
3 hari kemudian Riska dan keluarganya datang berkunjung ke rumah Naura. Naura dan Reyhan menyambut hangat mereka. Apalagi Al ia sudah tak sabar untuk bermain dengan Amora.
"Kenapa semua mainanmu robot ?" tanya Amora pada Al yang kini tengah duduk.dikarpet bulu ruang televisi disana juga ada Riska, Naura, Reyhan dan Zidan yang sedang berbincang-bincanng.
"Karena aku laki-laki !"
"Tapi temanku laki-laki juga disekolah ada yang mengoleksi boneka !"
"Mana boleh anak laki-laki main boneka"
"Kenapa ?"
"Berarti dia bukan laki-laki tapi perempuan"
"Oh ya ?"
"Huh ternyata enggak asik disini enggak ada boneka, harusnya kamu punya adik perempuan supaya ada boneka"
"Adik ?" ulang Al dengan polosnya
"Iya adik seperti aku, aku punya adik tapi adikku laki-laki dan sebentar lagi aku juga punya adik bayi lagi tapi masih diperut Mommy"
Al menoleh kemudian mendekat ke arah Mommy, dengan polosnya ia melihat perut Riska yang masih rata.
"Mommy Riska, mana adik bayinya ?" tanya Al
"Adik bayi ?" Riska bertanya balik, sedangkan Reyhan, Zidan, dan Naura melihat interaksi anaknya dan Riska.
"Iya kata Amora, ada Bayi di perut Mommy ?"
"Iya tapi bayinya masih kecil sekali"
__ADS_1
"Oh, kapan dia besar ?"
"Nanti sayang, kalau sudah 9 bulan"
"Hah 9 bulan ?" Al terkejut dengan polosnya.
"Kenapa ?" tanya Riska
"Lama sekali kalau 9 bulan, kalau Al punya adik itu artinya Al sudah masuk sekolah SD" jawab Al dengan lantang dan polosnya. Sedangkan Reyhan dan Naura membulatkan matanya, kemudian Reyhan menggenggam tangan istrinya itu dengan lembut dan tersenyum.
"Al mau adik ?" tanya Naura
"Iya Mommy, seperti Amora. Al mau dipanggil Kakak"
Naura hanya diam saja tak mampu menjawab ucapan Al sedangkan Rey mulai mengalihkan pembicaraan mereka agar Al tak terus meminta adik pada Mamanya.
"Zid, ajaklah istri dan anakmu istirahat terlebih dahulu. Bukankah besok kita akan wisata kulined ?"
"Iya Bang" jawan riska
Malam semakin larut tepatnya pukul 11 malam Naura tak dapat memejamkan matanya ia terus memikirkan dirinya kenapa tak kunjung hamil kembali dalam waktu 5 tahun ini.
Reyhan yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya saat masuk ke dalam kamar ia mendapati istrinya sedang melamun, bahkan kedatangannya pun tak terhiraukan.
"Sayang, kenapa hem ?" tanya Reyhan memegang bahu Naura.
"Eh, Mas udah selesai ?" Naura terperanjat kaget ia tak tahu kapan suaminya itu ada disampingnya.
"Kenapa, kamu mikirin apa ?"
"Mas, kenapa aku tak kunjung hamil lagi setelah melahirakan Al" tanya Naura menatap manik mata suaminya.
__ADS_1
Jantung Reyhan semakin cepat berdetak ia tahu suatu saat nanti Naura pasti akan menanyakan hal ini, sangat kecil sekali kemungkinan istrinya bisa hamil kembali.
"Mas kamu nyembunyiin sesuatu ya sama aku ?" tanya Naura penuh selidik karena ia merasa ada yang disembunyikan oleh suaminya.
"Ti..tidak Sayang, beneran"
"Jangan bohong kamu Mas !"
"Serius, sayang. Sayang walaupun kamu tak hamil lagi apa cinta dan kasih sayangku berkurang hem ? tidak kan, sudah jangan terlalu difikirkan mungkin belum rezeki kita lagi untuk mempunyai anak kembali" bujuk Reyhan menenangkan hati Naura.
"Tapi Mas..." lirih Naura
"Sudahlah, nanti suatu saat kalau kita diberi kepercayaan kembali sama Allah pasti kita punya anak lagi"
Reyhan memeluk Naura erat, jujur saja ia tak mau Naura menjadi terbebani fikiran karena tak kunjung hamil kembali.
"Tapi Al mau adik" cicit Naura.
Reyhan menatap istrinya kemudian tersenyum dan merapikan anak rambut didahi istrinya.
Reyhan mengecup sekilas bibir manis istrinya itu.
"Ayo bikin adik untuk Al" Reyhan tersenyum nakal sedangkan Naura pipinya sudah merona. Sudah dipastikan malam ini mereka akan melakukan ritual malam panas sampai pagi. Sebab Suaminya itu sangat ahli dan tak pernah lelah untuk menjamahnya. Begitupun Naura ia juga sangat mengharapkan kehadiran buah hati kembali.
Pertarungan sengit diatas ranjang itu berlangsung sampai jam 4 subuh setelah Reyhan mengeluarkan semuanya di dalam rahim Naura.
"Aaaaarrrggghhhh"
"aah..ah..ahh.."
Tubuh Reyhan ambruk disamping Naura, ia memeluk tubuh lolos istrinya itu dan mengecup kening istrinya.
__ADS_1
"Maafkan aku sayang, aku tak bisa memberitahumu yang sebenarnya aku takut kau menjadi stress karena banyak fikiran" batin Reyhan sudut matanya sudah membasah karena air mata.