
'Jangan dimarah jika dia cemburu, dia cemburu sebab takut kehilangan dan karena ia sayang. Bersyurkurlah jika pasanganmu masih cemburu itu artinya ia masih peduli dan kau akan tahu betapa pedulinya ia padamu saat ia cemburu'
.........
Reyhan mengajak Naura masuk ke dalam ruangannya. Naura mendudukkan dirinya disofa. Reyhan dengan acuh duduk kursi kerjanya dan membuka laptopnya. Naura berdiri menghampiri Reyhan yang saat ini mungkin merasa cemburu.
Tidak ada pasangan yang cemburu melihat orang yang ia sayangi dan cintai tengah berdua dengan yang lain. Walau cemburu itu kadang karena kesalahpahaman yang tak berarti.
"Kak Rey...." panggil Naura lembut
"15 menit lagi Naura" jawab Reyhan tanpa menatap wajah Naura.
Naura menatap Reyhan tak percaya ini kali pertama ia diabaikan oleh Reyhan. Apakah cemburu dapat menyebabkan orang yang disayangi mengabaikan pasangannya ?
Naura kembali duduk disofa kemudian ia memainkan ponselnya. 15 menit berlalu, Reyhan pindah duduk ke sofa sebelah Naura.
"Ada yang mau kau katakan, Sayang ?" ucap Reyhan menatap Naura dalam.
"Kak Rey cemburu ?" tanya Naura menelisik pada Reyhan, dan itu membuat Reyhan memalingkan wajahnya ke arah depan.
"Manurutmu ?"
"Aku enggak kenal dia Kak" ucap Naura lembut
"Iya aku percaya" jawab Reyhan datar dan membuat Naura menghembuskan nafasnya kasar.
"Ya udah deh aku pulang aja !" Ketus Naura dan berdiri. Hal itu langsung membuat Reyhan terkejut dan ikut berdiri.
"Kanapa ?"
"Habis Kak Rey cuek banget, mending aku pulang aja males ngeliat Kak Rey yang cemburuan"
"Loh kok jadi kamu yang marah ?"
"Bukan marah tapi kesel"
"Ya udah Kak Rey minta maaf" bujuk Reyhan memegang tangan Naura.
Naura mengerucutkan bibirnya dan itu membuat Reyhan tersenyum karena merasa lucu dan cantik bagi Reyhan.
"Cantik banget sih...." puji Reyhan mengelus kepala Naura.
"Serius cemburu nih ceritanya ?"
"Iya bisa dibilang begitu ! Siapa yang enggak cemburu wanita yang ku cintai sedang bersama pria lain"
__ADS_1
"Kan aku enggak kenal"
"Iya Kak Rey percaya, ya udah deh enggak cemburu lagi" ucapnya menampilkan senyum manisnya.
Setelah berdebat kini keduanya sudah akur kembali. Hanya ada canda tawa yang terdengar dari keduanya. Reyhan merapikan anak rambut pada dahi Naura, keduanya saling menatap. Reyhan mencium bibir Naura dengan lembut. Tangan Nuara refleks mengalungkan ke leher Reyhan. Dirasa Reyhan mendapatkan persetujuan. Reyhan mencium bibir Naura kembali ******* dan menyesapnya dengan lembut. Reyhan mengajak Naura masuk ke dalam ruangan pribadinya sambil terus ******* bibir ranum Naura. Ia mengunci pintu dan mendudukkan diri mereka ke bibir ranjang. Mereka terus berciuman dengan mesra.
Reyhan mengeksplor bibir Naura membelit lidah dan mengesapnya hingga nafas keduanya tersengal-sengal.
"Kak Rey Stop !" Naura menjauhkan kepala Reyhan dari tubuhnya. Ia kemudian duduk diranjang dan membenahi pakaiannya yang sudah terbuka.
"Maaf Kak Rey, aku enggak bisa melakukannya sebelum kita menikah" ucap Naura lembut pada Reyhan.
Sedangkan Reyhan menggaruk kepalanya yang tidak gatal ia kemudian berdiri dan mengecup pipi Naura singkat.
"It's okey, aku anggap itu hukuman karena aku merasa cemburu" Reyhan kemudian masuk ke dalam kamar mandi.
Naura menatap kepergian Reyhan dengan wajah yang sudah merona karena malu, untuk pertama kalinya Naura disentuh oleh laki-laki dan itu adalah Reyhan.
Lain halnya Reyhan kini ia sedang menetralkan suhu tubuhnya dengan bermain solo karena miliknya sudah tegak bediri saat memainkan buah dada Naura.
"Ohhh Naura" erang Reyhan membayangkan Naura saat ini dalam kungkungannya dan mendapatkan pelepasannya.
"Kenapa aku tidak bisa menahan diriku saat bersama Naura, Oh Naura kau membuatku gila" Ucap Reyhan saat mengguyur tubuhnya dengan air shower.
Zidan kesal bukan main dengan kelakuan Reyhan ia terus saja berpikiran negatif setiap kali menatap jam dipergelangan tangannya.
"*Apa yang sedang mereka lakukan ? Apa mereka bercinta, ditengah hari bolong begini ? Apa dia sangat menikmati hingga tak lupa waktu* ?"
Lama Zidan berdiri di depan pintu kemudian ia bebalik tiba-tiba dikagetkan dengan Valen yang sudah berdiri dibelakangnya.
"Astaga !" ucap Zidan menatap Valen dan mengelus dadanya yang bedegup kencang karena terkejut.
"Bapak kenapa mondar mandir dari tadi ?" tanya Valen
"Heem...enggak ada apa-apa ! Kamu kenapa ke sini ada perlu apa ?" Zidan bertanya balik
"Saya mau mengantarkan berkas ke ruangan Tuan Reyhan ada yang perlu ditanda tangani" ucapnya memperlihatkan map yang ia bawa.
"Sini biar saya saja, kamu kembali saja bekerja"
"Memangnya kenapa Pak ? Apa Pak Reyhan sibuk ?"
"Iya sangat sibuk dan tidak bisa diganggu" ucap Zidan cepat
__ADS_1
Valen kemudian memberikan map yang berisi berkas yang harus ditanda tangani pada Zidan. Ia kemudian berbalik dan hendak pergi meninggalkan Zidan. Namun ia berbalik lagi menatap Zidan.
"Pak Zidan ?" panggil Valen
"Iya ada apa ?"
"Heem...Boleh saya minta kontak Dion ?" tanya Valen
Zidan membulatkan matanya dan mentap Valen intens.
"Untuk apa ? Bukankah kalian saling kenal, kenapa kalian tidak punya kontak satu sama lain ?"
"Heem...anu...Heem..ya sudah tidak jadi Pak, maaf" Valen melengos dan berbalik meninggalkan Zidan.
Zidan menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan semakin bingung hubungan seperti apa yang Valen dan Zidan jalani. Ia kemudian tak acuh dan kembali menatap ruangan Reyhan yang belum terbuka.
"Dasar Duda bucin, kenapa lama sekali mereka bercinta" ujar Zidan bermonolog karena terus berpikiran negatif.
Reyhan keluar dari kamar mandi dengan wajah yang segar karena habis membersihkan diri tentunya. Ia memandang Naura yang tengah berdiri di depan jendela kaca yang menampilkan keindahan Ibu Kota. Ia menghampiri Naura dan memeluknya dari belakang dan menjatuhkan dagunya ke pundak Naura.
"Kak Rey...." Naura terkejut dan memegang tangan Reyhan yang memeluk perutnya.
"Jangan dilepas, sebentar saja" lirih Reyhan
Naura menganggukkan kepalanya kemudian ia mengelus kepala Reyhan yang ternyata basah.
"Kak Rey mandi ?" tanya Naura kemudian membalikkan badannya.
Reyhan hanya tersenyum kemudian ia memakai Jas yang tadi ia lepas. Ia kemudian membawa Naura keluar dari ruang pribadinya, dan mengajak Naura duduk disofa. Ia membuka kunci ruangannya, dan dikejutkan oleh Zidan yang langsung membuka pintu dengan tatapan tajam menatap Reyhan dari ujung kaki sampai kepala.
"Basah !" ucap Zidan menatap rambut Reyhan.
Reyhan membulatkan matanya pasti Zidan menyangka ia bercinta dengan Naura, padahal hanya bermain solo.
"Kau gila Rey bermain dengan anak seorang Jendral" ucap Zidan memperingati Reyhan karena merasa jengkel.
"Tutup mulutmu, aku tidak sebejat itu. Cepat suruh OB antarkan minuman ke sini"
"Tapi basah !" ucap Zidan lagi tak puas dengan jawaban Reyhan.
"Main sabun !" ucap Reyhan cepat kemudian menutup pintunya.
Zidan ternganga dengan jawaban yang diberikan oleh Reyhan. Ia jadi salah menduga Reyhan bercinta dengan Naura, ternyata hanya bermain solo.
__ADS_1
"Tuhan maafkan hambamu ini yang sudah berpikiran yang bukan-bukan" batin Zidan