Terjebak Pesona Naura

Terjebak Pesona Naura
HARI PERNIKAHAN


__ADS_3



Telah berlansung pernikahan yang digelar disebuah hotel bintang lima. Calon pengantin proa yang merupakan CEO Wijaya Corp dan Model sekaligus anak seorang JendralnTNI. Setelah Reyhan mengucapkan ijab qobul pada pukul 10 pagi. Kini saatnya malam resepsi pernikahan antara Reyhan dan Naura.


Resepsi pernikahan dihadiri begitu banyak tamu penting mulai dari kolega bisnis Wijaya Corp dan juga rekan-rekan anggota TNI dan juga petinggi negara juga ikut hadir dalam resepsi pernikahan tersebut. Pada saat ijab qobul tadi pagi Presiden RI juga menjadi saksi pernikahan antara Reyhan dan Naura.



Reyhan menganggandeng tangan Naura menuju singgah sana yang mengantarkan membuat mereka menjadj raja dan ratu sehari.


Senyuman kebahagiaan juga turut menyertai keduanya. Saat ditengah jalan menuju paminan, Reyhan mengajak Naura untuk berdansa.


Suara tepuk tangan dan gemuruh tamu yang menyaksikannya membuat semuanya ikut merasa bahagia dan terharu, sangat romantis.


"Cium"


"cium"


"cium"



Reyhan kemudian menarik pinggang ramping Naura dan menautkan bibirnya ke bibir Naura. Dan disambut tepuk tangan dari para tamu undangan.


"Lihat, temanmu sudah nikah dua kali. Kau kapan ? tanya Mami Zidan pada anaknya yang ikut hadir acara tersebut.


"Masih dalam proses Mi, sabar sedikit !" jawab Zidan ketus


"Sabar terus, Mami juga pengen punya Cucu Zid !" omel sang Mami karena jengkel dengan sikap anaknya itu, dijodohkan tidak mau bahkan mencarj jodoh sendiri saja leletnya minta ampun.


Zidan mengembuskan nafasnya kasar, inilah yang tidak ia sukai juga bertemu dengan Maminya pasti akan terus membahas mengenai calon mantu dan cucu.


Lain halnya dengan Dion dan Valen saat ini mereka berdua sedang dimabuk cinta. Dion tak pernah melepaskan tangan Valen meski hanya sebentar.


"Mereka pasangan yang sangat serasi" ucap Valen mamandang pengantin yang sedang berdansa itu.


"Iya, beruntung sekali Kak Rey dua kali menikah dua kali pula dapat wanita cantik" jawab Dion.


Valen tersenyum manis. Tak lama Dion berdiri dari duduknya ia membungkuk layaknya pelayan yang melayani ratunya.


"Maukah kau berdansa denganku, Nona ?" tawar Dion mengulurkan tangannya.


Valen tersipu malu kemudian ia membalas uluran tangan Dion. Mereka berdua ikut berdansa dilantai dansa. Banyak para tamu juga melakukan hal yang sama. Acara semakin seru dan meriah.

__ADS_1



Baskoro dan Arya yang menyaksikan tersebut merasa bahagia melihat anak-anak mereka meraih kebahagiaannya. Tiba-tiba pandangan mata Arya fokus kepada Ayu teman baik almarhumah istrinya. Seperti orang yang sedang dimabuk cinta. Arya meninggalkan Baskoro, dan mengampiri Ayu yang duduk sendirian.


"Ayu..." sapa Arya


Ayu tersenyum manis walaupun usianya tak lagi muda ia tetap cantik dan kencang tentu ia melakukan begitu banyak perawatan sehingga tampak awet muda diusia yang hampir memasuki angka 50 tahun.


"Mau berdansa denganku Yu ?" tawar Arya.


"Kita sudah tua, Arya. Kau tidak malu dengan umur ?" ledek Ayu.


"Ayolah...dengan begitu siapa tahu nanti anak-anak merestui kita untuk menikah" tawar Arya meluluhkan hati Ayu. Ayu pun berdiri kemudian berjalan kelantai dansa bersama dengan Arya. Mereka melakukan dansa dengan sangat lihai meskilun usia keduanya tak lagi muda sehingga menjadi tontonan para tamu undangan. Bahkan Baskoro dan Reyhan sampai geleng-geleng kepala dibuatnya melihat pemandangan yang begitu romantis itu.


"Sebentar lagi kita punya Mama baru Kak Rey" bisik Dion ke telinga Reyhan sambil terkekeh.


Acara pernikahan mulai dari ijab qobul bahkan resepsi Reyhan dan Naura secara diliput secara Live diberbagai siaran televisi, dan itu juga membuat Varo yang ikut menyaksikan acara tersebut semakin meradang dan marah.


Varo membanting semua perabotan yang ada diapartemennya untuk meluapkan emosinya. Ia kemudian beralih memandang wajah Yoona yang masih tertidur bukan tidur tapi pingsan karena digempur habis-habisan oleh Varo sampai menjelang pagi.


Ia mendekati Yoona dan membangunkannya dengan menyiram wajah Yoona dengan segelas air. Yoona terbangun karena kaget dan dengan cepat Varo kembali melakukan penyatuan pada Yoona. Yoona tak mampu lagi melawan karena percuma tenaganya sudah terkuras dan tak sebanding dengan tubuh kekar Varo.


Setelah acara dansa itu selesai, tibalah acara pemotongan kue pengantin. Reyhan dan Naura sama-sama memotong kue pengantin yang berbentuk istana kerajaan.



*My head's underwater


But I'm breathing fine


You're crazy and I'm out of my mind


'Cause all...


'Cause all of me


Loves all of you


Love your curves and all your edges


All your perfect imperfections


Give your all to me


I'll give my all to you

__ADS_1


You're my end and my beginning


Even when I lose I'm winning


How many times do I have to tell you


Even when you're crying you're beautiful too?


The world is beating you down, I'm around through every mood


You're my downfall, you're my muse


My worst distraction, my rhythm and blues


I can't stop singing, it's ringing in my head for you*


Kemudian satu persatu para tamu undangan memberikan selamat kepada pengantin dan melakukan sesi foto bersama.


"Selamat Kak Rey, jaga sahabat sekaligus adikku dengan baik" ucap Dion memeluk Reyhan dan dibalas pelukan hangat juga oleh Reyhan.


"Pasti aku akan menjaganya dengan baik" balas Reyhan mengenggam tangan Naura.


Dion dan Valen berfoto bersama, setelah mereka turun dari atas pelaminan. Zidan beserta Mami dan Papinya ikut naik ke pelaminan, tanpa disadari Riska terlebih dahulu naik ke pelaminan memberikan selamat pada Reyhan dan Naura.


"Cantik banget Ra, selamat ya semoga Lo bahagia terus jangan lupa sama gue kalo udah punya suami" ucap Naura memeluk Naura.


"Pastinya Ka, eh mana Dimas ?" tanya Naura.


"Dua enggak bisa dateng, aku udah hubungin dia tapi enggak diangkat-angkat" ucap Riska cemberut.


Tak lama Mami Zidan mengucapkan selamat pada Reyhan dan Naura. Saat Riska hendak turun dari atas pelaminan. Naura menahan Riska untuk berfoto bersama. Akhirnya Riska berfoto bersama Zidan dan kedua orang tuanya. Mami Zidan menangkap keceriaan diwajah anaknya itu dan melihat gadis disampingnya. Ia yakin gadis yang diincar anaknya itu adalah gadis disampingnya yang tak lain adalah teman Naura.


Setelah turun dari atas pelaminan, Mami Zidan menarik lengan Zidan. "Mami suka sama gadis itu, ayo yang semangat ngejernya Zid" ucap Mami Zidan menunjukkan jarinya ke arah Riska yang kembali duduk di kursi dan tersenyum senang.


Zidan membulatkan matanya ia kemudian tersenyum, ternyata Maminya mendukung dirinya dan gadis incarannya.


Reyhan menautkan jari jemari tangannya pada tangan Naura. Kemudian membisikkan sesuatu ke telinga Naura. "Kau bahagia Baby ?" tanya Reyhan.


"Iya aku bahagia terima kasih Kak Rey" balas Naura.


"Kau harus membayar rasa terima kasihmu dengan cara yang lain Baby saat malam pertama kita" ucap Reyhan sambil tekekeh.


Pipi Naura memerah mendengar ucapan Reyhan yang telah menjadi suaminya itu. Membayangkan malam pertamanya nanti dengan suaminya, ia jadi bergedik ngeri. Karena sebelumnya ia sempat mencari tahu di google kalau MP itu terasa menyakitkan.


"Ya Tuhan bagaimana ini" batin Naura.

__ADS_1


__ADS_2