Terjebak Pesona Naura

Terjebak Pesona Naura
BAB 21


__ADS_3

Pagi hari Naura mendapatkan telfon dari managernya siapalagi kalau bukan Bebi. Bebi menawarkan pekerjaan lagi kepada Naura, karena nama Naura melambung dalam sehari setelah membintangi iklan produk dari perusahaan Wijaya Corp. Ia mendapatkan banyak sekali tawaran bintang iklan, dan itu membuat Bebi senang sekaligus kelimpungan.


Naura terus membujuk Bebi agar paham akan kondisinya. Karena saat ini Naura dilarang untuk aktif di dunia model sebelum Ayahnya pulang ke tanah Air.


Baik followers di Instagram Naura pun menjadi banyak katakanlah Viral. Bahkan banyak sekali DM yang masuk dari pedagang Online Shop yang menawarkan Naura untuk endorsemen.


Komenan para netizen berhamburan di berbagai postingan foto Naura. Mereka kagum akan kecantikan Naura. Terlebih yang saat ini Viral adalah foto Ayahnya Naura yang ternyata seorang Jendral berstatus Duda. Meski usianya tak muda lagi namun ketampanan Ayah Naura mampu membuat siapa pun yang melihatnya takjub.


'Wajar Naura cantik banget enggak taunya bibit unggul dari Ayahnya, Pak Jendral'


'Wahh....anaknya cantik Bapaknya ganteng banget, mau dah jadi Ibu tiri Naura'


'Naura cantik alamiah gaes enggak ada duanya'


'enggak pakek make up aja cantik apalagi udah pakek make up'


'Ya allah jadikanlah Naura jodoh hamba'


'Pak Jendral udah punya calon istri belum ya ?'


'Lagi ngehalu jadi Emak tiri Naura'


Begitulah kira-kira beberapa komentar yang sempat Naura baca dari akun sosial miliknya. Ia sampai tersenyum dan geleng-geleng kepala. Tak lama ada pesan dari Riska yang mengajaknya untuk membeli peralatan masuk kuliah nanti. Naura lantas mengganti pakaiannya. Naura hanya memakai kaos putih celana jeans hitam dan jaket hitam. Rambutnya dicurly dan sedikit memakai riasan diwajahnya. Terlihat sangat cantik. Ia bergegas meraih kunci mobil dan memakai sling bagnya.



Naura melajukan mobilnya ke rumah Riska. Naura menjalankan mobilnya pelan. Saat diperjalanan ada mobil hitam yang mengikutinya di belakang. Naura tahu itu adalah mobil pengawal bayangan yang diperintahkan Ayahnya jika Naura pergi keluar rumah.


Naura tak merasa takut karena mereka mengikuti secara sembunyi-sembunyi itu artinya, Naura tidak merasa terkekang. Ia masih bebas melakukan apa saja.


Setibanya ia di depan rumah Riska. Riska segera masuk ke dalam mobil Naura.


"Wah...mobil baru lo keren Ra" ucap Riska kagum


"Ah biasa aja kali"


"Dari Ayah lo ya ? Enak banget ya kalo banyak duit mau beli apa aja tinggal minta"


"Enggak minta gue, hadiah kelulusan katanya"


"Andai gue banyak duit Ra"


"Eh kok jadi baperan ?"


"Habis gue terpesona lo udah cantik anak Jendral kaya lagi"


"Hahaha...kayak lo enggak kaya aja"


"Kaya apaan, kismin iya !"


"Kaya hati Ka, hati lebih utama ketimbang banyak harta tapi enggak punya hati"


"Nah itu dia, lo kalo ngomong suka bener"


Sepanjang perjalanan Riska dan Naura bercerita banyak hingga mereka kadang saling meledek, tertawa dan melow. Ya begitulah wanita jika sudah bertemu teman curhatnya. Akan banyak cerita bahkan hal yang tak penting pun jadi bahan pembicaraan.


Tak berselang lama mereka sampai di sebuah Mall terbesar di kotanya. Mereka berjalan memasuki Mall dan menuju lantai empat. Mereka membeli peralatan perkuliahan yang dibutuhkan nanti pada saat masuk kuliah.


Bahkan mereka membeli seragam putih dan rok hitam untuk dipakai pada saat Ospek nanti.


Naura tiba-tiba melihat baju couple ia mengajak Riska untuk sama-sama mencobanya. Kemudian mereka sepakat untuk membelinya.


Riska menenteng belanjaannya begitupun Naura.

__ADS_1


"Eh makasih banyak ya Ra, kamu baik banget bayarin belanjaan aku" ucap Riska tak enak hati


"Iya sama-sama, berbagi rezeki Ka kemaren gue habis nerima honor. Hehehe" Naura cengir kuda.


"Laper enggak Ka ? makan yok ?" ajak Naura


"Hayok !" jawab Riska antusias


Saat berjalan ke salah satu cafe yang ada di mall. Riska tak sengaja menabrak seorang lelaki yang berjalan ke arahnya. Karena ia fokus melihat-lihat isi belanjaan di Paper Bagnya.


"Aduh..." ucap Riska mengaduh sakit pada keningnya.


"Apa kau tidak punya mata" ucap lelaki itu dingin


Riska yang tidak terima bilang tidak punya mata. Ia menatap wajah lelaki dihadapannya itu. Ia terpengarah karena wajah tampannya.


"Selain tak punya mata, ternyata kau tidak punya telinga rupanya" ucapnya lagi tak kalah dingin.


"Ganteng doang tapi kayak kulkas" ucap Riska tak mau kalah


"Apa maksudmu ?!" bentaknya


"Masa kulkas aja enggak tau, itu lemari pendingin" ucap Riska menjelaskan.


Naura yang melihatnya menjadi penengah. Karena tak mau membuat keributan dan memancing perhatian orang lain.


"Maaf Pak, temanku yang salah. Saya minta maaf atas namanya" ucap Naura


Lelaki itu menoleh ke arah Naura. Seketika ia terkejut melihatnya.


"Nona Naura..."


Ya saat ini lelaki yang dihadapan Naura dan Riska adalah Zidan, Assisten pribadi Reyhan.


"Oh...maff Pak Zidan saya hampir lupa dengan Bapak"


"Tadi kayak es balok sekarang macam squisy" ucap Riska dalam hati


"Maafin temen saya, Pak Zidan. Kami permisi" Ucap Naura menarik tangan Riska.


"Eh apa-apan Ra, gue masih belom selesai sama Cowok kulkas ini" ucap Riska tak terima ditarik oleh Naura.


Zidan geram mendengar ucapan Riska yang menyebutnya cowok kulkas dari tadi. Ia menatap tajam Riska, tak terima dengan apa yang diucapkannya.


"Jaga bicaramu dasar wanita bar-bar"


Naura segera menarik Riska untuk pergi menjauh. Sedangkan Riska terus meronta ia belum selesai berurusan dengan Zidan.


"Awas kau cowok kulkas" ancam Riska sambil teriak diseret oleh Naura.


"Semoga aku tak bertemu dengannya lagi, menyebalkan !" batin Zidan


Didalam restoran Naura dan Riska sudah memesan makanan. Naura makan dengan tenang sambil mendengarkan ocehan Riska setelah berdebat dengan Zidan.


"Kamu yang salah Ka, harusnya kamu minta maaf"


"Enak aja dia ngatain aku cewek bar-bar Ka, bar-bar. Iihh sumpah benci banget gue ! ucap Riska tak terima


"Jangan terlalu benci Ka, nanti jatuh cinta bahaya loh"


"Ogah gue sama cowok model begitu ganteng doang tapi dingin kayak es balok dalem kulkas"


"Ogah-ogah entar mau" ledek Naura

__ADS_1


"Mending lo makan deh, enggak capek apa ngoceh mulu"


"Iya ya banyak ngoceh juga butuh makan ya Ra, hehehe"


Tak lama keduanya selesai makan. Tiba-tiba ada beberapa Ibu-Ibu yang datang menghampiri meja Naura dan Riska. Mereka adalah penggemar Naura.


"Eeh...ada Naura, boleh minta fotonya Nak ?"


"Boleh kok Bu" jawab Naura lembut


Mereka berfoto selfi bahkan ada yang meminta tanda tangan Naura. Awalnya Ibu-Ibu yang datang hanya 3 orang tapi lama kelamaan makin banyak yang menghampiri Naura. Riska jadi kebingungan sekaligus kelimpungan. Ia kemudian menarik Naura untuk pergi meninggalkan restoran. Para penggemar Naura berlari mengejar Naura. Riska dan Naura berlari keluar Mall. Pada saat dipintu keluar, ada mobil hitam yang sudah terparkir didepan. Tanpa berfikir lagi Riska masuk ke dalam mobil tersebut bersama Naura.


"Huh...selamat..." ucap Riska lega sambil mengatur nafasnya yang ngos-ngosan begitu dengan Naura.


"Buset dah, fans lo menggila Ra. Ngeri gue"


"Iya enggak tahu gue kalo bakalan kayak begitu"


"Lain kali lo pakek masker deh Ra, biar enggak dikejar-kejar kayak tadi. Sumpah kita udah mirip maling yang ketahuan warga kampung"


"Hahaha...bener juga ya, Ya udah deh besok-besok gue pakek masker"


Keduanya asyik ngobrol di mobil orang entah milik siapa. Tanpa mereka sadari sudah ada pemilik mobil di kursi kemudi.


"Apa kalian sudah selesai bicara ?" tanya sang pemilik mobil kemudian menghadap kebelakang.


"Astaugfirullah...kita dimobil orang Ka" ucap Naura kaget


"Maff maff Pak, kami enggak sengaja...Eh Pak Zidan" ucap Naura lagi


"Iya tak masalah Nona Naura" ucap Zidan lembut.


"Saya permisi Pak, makasih sebelumnya" ucap Naura keluar dari mobil.


"Gue ambil mobil dulu di parkiran, Ya" ucapnya lagi pada Riska


"Hei mau kemana kau wanita bar-bar" ucap Zidan dingin melihat Riska ingin keluar dari mobil.


"Mau keluar Pak..." ucapnya lirih


"Seenaknya saja kau keluar masuk mobil orang, dikira mobilku ini taksi !"


"Maaf Pak, saya refleks ngajak Naura masuk mobil Bapak"


"Lihat mobilku jadi kotor"


"Tapi saya enggak sengaja Pak"


"Kau harus ganti rugi"


"Kan enggak ada yang lecet Pak" kilah Riska


"Lagian saya enggak punya uang" lirihnya lagi


Zidan tersenyum smirk. Ia berfikir tadi wanita itu dengan berani menantangnya. Namun sekarang ia bahkan tak punya nyali dihadapannya.


"Aku tak mau tahu, kau harus ganti rugi" ucapnya dingin dengan penuh ketegasan


Tak lama Mobil Naura sudah sampai di samping mobil Zidan. Riska melihatnya ia kemudian mengeluarkan uang 10ribuan sebanyak 5 lembar. Dan memberikannya pada Zidan. Riska kemudian bergegas keluar dari mobil dan masuk ke dalam mobil Naura. Dan pergi meninggalkan mobil Zidan.


Zidan merasa kaget, ia merasa terhina karena diberi uang receh oleh Riska. Zidan meremas uang itu sampai tak berbentuk.


"Dasar wanita menyebalkan !"

__ADS_1


"Tunggu suatu saat pembalasanku dasar wanita bar-bar"


.......


__ADS_2