Terjebak Pesona Naura

Terjebak Pesona Naura
NAURA PERGI


__ADS_3

"Sayang kamu dimana ?" Reyhan mencari-cari keberadaan Naura namun tak ada di dalam kamar. Reyhan mencari dikamar Al disana juga hanya ada Al dan Nita yang sedang belajar menggambar.


"Al...dimana Mama ?" tanya Reyhan yang baru saja pulang dari kantor masih mengenakan jasnya.


"Mama apa kamu melihatnya ?" ulang Reyhan


"Tidak, tadi sepulang sekolah Al langsung tidur siang sore Al mandi dan ini Al belajar menggambar tugas yang diberikan oleh Ibu Guru disekolah" terang Al


Reyhan menghusap wajahnya kasar kemana istrinya berada sejak tadi ia mencarinya namun tak ketemu.


"Apa kau melihatnya, Nita ?" tanya Reyhan pada Nita.


"Tidak Tuan" Jawab Nita tak berani menatap majikannya itu.


"Al, kamu jangan kemana-mana okey. Tetap dirumah, Papa akan mencari Mama"


"Memangnya Mama kemana ?"


"Hem..mungkin Mama keluar sebentar"


"Baiklah, hati-hati Papa"

__ADS_1


Reyhan mengecup kening putranya itu dan keluar dari kamarnya. Saat ia hendak menuruni anak tangga, ia melihat pintu ruang kerjanya yang tidak tertutup. Ia kemudian masuk ke dalam ruang kerjanya siapa tahu Naura ada disana.


Ia mengedarkan pandangannya namun hasilnya nihil tak ada Naura di dalam sana. Tiba-tiba matanya menangkap sebuah amplop map coklat yang tergeletak dilantai. Ia mendekatinya dan mengambilnya ternyata itu adalah map pemeriksaan Naura, bahkan isinya pun sudah keluar dari tempatnya.


Nafas Reyhan memburu detak jantungnya pun berpacu dengan cepat. Ia menerka-nerka mungkinkah Naura sudah membacanya, dan marah padanya lalu pergi meninggalkannya tanpa pamit.


Reyhan kemudian bergegas turun ke lantai bawah dan mengumpulkan seluruh pelayan dirumahnya.


"Katakan apa saja yang dilakukan Nyonya hari ini !"


"Nyonya pagi hari hanya berada dikamar atas tuan kemudian tak lama ada Tuan Alex datang, setelah Tuan Alex pergi tak lama Nyonya juga pergi meninggalkan rumah dengan taksi" ucap kepala pelayan taku-takut.


"Apa dia memberitahu pergi kemana ?"


Reyhan memejamkan matanya ia sudah menduga pasti Naura sudah membaca isi dalam berkas itu.


Reyhan kemudian pergi keluar rumah dan mencari keberadaan Naura. Ia semakin frustasi kemana ia akan mencarinya, sedari tadi ia menelfon Naura namun tak kunjung diangkat bahkan pesannya pun tak dibalas sama sekali.


"Alex, lacak keberadaan Nyonya sekarang ! Aku tunggu 5 menit !" perintah Reyhan pada Alex dalam telfon.


"Baik Tuan" balas Alex kemudian telfon terputus oleh Reyhan.

__ADS_1


"Ada apa ? kemana Nyonya pergi ?" Alex bertanya-tanya kemduian ia buru-buru membuka laptopnya dan mencari keberadaan istri Bosnya.


Alex menghubungi kembali Reyhan dan mengatakan kalau Naura sedang berada dialamat X dan itu adalah alamat rumah Ayahnya.


"Matilah kau Reyhan !" ucap Reyhan frustasi bagaimana nanti ia menghadapi Ayah mertuanya yang galak itu. Reyhan menguatkan dirinya kemudian mengemudikan mobilnya ke alamat mertuanya, ia harus membawa Naura pulang hari ini juga dan meminta maaf pada Naura.


"Tunggu Mas, Sayang...maafkan Mas" gumam Reyhan.


.


"Kenapa enggak diangkat Naura ?" tanya Baskoro yang sedang duduk ditepi ranjang menemani anaknya itu sedang merenung.


"Biarin aja Yah, biarin dia khawatir !"


"Naura, Suamimu mungkin tidak memberitahukan padamu karena ada alasannya. Coba selesaikan masalah kalian baik-baik"


"5 tahun Yah dia enggak mau cerita sama sekali sama Aku, Ayah kenapa bilain dia !"


"Ayah tidak membela, cobalah untuk berfikir positif"


"Lebih baik Ayah keluar, Naura pengen sendiri !" ucap Naura ketus kemudian menutup dirinya dengan selimut.

__ADS_1


"Ya sudah Ayah keluar, nanti turunlah untuk makan malam okey. Marah juga butuh makan untuk sumber tenaga" ledek Baskoro pada Naura dan pergi keluar dari kamar.


"ih..Ayah enggak pernah berubah kalo ngebujuk ya ngebujuk aja, pakek acara meledek segala" sunggut Naura.


__ADS_2