
"Mas..udah.." rengek Naura saat merasakan benda tumpul suaminya yang mengeras dibelakangnya.
Reyhan serasa tak peduli ini sudah hampir jam 7 malam namun Reyhan terus meminta haknya. Reyhan melakukan penyatuan dari arah belakang dan Naura hanya bisa pasrah.
30 menit berlalu Reyhan sudah mendapatkan pelepasannya begitupun dengan Istrinya. Rasanya badan Naura seperti remuk habis dipukuli orang sekampung.
"Kenapa Mas jadi mesum begini ?"
"Mesum sama istri sendiri emangnya salah" jaeab Reyhan santai. "Ayo mandi" Reyhan menggendong istrinya ke masuk ke dalam kamar mandi, bukan hanya sekedar mandi tentunya Reyhan meminta satu ronde lagi. Dan itu membuat wajah Naura cemberut.
...*************...
Dion dan Papa Arya tengah duduk dikursi makan mereka menunggu kedatangan Reyhan dan Naura namun tak kunjung menampakkan diri.
"Apa mereka tidur, Pa ?" tanya Dion pada Papa Arya yang tengah memainkan hpnya.
Papa Arya yang sedang berbalas pesan dengan pacarnya siapa lagi kalau bukan Tante Ayu, tak menggubris pertanyaan Dion saking asyiknya berbalas pesan dengan Ayu.
Dion mendengus kesal melihat kelakuan Papanya yang tak membalas pertanyaannya.
Dion kemudian makan duluan tanpa menunggu lagi Kakaknya turun dari kamar.
...***************...
"Mas, aku laper" ucap Naura yang kini tengah duduk di meja rias.
"Ayo turun kita makan malam bersama" Reyhan mengajak istrinya keluar dari kamar dan menuruni anak tangga. Pemandangan itu di tangkap oleh Dion yang sedang menonton tv sendirian.
"Dasar pengantin baru" gumam Dion.
Reyhan dan Naura makan bersama sesekali Reyhan menyuapi istrinya dengan penuh cinta. Adegan itu juga ditangkap oleh Dion yang hendak mengambil air minum.
"Jangan lihat-lihat nanti kau iri" sindir Reyhan yang asyik menyuapi istrinya.
Dion mendengus kesal melihat kemesraan Kakaknya, ia kemudian pergi meninggalkan dapur dan masuk kedalam kamarnya.
"Mas jangan gitu, kasihan Dion" tutur Naura.
"Tak apa sayang, semenjak hubungan kami sudah membaik kami suka meledek sebagai bumbu persaudaraan"
"Baiklah...Oh ya besok aku udah mulai kuliah Mas"
__ADS_1
"Iya, Mas juga sudah masuk bekerja. Maafkan Mas, kita tunda dulu bulan madunya. Mungkin 2 minggu lagi kita bisa pergi, banyak sekali pekerjaan harus Mas selesaikan"
"Iya aku ngerti, enggak apa-apa Mas" ucap Naura lembut. Reyhan kemudian mengecup kening istrinya.
...*******************...
Pagi harinya Reyhan dan Dion telah berangkat ke kantor begitupun Naura. Ia sudah diantar oleh suaminya ke kampus. Saat dikampus ia merasa sepi karena Dion harus pindah kelas Sore sebab Dion harus belajar mengelola perusahaan Papa Arya di pagi hari.
Semenjak publik tahu kalau Naura sudah menikah dengan CEO Wijaya Corp. Teman-teman dikampusnya mendadak menjadi dekat dengannya, padahal awalnya mereka cuek dan terkesan bodoh amat.
Lamunan Naura buyar saat ada yang mengetuk pundaknya dari belakang, siapa lagi kalau bukan Riska.
"Eh...Nyonya Wijaya, ngelamunin apa ?" tanya Riska sambil membawa dua cup coklat panas di tangannya.
"Dion...ngerasa sepi aja, tiba-tiba dia enggak ada" ucap Naura lesu.
"Tenang, ada gue"
Naura tersenyum manis karena memang benar hanya Riska yang selalu ada untuknya selama mereka bersahabat dari SMA.
"Eh Alvaro itu sebenarnya kabur kemana sih, sampa Bokap Lo aja enggak bisa ngelacak keberadaannya" ucap Riska penasaran.
"Entahlah...yang jelas Gue juga masih khawatir kalau sampe gue ketemu sama dia, sumpah gue trauma banget" lirih Naura.
"Iya, thanks ya Ka"
..."Sama-sama, eh gue ke kelas dulu ya. Bye, baik-baik Lo" Riska meninggalkan Naura dikelasnya....
...****************...
Pulang kuliah Naura tak langsung pulang ke rumah ia, pergi ke kantor suaminya karena permintaan sang suami. Naura membawakan makan siang untuk suaminya, walaupun ia tidak masak dan membelinya di restoran setidaknya ia tidak meninggalkan kewajibannya sebagai seorang istri.
Naura masuk ke dalam perusahaan yang sangat megah itu. Semua mata para karyawan melihat sang istri CEO dengan hormat.
"Selamat siang, Bu" sapa resepsionis yang sedang melihat Naura.
Naura membalas dengan senyuman manisnya, ia berjalan ke arah lift khusus CEO untuk menuju ruangan suaminya.
Tiba di depam ruangan suaminya ia pun disapa oleh Valentina yang baru saja keluar dari ruangan suaminya.
"Selamat siang Bu, mau ketemu Pak Reyhan ya" sapa Valen.
__ADS_1
"Iya, jangan panggil Ibu dong. Padahal umur kita lebih tua Mbak Valen ketimbang aku, panggil aja Naura" jawab Naura ramah.
"Ah...i..iya Bu, maaf maksudnya Naura" Valen tersenyum kikuk baru kali ini ada istri seorang pemimpin perusahaan yang ramah seperti Naura.
"Aku masuk dulu ya, Mbak" Naura membuka handle pintu di lihat suaminya sedang berbincang dengan Zidan.
'klek'
Reyhan menoleh ke arah pintu dan tersenyum kemudian berdiri berjalan mendekat ke arah istrinya itu. Reyhan mengecup kening istrinya dan membawanya duduk di sofa.
"Kau boleh keluar, Zid. Nanti setelah istirahat kita bicarakan lagi" ucap Reyhan pada Zidan, dan Zidan pun pergi meninggalkan ruangan.
"Kau bawa apa sayang ?" tanya Reyhan merapikan anak rambut istrinya.
"Makan siang, Mas pasti belum makan. Maaf aku enggak sempat masak. Nanti kalau aku sempet masakin buat Mas ya ?"
"Tak apa, kamu istriku bukan pembantuku. Ayo kita makan dulu"
Mereka pun makan siang diiringi dangan senda gurau. Setelah mereka makan siang, Reyhan mengajak istrinya untuk beristirahat diruangan pribadinya.
"Mas, belum bisa mendapatkan informasi tentang Varo" Reyhan merasa bersalah karena sampai detik ini tak menemukan keberadaan Alvaro.
"Bagaimana kalau dia kembali lagi, Mas. Aku sangat takut" lirih Naura
"Kau jangan khawatir, Mas akan selalu menjagamu walaupun Mas tidak setiap menit ada di dekatmu. Jangan merasa Mas mengekangmu, Mas selalu memerintahkan pengawal untuk mengawasimu diam-diam sayang"
"Iya Mas, enggak apa-apa. Terimakasih" Naura memeluk erat suaminya itu.
Pelukan itu membuat Reyhan terpancing, senjatanya dibawah sana tiba-tiba sudah mengeras. Kenapa setiap berdekatan dengan istrinya itu ia tak bisa mengontrol diri.
Reyhan memedang kedua tangan istrinya dan ******* bibir istrinya itu dengan rakus. Kalau sudah begini Naura pasti tahu apa yang akan dilakukan oleh suaminya itu. Entah kenapa suaminya begitu mesum, apa karena suaminya seorang cassanova sehingga tak ada puasnya menjamah dirinya.
"Mas mesum banget, padahal kemarin udah, semalem Mas ngelakuinnya juga sampe jam 2 pagi" sunggut Naura saat Reyhan melepas ciumannya.
"Aku tak pernah puas menjamahmu sayang, karena kamu halal bagi Mas" Reyhan kembali ******* bibir istrinya sampai aksinya ke puncak penyatuan yang membuat Naura seperti terbang ke atas awan karena merasakan kenikmatan.
"Sayang..Mas keluar..aaaaah..." Reyhan meledakkan tinta putih itu sampai ke dalam-dalamnya. Reyhan tak mencabutnya ia ingin memastikan bahwa benihnya masuk semua dan Reyhan mengelus perut rata istrinya.
"Semoga cepat tumbuh malaikat kecil di dalam sini" ucap Reyhan.
"Semoga saja Mas..." balas Naura.
__ADS_1
Tiba-tiba senjata milik suaminya mulai mengeras kembali, ronde kedua pun tak terelakkan lagi. Naura sampai kelelahan dan tertidur.
Reyhan yang melihat istrinya terlelap kemudian bangkit dan membersihkan diri. Kemudian kembali melakukan aktivitasnya mengerjakan pekerjaan kantor yang belum selesai dikerjakan bersama Zidan.