
Selama 4 bulan ini Riska tak pernah lagi bertemu dengan Zidan. Awalnya ia pikir Zidan akan seperti pertama kali bertemu selalu mengikutinya ternyata anggapannya salah. Riska membiarkan begitu saja tentang Zidan.
Saat ini ia tengah fokus menjadi seorang penyanyi. Ia pernah bekerja paruh waktu disebuah Caffe, dan suara merdunya didengar oleh seorang sutradara musik yang sedang makan dicaffe itu, ia langsung tertarik dengan Riska dan menawarinya untuk menjadi seorang penyanyi sungguhan.
3 bulan sudah ia menyelesaikan rekaman untuk lagu-lagunya, saatnya melihat apakah lagu yang ia bawakan laku dipasaran.
Untuk pertama kalinya hari ini Riska tampil disebuah acara musik televisi swasta. Pada saat yang bersamaan juga Naura sedang menyaksikan itu, ia tahu sahabatnya akan tampil perdana.
Naura menatap Riska tak percaya dengan apa yang dilihatnya di televisi, mungkinkah itu benar Riska. Begitu cantik dan seksi.
Bahkan Naura mengajak Reyhan untuk menonton, Reyhan pun tak menyangka jika sahabat istrinya bisa menjadi seorang penyanyi pendatang baru.
"Mas, itu beneran Riska kan ? aku enggak salah lihat kan ?" tanya Naura tak percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini.
"Mana Mas tahu, kamu yang paling dekat dengannya"
"Kok bisa secantik itu ?"
"Kerena mungkin dia tak pernah berdandan, sayang. Kalau Riska sudah seperti itu, Mas yakin Zidan pasti akan kembali mengejar Riska"
...*************...
Dering ponsel mengagetkan Zidan dari
lamunannya, ternyata Reyhan menelfonnya.
"Ada apa Rey ?" tanya Zidan
__ADS_1
"Tontonlah televisi sekqrang dichannel 8 Zid, cepat. Ini perintah"
Zidan mendesah untuk apa ia menonton tv fikirnya, tapi ia tetap menyalakan televisinya. Ia membulatkan matanya apa benar dengan yang dilihatnya saat ini Riska tengah bernyanyi diatas panggung. Begitu cantik dan seksi.
"Riska !" Zidan terkejut dengan apa yang dilihatnya saat ini.
"Kau masih mendengarku Zid ?" tanya Reyhan
"I..iya Rey"
"Kau sudah lihat gadis incaranmu itu akan menjadi penyanyi...." belum sempat Reyhan selesai bicara, Zidan mematikan sambungan telfonnya dan pergi keluar apartemen menuju tempat acara musik itu berlangsung.
"Kau bodoh, Zid. Membiarkan Riska begitu saja" Zidan mengumpat dirinya sendiri.
Zidan telah sampai ditempat acara musik berlangsung namun tak menemui dimana keberadaan Riska. Zidan berulangkali menelfonnya namun tak diangkat. Hingga panggilan ke 10 kali, Riska mengangkat telfonnya dan menjelaskan dimana dia sekarang berada.
"Apa kabarmu ?" tanya Zidan memperhatikan Riska yang jauh berbeda 180°
"Baik...Tuan sendiri ?"
"Kau memilih jalan menjadi penyanyi, apa ini murni keinginanmu sendiri, Riska ?" tanya Zidan masih menatap manik mata Riska.
"Aku butuh uang Tuan, usaha Ayahku gulung tikar sedangkan aku butuh biaya kuliah dan sekolah kedua adikku" jawab Riska
"Begitu ada kesempatan untuk menjadikanku seorang bintang, apakah aku harus menolak ? Aku hanya tak mau menyianyiakan kesempatan" ucap Riska jujur.
"Gadis yang mandiri" ucap Zidan dalam hati.
"Ada yang ingin Tuan sampaikan lagi padaku ? jika tidak aku harus tampil lagi untuk yang terakhir" ucap Riska
__ADS_1
Zidan hanya diam memandang Riska lekat-lekat jujur saja ia sangat rindu dengan Riska saat ini.
Saat tak mendapatkan jawaban dari Zidan, Riska hendak pergi namun pergelangan tangannya dicekal oleh Zidan dan tubuh Riska menabrak dada bidang Zidan.
Manik mata mereka saling bertemu, Zidan merengkuh pinggang Riska. Dan mengatakan sesuatu yang dapat membuat jantung Riska seakan melompat dari tempatnya.
"Apa kau benar tak memiliki perasaan padaku ?" tanya Zidan
Riska hanya diam tak mampu menjawab pertanyaan Zidan.
"Katakan sekali lagi jika kau tak menyukaiku, maka aku takkan lagi menemuimu" ucap Zidan lagi.
Iya pertemuan terakhir Zidan bersama Riska saat dirinya mengantar Riska pulang kerumah. Riska yang sedang putus cinta, dan saat itu Zidan mengutarakan perasaannya pada Riska. Namun mendapatkan penolakan untuk kedua kalinya.
Zidan tentu merasa kecewa itu sebabnya sejak 4 bulan ini ia tak menemui Riska lagi, bahkan ingin tahu bagaimana kabarnya.
Namun, setelah melihat Riska tampil ditelevisi dan menjadi seorang penyanyi. Ia kembali menemui Riska dan memastikan apakah benar Riska tak memiliki rasa padanya sedikitpun.
"Katakanlah..." lirih Zidan
"Tu..tuan..Maaf..aku sendiri bingung dengan perasaanku, apakah aku menyukaimu atau tidak" ucap Riska jujur
Zidan menyunggingkan senyumnya "Beri aku kesempatan, please" ucap Zidan memohon
Riska mengiyakan permintaan Zidan, dan tentu itu membuat Zidan merasa senang.
Zidan dengan cepat ******* bibir seksi Riska, dan Riska terkejut mendapatkan ciuman mendadak itu. Namun, Riska menikmati ciuman itu tanpa sadar Riska mengalungkan tangannya ke leher Zidan.
Tanpa mereka sadari ada reporter yang sedang merekam kejadian itu secara tersembunyi. Mereka yakin itu akan menjadi berita scandal yang besar. Seorang penyanyi pendatang baru yang berpacaran dengan Zidan Alexander pewaris Xander Grup, anak pengusaha suskes di Singapura.
__ADS_1