuka Valen dan seorang pria sebaya dengan Reyhan turun dari mobil. Valen memeluk pria itu dan pria itu memberikan kecupan di kening dan pipi Valen.


Mata Dion membulat sempurna tak menyangka apa yang ia lihatnya hari ini orang yang ia cintai, benarkah menghianatinya ?


Dion melangkah mendekati Valen bersama pria itu.


"Valen.." ucap Dion dengan bibir gemetar.


Valen membulatkan matanya kenapa ada Dion dirumahnya. Tatapan pria itu seolah memberikan pertanyaan, siapa lelaki di hadapan mereka kini.


Valen gugup tak tahu apa yang akan ia lakukan.

__ADS_1


"Siapa ?" tanya Dion pada Valen pandanganya kemudian tertuju pada pria disampingnya.


Valen memejamkan matanya, dan mengepalkan kedua tangannya.


"Dia..." Valen membuka suara.


"Perkenalkan saya Gabriel, calon suami Valentina" Pria yang bernam Gabriel itu menjulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Dion.


Dion hanya menatap tangan itu kemudian menyunggingkan senyumannya, senyuman yang mengandung kekecawaan terhadap Valen.


Dion menyerahkan buket bunga ditangannya, kemudian berkata. "Selamat Valen, maaf jika selama ini aku selalu mengganggumu. Terimakasih sudah memberiku cinta lengkap dengan rasa sakitnya. Aku tak akan menganggumu lagi. Itu buket bunga terakhir dariku." ucap Dion dingin tatapannya tajam begitu kecewa dan sakit menerima kenyataan ini.


Dion pergi meninggalkan Valen yang diam mematung ditempatnya. Dion masuk ke dalam mobil dan menutupnya dengan kasar.


Valen tersadar dan mencoba mengejar Dion namun tak berhasil karena mobil Dion sudah jauh dari pandangannya


"Apa hubunganmu dengannya Val ?" tanya Gabriel dengan tatapan tajam.


Valen hanya bisa diam kemudian matanya berkaca-kaca melihat buket bunga yang dipegangnya kini. Ia sadar sudah menghianati lelaki sebaik dan setulus Dion. Hanya karena cinta pertamanya telah kembali, ia sampai membuat Dion terluka.


Air mata itu jatuh dari pelupuk mata Valen, begitupun Dion yang saat ini sedang diperjalanan membawa mobilnya.


"Kenapa aku harus merasakan patah untuk kedua kalinya" ucap Dion dalam hati


"Maafkan aku Dion" ucap Valen dalam hati memeluk buket bunga pemberian Dion.

__ADS_1


__ADS_2