
Dua hari kemudian....
Naura sengaja berpura-pura kuliah padahal hari ini sudah libur semester. Setelah diantar suaminya sampai gerbang kampus. Naura kembali pulang kerumah, ia ingin memberi kejutan ulang tahun untuk suaminya.
Semua rencana itu telah disusun secara matang, karena Naura sendiri dibantu oleh Papa Arya dan Tante Ayu.
Jangan tanya Dion sebab lelaki itu sudah menjadi orang yang super sibuk, semenjak Papa Arya mempercayakan satu anak cabang perusahaan kepadanya.
Tema perayaan ulang tahun pun mengusung tema Garden Party yang diadakan dihalaman belakang kediaman Wijaya, dan akan dilaksanakan pada sore hari jam 17.00 WIB.
Jam sudah menunjukkan waktu 4 sore sebentar lagi acara segera dimulai. Papa Arya sudah mengundang beberapa kolega bisnisnya tanpa sepengetahuan Reyhan, tentu yang membantu itu semua adalah Dion, karena Dion ikut andil dalam rencana tersebut.
Naura kembali ke kamarnya ia telah menyiapkan kado yang sangat spesial untuk suaminya itu. Ia berdandan sangat cantik dan menggunakan gaun yang sangat indah, untuk menyambut suaminya.
Naura mengambil fotonya dan menguploadnya ke media sosialnya, ia ingin melihat reaksi suaminya ketika melihat fotonya. Sebab Reyhan sangat overprotektif terhadapnya, bahkan sosmednya pun tak boleh menampakkan fotonya sendirian tetapi harus bersama Reyhan.
Belum 10 menit Naura mengupload fotonya, hp Naura berdering jelas saja yang menelfonnya saat ini adalah suami overprotektifnya.
"Mas akan pulang sekarang, dan akan memberimu hukuman, Sayang" ucap Reyhan dengan nada beratnya karena tak terima wajah cantik istrinya dilihat orang banyak dan bahkan mendapatkan pujian komentar dari akun para laki-laki.
"Zid, kita pulang sekarang" titah Reyhan pada Zidan yang sedang mengemudikan mobilnya. Zidan tahu pasti Naura sudah menjalankan rencananya.
__ADS_1
Mobil yang ditumpangi Reyhan dan Zidan kini tengah terparkir dihalaman rumahnya. Reyhan mengerutkan keningnya kenapa banyak sekali mobil terparkir dihalaman rumah. Apakah Papanya dirumah sedang mengundang teman-temannya.
Reyhan tak ambil pusing, Reyhan segera berlari masuk ke rumah dan mencari keberadaan istrinya di dalam kamar, namun ia tak menemukannya. Saat ia turun lagi dari kamar atas, Reyhan menajamkan telinganya seperti banyak orang dihalaman belakang rumah. Ia berjalan dan membuka pintu belakang rumah. Saat ia membuka pintu lebar-lebar ia membulatkan matanya sudah ada keluarga, bahkan kolega bisnisnya yang ada disana.
"Surprise"
Naura memeluk Reyhan dan mencium pipi suaminya itu tanpa malu-malu dihadapan semua orang.
"Sayang ini.."
"Selamat ulang tahun suamiku..." ucap Naura.
Reyhan terharu dan matanya berkaca-kaca semenjak Ibunya tiada ia tak pernah mengingat dan merayakan hari ulang tahunnya.
"Terimakasih sayang..." Reyhan terus mencium kening istrinya dan melakukan pemotongan kue, ia menyuapkan potongan pertama untuk istrinya kemudian Papanya, Dion, dan juga Ayah Mertuanya.
"Eh...Naura ada kado spesial untuk Mas Reyhan"
Reyhan mengerutkan keningnya dan tersenyum apakah gerangan yang sudah dipersiapkan oleh istrinya itu.
__ADS_1
Naura mengeluarkan kotak segi empat dalam saku gaunnya dan menyerahkannya pada Reyhan, semua para keluarga dan tamu undangan menyaksikan itu penasaran apakah isi di dalamnya.
Reyhan kemudian membukanya, matanya membulat dan memandang Naura dengan mata yang berkaca-kaca. Kado yang sangat besar dan spesial dari istrinya.
Sebuah tespek dengan dua garis merah dan satu lembar foto USG didalamnya.
"Sayang...ini.." Reyhan menatap tak percaya dengan apa yang dipegangnya saat ini.
Naura tersenyum dan menganggukkan kepalanya, ia meraih tangan Reyhan dan menuntun untuk mengelus perutnya yang masih rata.
"Hello My Father" ucap Naura menirukan suara anak kecil.
Reyhan kemudian memeluk Naura dan mendaratkan kecupan bertubi-tubi pada istrinya itu. Reyhan kemudian mencium perut rata istrinya.
Semua keluarga dan tamu yang hadir menyaksikan itu, Papa Arya juga ikut bahagia karena sebentar lagi akan ada keturunan Wijaya selanjutnya.
"Thank you, Sayang, I Love you.." Reyhan kembali mencium kening istrinya.
Kebahagiaan yang dirasakan Reyhan tak berdampak pada Sabrina. Sabrina mengepalkan tanganya dan menatap nanar pada Reyhan dan Naura, seharusnya yang bahagia saat ini dirinya dan Reyhan.
Ia bertekad akan merebut Reyhan dari Naura. Rasa cinta dan obsesi dari dalam diri Sabrina kini telah mengalahkan akal sehatnya, tak peduli jika suatu saat nanti ada yang akan terluka. Dalam tekadnya ia harus mendapatkan Reyhan.
__ADS_1
Gerak-gerik Sabrina tentu selalu terpantau oleh Zidan, Zidan menyunggingkan senyuman sinisnya saat melihat reaksi Sabrina. Ia tahu Sabrina tak ingin melihat Reyhan dan Naura bahagia.