
"Sayang sudah selesai belum ?" teriak Reyhan dari kamar Baby Al.
"Lima menit lagi !" teriak Naura
Baby Al mulai merengek ternyata ia Pup dan memberi kode minta dibersihkan.
"Yah...kamu Pup ya jagoan" Reyhan meletakkan Baby Al di dalam boxs bayi dan mengambil tisu basah serta popok. Reyhan dengan telaten membersihkan Baby Al bayi itu tersenyum kala di bersihkan oleh Papanya.
"Mama kalo dandan lama ya" ucap Reyhan pada anaknya. Sebenarnya Reyhan sudah menyiapkan pengasuh untuk membantu Naura menjaga dan mengurus Baby Al.
Namun Naura menolak ia ingin tumbuh kembang Baby Al selalu dalam perawatan dirinya dan Reyhan. Ia hanya membutuhkan bantuan pengasuh jika Naura tengah sangat sibuk dan sudah kembali beraktifitas kuliah lagi, karena saat ini Naura sudah mengajukan cuti selama 1 semester.
Reyhan sudah selesai membersihkan Baby Al tak lama Baby Al kembali merengek tanda ia haus dan butuh susu. Reyhan menyiapkan susu dalam botol kemudian memberikannya pada Baby Al.
Tiba-tiba pintu kamar Baby Al terbuka masuklah Dion ke dalam kamar Baby Al yang sudah rapi dengan setelan jasnya.
"Kenapa belum siap juga ?" tanya Dion memperhatikan Reyhan yang masih menggunakan kaos dan celana boxer.
"Mamanya belum selesai" jawab Reyhan sambil memberikan susu pada Baby Al.
"Ayo sini ku gendong Kak, Kakak ganti baju dulu" tawar Dion dan Reyhan pun setuju ia kembali masuk ke dalam kamarnya menuju walk in closet dan mengganti pakaiannya.
Dion menggendong Baby Al dan mengajaknya berinteraksi bayi yang belum tahu apa-apa itu hanya bisa tersenyum menatap Dion dan Dion gemas melihatnya. Tak lama ia berfikir bagaimana nanti jika ia menikah dan memiliki anak pula pasti rasanya sangat bahagia sekali.
Tiba-tiba Baby Al refluks tanpa sengaja memuntahkan susu yang barusan ia minum pada pakaian Dion. Bersamaan dengan itu Nita seorang pengasuh Baby Al masuk ke dalam kamar Baby Al.
"Ya ampun, Tuan pakaian anda jadi kotor. Sini kemarikan Baby Al, biar saya yang urus. Baby Al mungkin refluks sehabis menyusu."
"Kenapa ia muntah apa susunya tidak enak ?" Dion penasaran akan hal itu.
__ADS_1
"Tidak Tuan, bayi yang baru lahir memang suka seperti itu tapi asal digendong dengan gerakan ditaruh didekapan kita terus ditepuk pelan-pelan punggungnya bayi tidak akan refluks" Nita menjelaskan pada Dion.
Dion hanya garuk-garuk kepala sebab ia tak tahu tentang Bayi. Kemudian ia melihat pakaiannya kini sudah bau amis susu dan basah, mau tak mau ia mengganti pakaiannya.
"Aku harus ganti baju lagi" gerutu Dion meninggalkan kamar Baby Al.
.......
"Sayang kenapa harus cantik begitu, ayo ganti gaunmu" perintah Reyhan pada Naura yang sudah siap akan pergi bersama Reyhan.
"Kamu sendiri loh Mas yang beliin gaunnya" protes Naura karena ia malas untuk ganti pakaian lagi.
"Ganti yang lain aku tunggu ayo cepat !" seru Reyhan membawa Naura ke dalam walk in closed. Mau tak mau Naura mengganti pakaiannya dengan yang lain.
Tak lama keluarlah Naura dari walk in closed Reyhan malah tambah bingung kenapa istrinya malah tambah terlihat lebih cantik dari yang tadi.
"Ya kondangan dong Mas, udah yuk nanti keburu acaranya mulai" ucap Naura mengambil tasnya diatas ranjang. Naura mengajak suaminya ke kamar Baby Al merek menemui Baby Al sebelum pergi ke acara pernikahan Riska dan Zidan.
"Anak Mama...Mama pergi dulu ya sama Papa..jangan nakal okey, jangan rewel sama Onti Nita" Naura mengajak Baby Al bicara Reyhan pun mendekat dan merangkul istrinya.
"Ayo kita pergi sayang, Nita tolong jaga Baby Al sebentar ya ?" pinta Reyhan pada Nita.
"Baik Tuan"
.......
Di ballroom hotel bintang lima tengah berlangsung acara resepsi pernikahan anak seorang konglomerat asal Singapura Xander Group dengan penyanyi pendatang baru Riska Anggita. Acara akad nikah sampai resepsi tersebut diliput secara live dan ditayangkan ditelevisi.
Saat acara resepsi itu berlangsung tiba-tiba pintu masuk terdengar riuh suara para tamu undangan apalagi kaum hawa. Para reporter pun menuju pintu masuk dan melakukan liputan. Ternyata itu adalah Reyhan dan Naura.
__ADS_1
Mereka tekagum-kagum dengan pasangan fenomenal sepanjang masa tersebut. Belum lagi setelah Naura melahirkan, Naura semakin cantik dan dihari pernikahan sahabatnya tersebut sangat seksi.
"Aah....aku mau dong jadi istri keduanya"
"Gila cantik banget istrinya !"
"Oh my god ! "
begitulah kira-kira teriakan para kaum hawa menatap Reyhan dan Naura. Reyhan tak memperdulikan itu. Mereka berjalan ke arah pelaminan dan memberikan selamat pada Zidan dan Riska yang kini tengah jadi raja dan ratu sehari itu.
"Selamat Zid, akhirnya kau menikah juga" ucap Reyhan memeluk Zidan.
"Terimakasih, ini juga berkat Naura kalau tidak bertemu dengannya aku juga pasti tak bertemu jodohku yang tak lain adalah sahabat Naura sendiri" jawab Zidan kemudian menatap Naura dan melemparkan senyuman.
"Sama-sama Kak Zidan, semoga rumah tangga kalian selalu bahagia" ucap Naura kemudian memeluk Riska.
"Selamat ya Ka"
"Iya makasih Ra, eh mana Dion ?" tanya Riska yang tak melihat batang hidung Dion sedari tadi.
"Kalian mencari aku ?" tanya Dion yang sudah berdiri dibelakang Reyhan dan Naura.
Dion memeluk Zidan dan Riska bergantian serta mengucapkan selamat pada mereka berdua.
"Ayo kita foto" seru Riska.
Mereka pun berfoto bersama dari berbagai gaya mereka sama-sama melemparkan senyuman dan tawa bahagia dihari pernikahan Zidan Riska.
Tak jauh dari pelaminan seorang gadis cantik tengah tersenyum melihat pemandangan itu, gadis itu tak lain adalah Yoona ia bersama Lim sang papa menghadiri pernikahan Zidan.
Lim menyipitkan matanya melihat anak gadisnya itu tersenyum bahagia kala memperhatikan diatas pelaminan.
__ADS_1
"Apa yang membuatmu bahagia, Nak ?" batin Lim, namun tak berselang lama Lim mengobrol dengan Arya dan Ayu yang duduk dimeja yang sama dengannya.