Terjebak Pesona Naura

Terjebak Pesona Naura
IKHLAS


__ADS_3

Naura menjalani berbagai pemeriksaan disalah satu rumah sakit dan ditangani oleh seorang dokter hebat kenalan Reyhan.


Setelah Naura menjalani serangkaian pemeriksaan Naura dan Reyhan mendengarkan pendapat dokter.


"Semuanya baik-baik saja, mungkin ini sudah lima tahun berlalu. Rahim istrimu baik-baik saja Reyhan walaupun sempat melakukan operasi perbaikan rahim"


"Tapi kenapa tak kunjung hamil juga Dok ?" tanya Naura penasaran


Dokter tersenyum menatap Reyhan "Kuncinya ialah bersabar dan selalu berusaha, Tidak perlu dilakukan pengobatan sebab istrimu baik-baik saja"


Reyhan mengenggam tangan Naura "Sayang, bukankah sudah ku bilang ini hanya masalah takdir. Mungkin kita hanya ditakdirkan bertiga bersama Al" Reyhan menenangkan Naura.


"Aku akan memberikan obat penyubur rahim dan Vitamin, silahkan diminum satu kali sehari" ucap Dokter


"Terimakasih Dok" balas Reyhan kemudian mereka undur diri.


Dijalan koridor rumah sakit Reyhan memegang tangan istrinya itu tanpa melepaskannya.


"Anggap saja ini liburan bulan madu okey ?" ucap Reyhan


Naura menoleh kemudian menghentikan langkahnya dan memeluk suaminya itu.


"Mas, aku sudah ikhlas jika kita tidak ditakdirkan punya anak lagi" ucap Naura menatap manik mata suaminya.


Mata Reyhan berkaca-kaca ia tahu istrinya pasti mengalami kesedihan yang teramat. Ia memeluk Naura dan mendaratkan kecupan dikening.


"Mas akan selalu ada untukmu dengan ada atau tanpa adanya anak lagi" balas Reyhan


Naura menganggukkan kepalanya dan seketika air matanya tumpah lalu memeluk suaminya itu.


"Terimakasih Mas"

__ADS_1


"Mas yang berterimakasih padamu sayang, karena dirimu Al ada"


Reyhan kembali memeluk Naura erat kemudian mengajak Naura pergi dari rumah sakit dan berkeliling kota Berlin, sesuai ucapan Reyhan mereka akan menganggap ini adalah liburan bulan madu mereka untuk yang kedua kalinya.


"Bersabar tidak semudah menghiklaskan. Ikhlas karena mungkin nanti tak diberi kesempatan kembali memiliki apa yang Tuhan berikan"


.......


"Yoonaku"


Dion melihat panggilan yang tertera dilayar handphonenya. Dengan cepat Dion mengangkatnya dan tampaklah wajah mereka saling bertemu dalam panggilan Video Call.


"Sudah selesai tugasnya ?" tanya Dion melihat Yoona yang masih menggunakan seragam perawat. Yoona mengambil studi D3 Keperawatan, begitu Yoona menyelesaikan pendidikannya ia langsung bekerja disalah satu rumah sakit yang bekerjasama dengan perusahaan Reyhan.


"Iya baru aja Kak" Yoona menampakkan muka lelahnya.


"Mau oleh-oleh apa ?" tanya Dion


"Kapan pulangnya ?" Yoona bertanya balik dengan antusias.


"Kangen banget ya ?" goda Dion


"Tau ah"


"Kak Reyhan ke Jerman minggu depan dia pulang"


Yoona menjadi lesu mendengarnya dan bermuka masam.


"Tunggulah sebentar lagi, Kakak akan menemui Papamu" tukas Dion.


"Serius ?"

__ADS_1


"Tapi bantu Kakak okey ?"


"Pasti !"


Dan obrolan itu berakhir Dion meletakkan hpnya diatas nakas tempat tidur. Tak lama terdengar suara pintu diketuk, ternyata itu adalah Celine. Dion membukakan pintu dan tersenyum, senyuman itu mampu membuat hati Celine berbunga-bunga dan berdetak kencang.


"Kau mau membersihkan kamar ?" tanya Dion


"Iya Tuan" Celine berusaha menundukkan wajahnya.


"Silahkan bersihkan, aku akan mandi terlebih dahulu sebelum aku keluar dari kamar mandi kau harus keluar dari kamarku"


"Saya paham Tuan"


Dion pun masuk ke dalam kamar mandi dan Celine membersihkan kamar Dion mengambil pakaian kotor dan mengganti bedcover. Tak lama hp Dion berbunyi tanda pesan masuk. Ia menjadi penasaran dibuatnya.


Ia berjalan ke arah nakas dan memegang benda pipih itu alangkah terkejutnya ia melihat foto walpaper hp Dion bersama seorang wanita cantik. Ia memeluk wanita itu dari belakang dengan memakai pakaian yang sama alias couple.



Tangan Celine bergetar memegang benda pipih itu, kemudian ia membuka pesan yang masuk tertera nama Yoonaku❤ ia menatap nanar apa isi didalamnya sebuah foto selfie Yoona.


"I Miss You Dionku 😘"


Hati Celine patah berkeping-keping ternyata Dion sudah memiliki kekasih ditanah air.


Tiba-tiba Dion keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang melilit dipinggangnya. Matanya menatap Caline yang sedang memegang hpnya tanpa sadar dirinya sudah keluar dari kamar mandi.


"Celine !" suara berat Dion mengagetkan Celine dan seketika itu hp Dion jatuh dari genggaman tangannya.


"Tuan !"

__ADS_1


Deg


__ADS_2