Terjebak Pesona Naura

Terjebak Pesona Naura
PUTUSNYA PERSAHABATAN


__ADS_3

"Jadi dimana sekarang Sabrina berada, Rey ?"


tanya Papa Sabrina yang sudah jauh-jauh datang dari London bersama istrinya. Mereka sangat merindukan Sabrina dan ingin mengajak anaknya pulang.


Jujur saja setelah mendengar cerita yang disampaikan oleh Reyhan kedua orang tua Sabrina bahkan sangat malu dengan perbuatan anaknya. Berulang kali mereka meminta maaf pada Reyhan, bukan Reyhan tidak membenci dan tidak mau memaafkan Sabrina namun ia hanya menghargai persahabatan mereka.


"Dia bersama kekasihnya, Om Tante"


Mama Sabrina menghapus air matanya menatap Reyhan.


"Aku akan memaafkan Sabrina asalkan Om dan Tante mau menuruti keinginanku"


"Apa Nak, katakanlah kami akan lakukan" jawab Mama Sabrina.


"Nikahkan Sabrina dan Pratama, dengan begitu aku yakin Sabrina tak lagi mengusik rumah tanggaku dan terobsesi lagi padaku. Ingat satu hal Om Tante mereka berdua sudah seperti suami istri, mungkin sebentar lagi Sabrina akan hamil anak lelaki itu !"


"Apa !" Papa Sabrina terkejut bukan main mendengar ucapan Reyhan syarat menyuruh Sabrina menikah dengan pria lain, padahal dirinya sudah menerima perjodohan antara Sabrina dan sabahat sekaligus rekan bisnisnya.


"Papa, sudah kita turuti saja permintaan Nak Reyhan. Ini demi putri kita" lirih Mama Sabrina.


Papa Sabrina mengusap kasar wajahnya sungguh ia sangat prustasi akibat perbuatan anaknya.


"Kenapa Om ? bukankan Om dan Tante senang akhirnya Sabrina akan menikah" tanya Reyhan penuh selidik.


"Maaf Nak Reyhan, sebenarnya sebelum Sabrina pergi ke Indonesia kami sudah menerima perjodohan Sabrina dengan rekan bisnis Papanya. Kami pikir Sabrina setuju saja, tapi kami tak tahu alasan ia menerima perjodohan itu agar bisa bertemu denganmu dan kabur dari London"


"Astaga !" Reyhan terpengarah tak percaya, bisa-bisanya Sabrina nekat melakukan itu demi dirinya. Namun Reyhan kembali menunjukkan dirinya yang arrogant.


"Aku tak peduli Om Tante, jika kalian tak menikahkan mereka berdua. Aku akan menjebloskan Sabrina ke dalam penjara !"


"Baiklah-baik Om akan menikahkan mereka berdua Rey" lirih Papa Sabrina pasrah dengan apa yang harus ia terima saat ini.

__ADS_1


Dalam hati Reyhan ia bersorak gembira akhirnya ia bisa menghukum Sabrina bersama Pratama.


.......


Keesokan harinya Sabrina dan Pratama sedang melakukan pemberkatan disebuah Gereja. Naura dan Zidan juga ikut hadir dalam acara itu.


"Kau menghukumnya seperti ini Rey ?" tanya Zidan.


"Itu yang terbaik untuknya !" jawab Reyhan "Harusnya ia berterima kasih pada istriku yang tidak dendam dan mau memaafkannya !"


"Aku bangga padamu, Sayang" ucap Reyhan memegang tangan Naura.


"Untuk apa mendendam Mas, biarkan Tuhan yang membalas perbuatannya kelak dikemudian hari" jawab Naura masih menatap Sabrina dan Pratama yang sedang melakukan pemberkatan.


Tak lama acara pemberkatan itu selesai Sabrina dan Pratama hendak keluar dari Gereja bersama kedua orang tua Sabrina. Langkah kaki Sabrina terhenti kala melihat Reyhan, Zidan dan Naura. Ia menatap Reyhan hatinya begitu nyeri melihat pemandangan yang sangat mengusik hatinya Reyhan dengan mesrah merangkul Naura.


Ia menundukkan wajahnya menatap lantai air matanya tak tanpa sengaja menetes dengan sendirinya. Pratama yang menyadari itu kemudian berbalik sebelumnya ia meminta kedua orang tua Sabrina pulang duluan ke Hotel.


Sabrina menghapus air matanya dan menatap tajam Pratama ia benar-benar membenci lelaki dihadapannya kini.


"Jangan berpikir kau akan dengan mudah berpisah denganku, ingat itu !" ancam Pratama


Tiba-tiba Zidan, Reyhan dan Naura menghampiri mereka berdua. Zidan memberikan selamat pada Sabrina dan memeluk sahabatnya itu.


"Salamat Rin, akhirnya kau menikah semoga kau bahagia" ucap Zidan pada Sabrina yang memasang wajah sendu ia tahu Sabrina tak bahagia dengan pernikahannya.


Sabrina hanya diam saja tatapannya tak lepas melihat Reyhan.


"Kami pamit pergi" ucap Reyhan dingin dan berbalik membawa Naura.


Sabrina meneteskan air matanya. "Naura..." ucap Sabrina jujur saja ia sangat berdosa pada istri Reyhan yang tak bersalah itu.

__ADS_1


Naura berbalik begitu pula dengan Reyhan.


"Maafkan aku..." Sabrina mendekat dan memegang tangan Naura.


"Aku sudah jahat padamu, maaf...maaf..maaf.." ucap Sabrina dalam isak tangisnya.


"Sudahlah...aku sudah memaafkanmu Mbak, aku harap Mbak mau memperbaiki diri dan jangan berbuat jahat lagi"


"Terimakasih" Sabrina memeluk Naura kemudian ia menatap Reyhan namun Reyhan memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Rey maafkan aku..." lirih Sabrina ia tahu kalau Reyhan saat ini sudah membenci dirinya.


Reyhan tak menjawab kemudian ia membawa Naura pergi dari hadapan Sabrina pulang kerumahnya.


"Jalanilah hidupmu dengan baik, jangan lagi mendekat dan mencoba berhubungan lagi dengan Reyhan kau pasti tahu ia sudah membencimu" ucap Zidan mengelus punggung Sabrina


"Zidan.." lirih Sabrina.


"Aku pamit, ingatlah aku tetap sahabatmu meski Reyhan tak mau mengakuimu lagi sebagai seorang sahabat" Zidan pun pergi meninggalkan Sabrina dan Pratama. Sabrina hanya bisa menyesali perbuatannya kini dan menerima nasib dirinya sudah menjadi istri Pratama.


"Cepat kita kembali ke Hotel, urusan kita belum selesai !" pungkas Pratama menarik tangan Sabrina dan masuk ke dalam mobil.


"Bisakah kau sedikit lembut padaku !" Teriak Sabrina saat sudah di dalam mobil.


"Dalam mimpimu ! ingat saat di Hotel kau harus melayaniku sampai puas karena besok pagi kita akan ke London"


"Tidak, aku tak mau pulang ! Kau akan menghabiskan harta orang tuaku saja jika aku kembali ke sana" teriak Sabrina.


"Hentikan mobilnya ! berengsek ! bajingan"


"Diam !" teriak Pratama dan menampar pipi Sabrina, Sabrina terdiam dan menangis tergugu. Sungguh ini nasib yang harus ia terima dan jalani.

__ADS_1


__ADS_2