Terjebak Pesona Naura

Terjebak Pesona Naura
WISATA KULINER


__ADS_3

Hari ini Zidan dan Reyhan bersama istri mereka sedang melakukan wisata kuliner. Karena Riska sangat ingin menikmati makanan favoritnya yang ada di Jakarta.


Banyak sekali tempat-tempat yang menjadi agenda mereka saat ini. Reyhan dan Zidan sudah kewalahan ketika harus menghabiskan makanan yang sudah mereka kunjungi saat ini, baru tiga tempat masih ada 5 tempat lagi. Semua tempat makan yang Riska dan Naura kunjungi adalah tempat makan kenangan mereka dahulu sewaktu masih duduk dibangku SMA.


"Kalau ada Dion pasti seru ya ?" ucap Riska sambil memakan makananya, dan itu membuat Zidan mengernyitkan dahinya.


"Iya, dia lagi sibuk banget buat sidang Tesis" jawab Naura.


"Jadi gimana hubungan dia sama Yoona masih belum mau go publik ?" Tanya Riska lagi


"Hanya aku sama Mas Reyhan berdua yang tahu, Dion itu takut Papanya Yoona enggak nerima Dion"


"Dion payah sih, seharusnya dia bisa memperjuangkan Yoona ngadepin Bokapnya"


"Udah satu setengah tahun Dion di Jerman, kebayang enggak gimana kengennya dia sama Yoona"


"Dan dia enggak mau pulang sama sekali sebelum S2nya selesai"


Lama keduanya membicarakan Dion, membuat Zidan tidak menyukai hal itu. Melihat ekspresi wajah Zidan, Naura membisikkan sesuatu ke ketelinga Riska.


"Ka, laki Lo cemburu" bisik Naura pada Riskan dan Riska menatap manik mata suaminya itu kemudian mengedipkan matanya tersenyum jahil.


"Awas kau saja nanti malam kau tidak bisa tidur, sayang" ucap Zidan dalam hati.


"Kita akan kemana lagi Sayang setelah ini ?" tanya Reyhan perutnya kini sudah begah karena kebanyakan makan.


"Ada satu tempat lagi Mas, hem...kayaknya lebih baik besok aja deh Ka, kasihan anak-anak ditinggal terlalu lama" jawab Naura


"Iya deh besok kita lanjut lagi"

__ADS_1


"Enggak kenyang-kenyang Bumil" ledek Naura dan Riska hanya tertawa.


.......


Setibanya mereka dirumah mereka mendapati Al yang sedang mengajak Kevin bermain. Kevin yang baru berusia 1 tahun 5 bulan itu nampak sedang berlari kesana kemari dan Al terus mengikuti Kevin takut jika Kevin jatuh dan menangis.


"Papa..." seru Al ketika sudah melihat orang tuanya pulang.


"Seru ya main sama Kevin dan Amora ?" tanya Reyhan pada anaknya kini.


"Iya Pa" Al tersenyum senang


Riska dan Zidan yang mendengar itu menjadi kasihan pada kekuarga Reyhan andai saja dulu Naura tak mengalami kecelakaan pasti Reyhan sudah memiliki anak dua dan Al tidak merasa kesepian karena tak punya teman.


"Besok Mommy Riska pulang, sayang" ucap Riska pada Al


"Yah...kenapa cepat sekali ?" Al menjadi lemas mendengarnya.


"Jangan sedih sayang..lusa kan Al sudah masuk sekolah lagi" bujuk Naura


"Al teman disekolahmu banyak ya ?" tanya Amora


"Iya banyak, apalagi perempuan" balas Al dengan polosnya


"Perempuan ?!"


"Iya perempuan cantik-cantik"


"Al kalo berteman itu dengan sesama laki-laki bukan perempuan" ucap Amora dengan nada kesalnya tak terima jika Al berteman dengan anak perempuan.

__ADS_1


"Kenapa, mereka sendiri yang mau berteman denganku, wek..."


"Al...!" teriak Amora kemudian pergi memasuki kamar yang ia tempati dirumah Papa Reyhan.


"Kenapa Amora marah ?" tanya Al pada kedua orang tuanya.


Reyhan hanya mengangkat kedua bahunya sedangkan Naura dan Riska hanya bisa terkekeh.


"Zidan sepertinya kita akan menjadi besan dimasa depan" kekeh Reyhan pada Zidan


"Aku tak mau berbesanan denganmu" tolak Zidan pada sahabatnya itu sambil menyeruput kopi.


"Kenapa ?"


"Ini bukan zaman siti nurbaya lagi Rey, biarkan mereka mencari kebahagiaan sendiri dengan pasangan pilihannya sendiri"


"Siapa juga yang mau berbesanan denganmu" Reyhan melemparkan bantal sofa ke wajah Zidan.


"Rey kau masih ingat Sabrina ?" ucap Zidan hati-hati.


"Kenapa lagi dia ?" tanya Reyhan tak suka.


"Ternyata keputusanmu menikahkan dia dengan Pratama adalah hal yang tepat. Saat ini mereka sudah bahagia dan punya dua anak kembar dua-duanya perempuan"


"Baguslah" jawab Reyhan singkat


"Kau masih dendam padanya ?" tanya Zidan lagi


"Iya sampai kapanpun aku tak terima, baik Sabrina dan Pratama adalah ayah Alvaro laki-laki yang menyakiti istriku"

__ADS_1


Zidan menghela nafasnya ternyata dendam Reyhan tak pernah pudar, ia masih membenci Sabrina dan Zidan tak mau ikut campur lagi terlalu dalam akan hal itu.


__ADS_2