Terjebak Pesona Naura

Terjebak Pesona Naura
BAB 17


__ADS_3

Naura pulang ke rumah dengan berjalan gontai memasuki rumahnya. Ia mendudukkan dirinya di sofa ruang televisi. Tiba-tiba Pak Baskoro keluar dari kamarnya dan membawa koper. Naura berdiri dari duduknya dan menghampiri sang Ayah.


"Ayah kok balik lagi ? terus itu koper mau dibawa kemana ?" tanya Naura


"Oh Iya, Ayah harus pergi Dinas ke luar Negeri ada tugas genting yang mengharuskan Ayah juga ikut pergi kesana"


"Kemana Yah ?"


"Lebanon, kamu jaga diri baik-baik Ayah akan menugaskan pengawal untukmu supaya ada yang menjagamu selagi Ayah tidak ada"


"Enggak perlu Yah, aku yakin bisa jaga diri baik-baik kok. Lagian aku enggak ada kerjaan lagi"


"Nah itu dia yang harus Ayah ingatkan, Ayah minta kamu jangan terlibat dalam kontrak kerja lagi dengan agensimu mulai saat ini. Nanti kalau Ayah sudah pulang kamu boleh ikut bergabung lagi"


"Tapi Yah..."


"Mengertilah Naura, Kamu tau apa pekerjaan Ayah ada banyak orang yang tidak suka dengan Ayah tanpa sepengetahuan Ayah. Ayah tidak mau kamu menjadi disakiti dan menjadi korban. Tetap berada dirumah, kalau kamu ingin keluar hubungi Ayah. Atau...."


"Atau apa Yah..."


"Reyhan ! Iya Ayah harus menelfon dia sekarang"


"Kenapa sama Kak Reyhan ?" ucap Naura bingung


"Ayah akan meminta Reyhan untuk menjagamu selagi Ayah belum pulang ke tanah air"


Mulut Naura menganga mendengar Ayahnya akan meminta Reyhan menjaga Naura. Bisa-bisanya Ayahnya percaya begitu saja dengan Reyhan.


"Kenapa harus Kak Reyhan, Yah ?" tanya Naura


Pak Baskoro menghembuskan nafasnya pelan, ia membawa Naura untuk duduk di sofa.


"Ayah dan Om Arya sudah sepakat menjodohkanmu dengan Reyhan" ucap Pak Baskoro


"Apa !" Naura terkejut


"Iya, Ayah setuju bila Reyhan menikah denganmu suatu saat nanti"


"Kenapa Ayah ngambil keputusan sendiri ? aku belum mau nikah Yah, aku masih mau kuliah" lirih Naura


"Ini demi kebaikanmu Naura"


"Enggak, aku enggak mau Yah, titik !"


"belajarlah untuk menerima Reyhan, Ayah mohon" pinta Pak Baskoro


"Ayah enggak sayang sama Naura lagi !" ucap Naura berkaca-kaca

__ADS_1


"Tolong jangan menangis, Ayah tidak sanggup melihatmu menangis"


"Katakan, apa alasan Ayah menjodohkanku dengan Kak Reyhan"


"Itu karena...."


*FLASH BACK*


ROFTOOP J.A.V RESTORAN


"Ayo ceritakan kenapa kau menikahi Dilara ?" tanya Baskoro


"Sudah ku katakan kalau aku menghamilinya" jawab Papa Arya santai


"Aku kenal kau bukan sehari dua hari Arya, jujurlah. Apa yang kau sembunyikan dariku ?"


"Kenapa kau ingin tahu tentang Dilara, kalian sudah tidak ada hubungan apapun. Atau jangan bilang kau masih mencintainya ?"


"Aku mencari Dilara selama ini, dan ternyata dia sudah menikah denganmu. Kenapa kau tidak bilang padaku jika Dilara bersamamu, Arya!" bentak Baskoro mencengkram kerah kemeja Arya


"Apa yang bisa ku lakukan ? apakah aku harus diam saja ? saat dia berjuang sendirian dia hamil sampai menghidupi Dion sendirian tanpa bantuanmu ?!" teriak Papa Arya


"Apa maksudmu ?"


"Dilara hamil anakmu Bas, Dion anakmu !"jawab Papa Reyhan dengan lantang.


Pak Baskoro diam mematung, nafasnya memburu detak jantungnya tak beraturan mendengar jawaban Papa Arya.


"Apa kau ingat 1 bulan sebelum kau menikah dengan Briana, kita pergi liburan ke Bali. Apa kau ingat kau mabuk berat karena tidak terima dijodohkan oleh kedua orang tuamu dengan Briana" Papa Arya menghentikan ucapannya


"Dan apa kau tidak ingat kau meniduri Dilara ?" tanya Papa Reyhan


"Setelah kau menodai dia, kau pergi berdinas ke luar negeri tanpa menghubungi dia lagi bahkan aku yang kelimpungan mencari kontakmu namun tak ada hasil."


"Ketika kau pulang ke tanah air kau menikah dengan Briana, kau bahagia sekali menikah dengan Brina padahal waktu itu Dilara sedang mengandung anakmu !"


Pak Baskoro mencoba mengingat-ingat kejadian masa lalu mereka bersama Dilara, dan ia tidak menyangka bahwa sahabatnya sendiri menjadi lampiasan kekecewaannya. Ia terduduk bersandar tembok.


"Tidakkah kau lihat kalau Dion sangat mirip denganmu, Bas!"


Reyhan tetap diam kemudian air matanya menetes dengan sendirinya. Ternyata selama ini ia bukanlah sosok lelaki yang baik, memiliki jabatan sebagai jendral TNI adalah kebanggannya begitupun di mata Naura ia menganggap dirinya seorang Ayah yang sempurna.


"Kenapa kau diam, apa kau sudah ingat sekarang !" tanya Papa Arya sedikit berteriak.


Pak Baskoro tetap diam hati dan pikirannya sangat kacau menerima kenyataan yang diucapkan oleh Papa Arya.


"Dimana Dilara ?" tanya Pak Baskoro

__ADS_1


"Dia meninggal..." lirih Papa Arya kemudian menangis.


"Apa ?!"


"Dia meninggal karena sakit kanker yang di deritanya"


"Kapan..."


"Saat Dion berumur 10 tahun..." lirih Papa Arya


Pak Baskoro menangis begitu pula Papa Arya. Mereka adalah dua sahabat yang sangat menyayangi Dilara, meskipun Papa Arya tahu bahwa Baskoro sempat menaruh hati pada Dilara.


"Kenapa kau tak beri tahu padaku sejak dulu ?" lirih Baskoro pilu


"Apa yang bisa ku lakukan, saat melihat keluargamu bahagia Bas. Haruskah aku menghancurkan kebahagiannmu bersama Briana ? Saat itu kau sudah menerima Briana kau menyayangi dan mencintainya dengan tulus" lirih Papa Arya.


Dada Baskoro semakin sesak ketika mengingat ia begitu menyangi dan mencintai Briana, ia ternyata bahagia diatas penderitaan Dilara selama ini. Cukup lama Baskoro menangis sedangkan Papa Arya berhenti menangis dan menatap langit malam yang cerah akan sinar rembulan dan bintang yang bertaburan. Ia yakin saat ini Dilara pasti melihatnya bersama Baskoro.


Baskoro menghentikan tangisannya kemudian berdiri disamping Arya.


"Kenapa kau menikahi Dilara ?" ucap Baskoro dengan suara beratnya


"Aku kasihan padanya Bas, disisa umurnya ia meminta aku untuk menjaga Dion. Aku pun jadi tak tega melihat Dion. Walaupun rumah tanggaku sendiri harus hancur karena aku menikahi Dilara"


"Lisa pasti beranggapan kau selingkuh bukan ?"


"Iya seperti itulah, bahkan hubunganku dengan Reyhan tidak baik, ia membenciku walaupun ia menghormatiku sebagai seorang Ayah"


"Aku berhutang banyak padamu Arya, jika tidak ada kau bagaimana dengan Dilara apalagi Dion. Apa yang bisa ku lakukan untukmu ? lirih Baskoro


Arya menghembuskan nafasnya pelan kemudian ia berjalan ke tempat duduk. Ia mendudukkan dirinya begitu pula dengan Baskoro.


"Bisakah kau menerima anakku Reyhan menjadi menantumu, Bas ?" ucap Arya


Baskoro menatap Arya kemudian ia tersenyum.


"Kau ingin menjodohkan Reyhan dengan Naura ?"


"Iya bila kau setuju"


"Hanya itu ?"


"Cukup kau terima Reyhan aku akan merasa sangat bahagia, aku rasa anakku benar-benar menyukai anakmu"


"Baiklah akan ku terima Reyhan menjadi menantuku, aku anggap sebagai bentuk rasa terimakasihku padamu Arya dan juga balas budiku" ucap Baskoro tegas


,......

__ADS_1


__ADS_2