Terjebak Pesona Naura

Terjebak Pesona Naura
SIAPA YANG DIHUKUM


__ADS_3

Setelah acara pesta ulang tahun selesai. Reyhan dan Naura kini tengah berada di dalam kamar. Reyhan menatap Naura seperti singa kelaparan. Naura tentu tahu apa yang diinginkan suami mesumnya itu. Bahkan setiap hari suaminya itu selalu meminta haknya tidak pagi, siang atau malam tak kenal waktu.


Naura kadang merasa aneh, apakah cassanova memang begitu.


Tapi Naura sudah menyusun rencana agar dirinya tak selalu dikerjai oleh Reyhan. Ia akan balik menghukum Reyhan, dengan bermodal pernah menonton film biru beberapa kali untuk memuaskan suaminya.


Naura menjalankan aksinya hal yang tak pernah dibayangkan oleh Reyhan. Naura memimpin permainan yang membuat Reyhan kalang kabut.


Saat tahu milik suaminya akan game over Naura menduduki dan memasukkannya menjepitnya hingga suaminya merem melek dengan mulut yang menganga.


"Ooouuugghhh..sayang..kau nakal sekali" racau Reyhan.


Saat lava pijar itu hendak keluar Naura dengan copat mencabutnya, hingga keluarlah tinta putih itu berserakan diatas seprei.


"Sayang kenapa di lepas ?" tanya Reyhan melongo.


"Aku lagi hamil Mas, Dokter melarang untuk mengeluarkannya di dalam karena bakal rentan keguguran" jelas Naura.


Reyhan pun menganggukkan kepalanya tanda ia mengerti. Namun sejurus kemudian ia kembali menerkam istrinya, balik menghukumnya.


"Gantian aku akan menghukummu, sayang"


"Pelan-pelan Mas, ada anak kita disini" tunjuk Naura pada perutnya.


"Baiklah...Nyonya Wijaya"


...*****************...


Beberapa hari kemudian, Reyhan tengah menemani istrinya menonton televisi di ruang keluarga. Tak lama Dion datang dan mendekat ke arah Kakaknya itu, dan mengambil satu snack yang ada diatas meja dan memakannya.

__ADS_1


"Ini hari libur, kenapa kau tidak pergi jalan-jalan dengan Valen ?" tanya Reyhan pada Dion.


Dion mendesah membayangkan hubungannya dengan Valen saat ini tak baik-baik saja, bahkan Valen seperti sengaja menghindar darinya.


"Dia sepertinya bosan denganku" jawab Dion jujur.


Reyhan mengernyitkan keningnya apakah hubungan mereka ada masalah.


"Kenapa ? kalian bertengkar ?" tanya Reyhan lagi.


"Sejak Papa dan Kak Rey mempercayaiku memimpin perusahaan anak cabang, aku akui aku selalu sibuk, tapi bukan berarti aku melupakannya"


"3 bulan ini aku selalu menyempatkan diri untuk menemuinya, tapi responnya tak lagi sama seperti pertama kali bertemu. Mungkin saja dia sudah bosan padaku" Dion mendengus kesal membayangkan Valen.


"Itu artinya cintamu sedang di uji, Dion. Kamu harus sabar dan membuktikan cintamu atau cintanya yang lebih besar bisa mengalahkan ego" jawab Naura.


"Iya benar apa kata Naura, kau harus melihat siapa yang lebih setia menjaga hubungan kalian" sambung Reyhan lagi.


"Besok aku dan Paman Lim akan ke Korea, selain urusan pekerjaan, aku harus menemaninya untuk mengambil alih hak asuh anaknya" Dion menyadarkan tubuhnya disofa sambil menatap ke atas.


"Korea ?" tanya Naura


"Iya, Lo mau ikut Ra ?" tawar Dion


"Ayo kita ke korea, Mas" ajak Naura pada suaminya.


"Sayang kamu lagi hamil...nanti saja jika kandunganmu sudah diperbolehkan dokter berpergian jauh" ucap Reyhan membujuk Naura, ia tak mau sampai Naura drama merajuk karena hormon ibu hamil sering berubah-ubah.


Naura mengerucutkan bibirnya ia berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan suaminya dan Dion.

__ADS_1


Kalau begitu Naura dipastikan sudah ngambek dan merajuk karena permintaannya tidak dituruti.


Reyhan mengusap kasar wajahnya dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia harus mencari cara agar istrinya itu tidak ngambekkan lagi.


"Hahaha...Rasain ! emang enak ngadepin bini ngambek, siap-siap enggak dikasih jatah entar malem" ucap Dion menertawai Kakaknya dan langsung berlari meninggalkannya seorang diri.


"Dasar adik kurang ajar !" sunggut Reyhan.


...*****************...


Malam hari setelah makan malam, Reyhan mendekati istrinya yang duduk bersandar di dipan ranjang. Seharian Naura mendiamkan suaminya itu yang menolak ajakkannya untuk ke Korea.


"Sayang bicara dong, jangan hukum Mas begini" ucap Reyhan menatap Naura.


"Mas jangan deket-deket sama aku, ini..." Naura menyerahkan bantal dan selimut pada Reyhan dan menarik Reyhan keluar dari kamar. Saat di depan kamar Naura sebelumnya mengatakan bahwa suaminya itu harus tidur di luar.


"Tidur di luar !" ucap Naura dan menutup pintu dengan cepat lalu menguncinya.


Reyhan terkejut dan mencoba menggedor pintu kamar namun tak dapat jawaban dari dalam karena kamarnya tentu kedap suara.


"Sayang...buka pintunya" Reyhan menggedor pintu kamar.


"Sayang..Mas enggak bisa tidur kalau enggak peluk kamu"


Adegan itu disaksikan oleh Papa Arya dan Dion yang tak sengaja melihatnya. Mereka tertawa terbahak-bahak dan Reyhan semakin kesal dibuatnya.


"Tidur bareng aku saja Kak Rey, aku siap kok di peluk sampe pagi" ucap Dion meledek.


"Iya Rey, atau kita tidur bertiga saja biar Papa ditengah" tawar Papa Arya.

__ADS_1


"iihh...jijik ! aku masih normal" ucap Reyhan geli dan pergi keruang kerjanya.


__ADS_2