
Pagi hari Naura menggeliat mengerjapkan kedua matanya dilihat diatas atas jam sudah menunjukkan pukul 06.00 Wib. Tidurnya sangat nyenyak semalam karena ia tak diganggu oleh suami mesumnya.
Saat ia hendak bangun ia merasakan ada tangan kekar yang melingkar diperutnya. Ia membulatkan matanya kemudian menyibakkan selimut ternyata suaminya sedang meringkuk di dalam selimut sambil memeluk perutnya.
Pertanyaannya bagaimana suaminya itu bisa masuk ke dalam kamar sedangkan pintu kamar sudah ia kunci.
Dengan gerakan perlahan ia bangkit dari atas kasur, namun sayang suaminya itu bangun dan menahan pergerakan Naura. Hingga kini Naura dipeluk layaknya bantal guling.
"Sebentar aja sayang, please" ucap Reyhan menahan Naura agar tak bergerak dari pelukannya.
"Mas kenapa bisa masuk, kan udah aku kunci pintunya"
"Mas cari kunci cadangan di ruang kerja, Mas enggak bisa tidur kalo enggak peluk kamu"
"Enggak bisa dipeluk apa enggak bisa diajak main ?" ledek Naura
"Dua-duanya lah..."
"Udah Mas, ini udah pagi aku mau mandi dan bikin sarapan"
"Udah enggak usah mikirin sarapan ada pelayan yang mengurusnya nanti, tidur lagi saja sebentar"
Naura mendengus kesal dengan kelakukan suaminya. Perlahan ia melihat wajah tampan suaminya itu yang terlelap kembali sembari memeluk dirinya. Naura melepaskan pelukan itu secara perlahan, dan masuk ke dalam kamar mandi guna membersihkan diri.
Waktu telah menunjukkan angka 7 pagi semua sedang menyantap sarapan pagi. Hari ini Dion akan berangkat ke Korea selama beberapa hari.
"Jika ada kendala segera hubungi Kakak, Dion" ucap Reyhan pada Dion.
"Iya Kak, tentu"
"Ini proyek barumu untuk pengalaman pertamamu, semoga berhasil..dan semoga kedepannya kau terbiasa dengan kesibukan menjadi seorang CEO" sambung Reyhan lagi.
"Terimakasih Kak Rey" balas Dion dengan tersenyum.
"Kau sudah menghubungi Ayahmu, Dion ?" tanya Papa Arya
"Sudah Pa, kemarin sore aku menemuinya"
"Ra, nanti mau dibawakan apa ?" tanya Dion pada Naura.
__ADS_1
"Oppa Lee Jong Suk" jawab Naura cepat
Reyhan membulatkan matanya dan menatap istrinya sambil berdengus kesal, memang sejak dulu istrinya itu mengidolakan Oppa-oppa korea.
Dion terkekeh mendengar permintaan Naura "Baiklah jika dia mau ku bawa pulang, tapi jika dia tidak mau. Aku akan bawakan salju saja"
"Emang masih beku sampe sini ?" tanya Naura
"Enggak" jawab Dion sambil tertawa begitupun Naura.
Papa Arya merasa bahagia akhirnya dikeluraganya ini sudah terjalin hubungan yang hangat semenjak Reyhan dan Dion berbaikan, apalagi sudah ada Naura.
Setelah sarapan pagi itu, Reyhan sengaja mengajak istrinya ke kantor. Ia tak mau istrinya ngambek lagi dan berujung tidur di luar kamar.
Dion sudah pergi ke Bandara ditemani oleh Papa Arya, dan disana sudah ditunggu oleh Lim asissten pribadi Papa Arya yang masih gagah diusianya.
Tiba di Bandara Dion berpamitan dengan Papa Arya ia akan segera pergi.
"Lim, semoga perjalanan Bisnis kalian lancar, terimakasih masih setia melayani keluargaku, bahkan kau sabar mengajari Dion" ucap Papa Arya pada Lim.
"Sudah menjadi tugasku, Tuan"
"Iya, Tuan. Aku akan membawa anakku pulang bersamaku, doakan urusanku semoga cepat selesai"
"Terimakasih Tuan, kami pamit undur diri. Ayo tuan muda Dion" ajak Lim pada Dion.
...***************...
Di ruang kerja Reyhan tengah sibuk mengerjakan pekerjaannya, sedangkan Naura melihat majalah yang ada dipangkuannya sambil duduk bersandar dikursi sofa.
"Mas, aku bosen..." suara rengek Naura
Reyhan menghentikan aktivitasnya sejenak dan menatap Naura kemudian tersenyum.
"Lima menit lagi ya, sedikit lagi selesai" ucap Reyhan tanpa beranjak dari duduknya.
Tak lama pekerjaan Reyhan selesai ia kemudian mendekati istrinya yang sudah terlelap tidur dengan kaki yang berselonjor disofa.
Reyhan mengecup kening istri tercintanya dan mengelus perut rata yang sudah ada malaikat kecil di dalamnya.
__ADS_1
"Terimakasih sudah hadir disini Nak, jangan menyusahkan Mamamu Okey" ucap Reyhan seorang diri.
Naura menggeliat dan membuka matanya pandangannya menatap manik mata suaminya yang sudah duduk disebelahnya.
"Mas sudah selesai ?" tanya Naura
Reyhan merapikan anak rambut istrinya dan tersenyum.
"Iya, ayo kita keluar. Katanya bosan" tawar Reyhan.
"Beneran ?"
"He'em, ada tempat yang mau kau kunjungi ?"
"Aku...ingin makan bakso" cicit Naura
"Bakso ? tapi Mas enggak mau kamu jajan sembarangan"
Naura cemberut kemudian meraih tas selempangnya dan berjalan mendahului suaminya. Reyhan mengusap kasar wajahnya kembali lagi istrinya itu merajuk padanya.
"sabar-sabar Ibu Hamil memang begitu" ucap Reyhan dalam.hati
Reyhan mengikuti Naura kemana ia pergi, jalan kaki. Iya tak jauh dari gedung perusahaannya terdapat bakso yang lagi viral di media sosial.
Naura mendudukan dirinya di kursi dan memesan 6 mangkok aneka jenis bakso yang ingin dia makan.
Reyhan melongo tak percaya, apakah itu bawaan bayi dalam perut istrinya hingga nafsu makan istrinya begitu tinggi.
Naura makan dengan lahapnya karena memang bakso tersebut sangatlah enak. Reyhan menelan ludahnya ingin sekali ia memarahi istrinya agar jangan terburu-buru saat makan, namun ia tahan agar istrinya itu tidak ngambek lagi.
Naura menatap suaminya sekila, kemudian menusukkan satu petol bakso digarpu dan menyerahkannya pada suaminya.
"Makanlah...ini sangat enak" ucap Naura menyerahkan garpu itu pada Reyhan.
Reyhan mau tidak mau menerimanya dan memakan bakso tersebut, Reyhan membulatkan matanya saat ia menggigit bakso tersebut, ternyata rasanya begitu nikmat.
Reyhan kemudian mengambil satu mangkok bakso dan memakannya hingga habis tak tersisa.
Naura hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku suaminya itu.
__ADS_1
"Akhirnya Mama bisa lihat Papamu makan bakso, Nak" ucap Naura dalam hati sambil mengelus perut ratanya, karena sebenarnya Naura sedang ngidam ingin melihat suaminya makan bakso dihadapannya.