Terjebak Pesona Naura

Terjebak Pesona Naura
BAB 28


__ADS_3

Malam hari diruang kerja Reyhan tengah duduk bersama Zidan membahas pekerjaan kantor karena ia tak bisa masuk ke kantor tadi pagi.


Setelah mereka berdua menyelesaikan pekerjaannya. Reyhan memberi tugas pada Zidan untuk mencarikan Wedding Organizer untuknya nanti menikah dengan Naura.


"Serius mau nikah lagi ?" tanya Zidan penasaran karena selama ini Reyhan dekat dengan para wanita karena hanya untuk bermain-main saja tak pernah ada yang serius.


"Iya seperti yang kau lihat" Reyhan menjawab dengan santainya.


"Kapan ?"


"Bulan depan, aku tak mau ada kesalahan sedikitpun" titah Reyhan


"Okelah Bos CEO Duda, eh bakalan mantan Duda maksudnya" ucap Zidan sembari meledek.


Reyhan melemparkan pena ke wajah Zidan sebagai bentuk kekesalannya.


"Iri bilang...makanya cari cewek sana Nikah !" ucap Reyhan meledek balik Zidan


"Udah ketemu tapi masih samar-samar" jawabnya santai


"Siapa ?"


"Teman calon istrimu"


"WHAT !" Reyhan terkejut mendengar jawaban Zidan. Ia tak menyangka Zidan sudah mulai tertarik pada wanita.


"Wah, ada kemajuan kau berarti. Segera lamar dia dan ajak dia kehadapan Mami dan Papimu" ucap Reyhan antusias.


"Gimana mau ngelamar kalo ketemu bertengkar terus" ucap Zidan dalam hati.


(



(Riska Anggita yang udah bikin Abang Zidan terpikat 😍)


.....


Pagi hari Naura pergi mendatangi Bebi dikantor Agensi Bintang. Ia sudah bertekad untuk berhenti dari dunia model. Keputusan yang ia ambil sudah benar-benar bulat. Ia ingin fokus pada pendidikannya dan pernikahannya nanti bersama Reyhan.


Tiba di kantor ia langsung menemui Bebi dan Bos Agensi Bintang yang sudah memperkenalkan dirinya di media. Semua yang mendengar penyataan Naura yang ingin berhenti dari dunia model pun tak setuju dengan keputusan yang Naura ambil sebab setelah sebelumnya nama Naura meroket karena menjadi bintang iklan perusahaan Wijaya Corp, agensi bintang banyak mendapatkan banyak tawaran kerja sama dan itu harus Naura yang menjadi bintang iklannya.


"Enggak gue enggak setuju kalo Lo berhenti, Ra" ucap Bebi tegas

__ADS_1


"Iya kalau kamu berhenti itu artinya kami harus membayar penalti pada perusahaan yang sudah sepakat menjadikanmu bintang iklannya" pungkas Rio Bos agensi bintang.


Naura memijit pelipisnya saat ini sangat berat apa yang ia rasakan.


"Please Ra, kalau kamu pengen berhenti kita selesaikan dulu kontrak kerja sama dengan perusahaan yang sudah setuju sama agensi kita"


Naura menghembuskan nafasnya kasar. Dan menatap Bebi serta Rio secara bergantian. Mungkin benar ia harus profesional dan berhenti secara baik-baik setelah kewajibannya selesai.


"Okelah...berapa perusahaan lagi ?" tanya Naura


Bebi dan Rio tersenyum senang ia kemudian menjelaskan pada Naura, hingga membuat Naura ternganga dibuatnya.


"Sebanyak itu jadwalnya ?" Naura terkejut


"Iya karena Lo terus meminta Ayah Lo balik dulu ke tanah air, ya mau enggak mau kami memundurkan jadwalnya Ra"


"Oke, gue bakalan minta izin sama Ayah gue. Dan kalo bisa jadwal gue harus selesai dalam waktu 2 minggu !"


"Oke bisa kita atur" jawab Rio cepat


Setelah keluar dari kantor agensi bintang naura masuk ke dalam mobilnya. Ia menghembuskan nafasnya pelan. Ia merasa penat setelah berdebat dengan Bebi dan Bosnya. Naura menghubungi Ayahnya dan meminta izin pada Ayahnya untuk menyelesaikan urusannya dengan pihak agensi karena akan berhenti dari dunia Model. dan tentu disambut hangat oleh Baskoro. Baskoro kemudian memberikan izin padanya, namun tetap dengan pegawasan pengawal. Karena Baskoro tak mau Naura sampai terjadi apa-apa pada Naura.


Setelah menelfon Ayahnya, Naura menuju Caffe ia ingin menenangkan dirinya dengan meminum Es Kopi kesukaannya. Naura mendudukkan dirinya disudut caffe yang tidak terlalu lalang oleh orang yang lewat. Naura meminum kopinya dengan santai.


Tiba-tiba datang lelaki tampan berusia kurang lebih 20 tahun dengan kaca mata hitam bertengger di hidungnya. Ia melihat ke arah Naura yang sedang duduk seorang diri. Ia mendekati Naura dan duduk dikursi dan berhadapan dengan Naura.


Naura menoleh dan terperanjat kaget.


"Sudah duduk juga" jawab Naura malas


"Boleh kenalan ?" tanya lelaki itu.


"Maaf saya enggak bisa kenalan sama orang yang enggak saya kenal"


"Makanya kita kenalan dulu biar kita bisa saling kenal, Nuara Berlina !"


Naura terperanjat dari mana ia tahu namanya.


"Dari mana tahu namaku ?"


"Di Tv, Internet, bahkan papan reklame" ucapnya santai


Benar juga apa yang dikatakan lelaki itu sekarang ia sudah diketahui banyak publik. Tak mungkin tak ada yang mengenali dirinya.

__ADS_1


"Kenalin namaku Alvaro, panggil aja Varo" ucapnya lagi sambil mengulurkan telapak tangannya.


Reyhan bersama Zidan kini sedang dalam perjalanan menuju lokasi pembangunan proyek, diperjalanan pandangannya tak sengaja melihat Naura didalam sebuah caffe minimalis tengah duduk bersama seorang laki-laki. Ia buru-buru menyuruh Zidan menghentikan laju mobilnya dan segera menyusul Naura ke dalam caffe.


"Stop !"


*Ckiitt*


"Jangan ngagetin Rey !" Protes Zidan yang menyuruhnya berhenti mendadak.


Reyhan tak memperdulikan Zidan Ia turun dari dalam mobil dan menghampiri Naura masuk ke dalam caffe.


Zidan yang melihatnya fokus ke arah Reyhan yang menghampiri Naura. Ia mengusap wajahnya kasar, kesal dengan tingkah Reyhan yang kadang suka semaunya jika menyangkut Naura.


"Dasaf Bucin !"


Reyhan menatap tajam lelaki bernama Varo yang mengulurkan tangannya pada Naura. Sedangkan Naura dan Varo tidak menyadari ada Reyhan didekat mereka.


"Oke kalo kamu enggak mau kenalan, enggak apa-apa. Minta nomor hape boleh enggak ?"


Naura memembuang muka ia malas meladeni Varo yang terus menggodanya. Tetapi pandangan matanya menatap ada Reyhan yang memperhatikan mereka.


"Kak Rey..." lirih Naura


Reyhan mendekati Naura dan Naura pun langsung berdiri. Reyhan memegang telapak tangan Naura dan menautkannya di depan Varo. Tentu itu membuat Varo mengernyit heran, ada hubungan apa Naura dengan Reyhan CEO perusahaan Wijaya Corp. Siapa yang tak kenal Reyhan bahkan perusahaan Papa Varo pun ikut bekerjasama dengan Reyhan.


"Tuan Reyhan !" ucap Varo mengernyit heran.


"Hai apa kabar Alvaro Pratama ?" ucapnya santai penuh arti.


"Baik Tuan. Kalian saling kenal ?" tanya Varo


Reyhan tersenyum smirk ia kemudian menatap Varo tajam dan dingin, tentu membuat Varo menjadi takut.


"Kau tahu apa jadinya jika aku menarik seluruh saham perusahaan Papamu, itu artinya kau bisa langsung miskin dalam sekejap. Jadi berhentilah menggoda wanitaku, Alvaro Pratama" ucapnya Dingin kemudian membawa Naura pergi dari hadapan Varo.


Varo mengusap wajah dan menghembuskan nafas kasar setelah mendapatkan ancaman dari Reyhan. Ia melihat Naura masuk ke dalam mobil mengepalkan tangannya, tak terima.


"Baiklah mari kita buktikan, akan ku rebut Naura dari tanganmu Tuan Reyhan" ucapnya bermonolog.


Reyhan duduk dijok belakang ia meminta Zidan untuk melajukan mobilnya kembali ke kantor dan membatalkan jadwal pengecekan proyek pembangunan hari ini. Dan itu membuat Zidan merengut tak suka dengan Reyhan karena menganggap tak profesional dalam bekerja jika sudah bersama Naura.


Naura yang sedari tadi ingin bicara pada Reyhan tapi malu ada Zidan, ia mengurungkan niatnya mungkin nanti saja saat mereka tengah berdua dikantor Reyhan. Apalagi ia melihat Reyhan fokus menghadap ke layar Notebooknya, ia merasa dicueki dan ia tahu mungkin Reyhan marah padanya dicaffe berusan bersama Varo.

__ADS_1


"Apa Kak Rey cemburu ?" ucap Naura dalam hati sambil tersenyum cantik.


.....


__ADS_2