Terjebak Pesona Naura

Terjebak Pesona Naura
HUKUMAN


__ADS_3

Dion saat ini tengah berbicara pada Reyhan. Dion menceritakan seluruh apa yang ia dengar dirumah Pratama. Kalau ada seorang wanita yang menyukai Reyhan dan wanita itu juga yang telah mencoba membunuh Naura.


Tentu saja Reyhan begitu marah mendengar informasi yang diberikan oleh Dion. Siapa orang yang sudah berani mengusik rumah tangganya.


"Kurang ajar !" Reyhan menggebrak meja amarahnya kini sudah di ubun-ubun.


Reyhan kemudian mengambil hp dari saku celananya ia menghubungi Ayah Baskoro dan Papa Arya kalau dirinya dan Dion sudah tahu siapa yang mencoba membunuh Naura.


.


Dan disinilah Reyhan, Dion, Baskoro, dan Papa Arya berada tempat yang sama saat mereka menyiksa Alvaro.


Saat ini Pratama sedang diikat disebuah kursi dengan mulut yang masih tertutup dengan lakban. Ia bergedik ngeri melihat tempat ini tak ada cahaya matahari hanya ada satu lampu menyala dengan terang.


Dihadapannya saat ini sudah ada sebuah ranjang pasien lengkap dengan alat medis seperti layaknya ruang operasi.


Dia tidak tahu dimana saat ini berada, ia terus memberontak dan berteriak namun sayangnya mulutnya tertutup rapat dengan lakban.


Tak lama masuklah seorang Dokter dengan memakai APD wajahnya tak dikenali sama sekali oleh Pratama.


Dokter itu melepas dengan kasar lakban yang menutup mulut Pratama, hingga Pratama merasakan nyeri disekitar bibirnya.


"Siapa kau ? lepaskan aku !" teriak Pratama pada Dokter itu.

__ADS_1


Tak lama terdengar suara dari buah speaker disudut ruangan itu adalah suara Reyhan.


"Apa kabar Tuan Pratama ?" ucap Reyhan dengan seringai diwajahnya.


"Suara itu, kau Reyhan !" Pratama terlonjak kaget.


"Lepaskan aku ! Belum puas kau menghancurkan aku Hah ! apa maumu ?" teriak Pratama yang tak tahu dimana Reyhan berada ia hanya bisa mendengar suaranya saja.


"Aku akan melepaskanmu, asal kau mau memberitahuku siapa wanita itu !"


Pratama mengernyitkan keningnya kemudian ia tahu ke arah mana pertanyaan Reyhan. Pratama tertawa terbahak-bahak merasa lucu pada Reyhan.


"Hahaha...kau pun tak tahu siapa dia bagaimana aku bisa tahu dia siapa !" ucap Pratama mengejek Reyhan


"Aku tidak akan memberitahumu !" ucap Pratama dengan angkuhnya.


"Berengsek !" teriak Reyhan.


"Lakukan tugasmu Roy !" ucap Reyhan pada Dokter yang bernama Roy itu. Roy segera mengeluarkan botol kecil yang berupa obat perangsang dan memaksa Pratama untuk meminumnya.


"Kau memberiku obat perangsang tanpa seorang wanita, kurang ajar kau Reyhan !" teriak Pratama yang kini tubuhnya sudah merasakan panas dan hormon libido yang sudah tinggi.


Reyhan meninggalkan ruangan disusul dengan Papa Arya dan Ayah Baskoro. Sedangkan Dion yang sedari tadi melihat adegan itu ia bergedik ngeri. Saat ini Pratama sedang merasakan hasrat yang menggebu, ia bahkan tak bisa menuntaskannya sendiri karena tubuhnya terikat. Rasa panas yang menjalar ditubuhnya sungguh sangat menyiksa dirinya.

__ADS_1


"Ternyata Kak Rey sangat mengerikan jika memberi hukuman" Dion segera meninggalkan ruangan itu dan menyusul mereka.


.


Saat di dalam mobil Dion mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit. Dion melirik Kakaknya sekilas. Ia jadi kasihan melihat kondisi Pratama barusan.


"Kakak keterlaluan, memberikan obat perangsang tanpa memberi pula penawarnya" protes Dion.


"Itu belum seberapa !" ucap Reyhan ketus.


"Iya bahkan Kakakmu pernah menghukum Alvaro" sambung Baskoro yang ikut bicara.


"Benarkah, Ayah ? Kenapa aku tidak tahu ?"


"Karena kau ada di Korea saat itu" sambung Papa Arya.


"Wah kalian tidak pernah cerita padaku, sebenarnya aku ini dianggap anak atau tidak" ucap Dion cemberut sedangkan Papa Arya dan Ayah Baskoro hanya menanggapi dengan tawa.


"Kakak, coba hubungi Kak Zidan siapa tahu dia tahu siapa wanita yang menyukai Kakak alias penggemar fanatik"


"Dia sedang sibuk mengurus pernikahannya"


"Oh ayolah, pernikahan mereka masih 1 minggu lagi. Tidak mungkin dia tidak punya waktu 1 atau 2 jam Kak !" protes Dion.

__ADS_1


"Iya nanti saja, kita ke rumah sakit dulu. Fokus saja menyetir, aku tak sabar ingin melihat Naura" balas Dion membayangkan Naura saat ini ia selalu berharap kalau Naura segera bangun dari masa komanya.


__ADS_2