
Dibelahan dunia yang lain Korea Selatan, tampak seorang gadis yang sedang dikurung dalam sebuah kamar yang megah dan luas. Yoona anak kandung Lim asissten pribadi Papa Arya, sudah 4 bulan ini menjadi budak nafsu seorang tuan muda yang bernama Alvaro.
Alvaro mendapatkan Yoona dari tangan kanan almarhumah ibunya yaitu Lee. Yoona dijual oleh Ibu kandungnya sendiri kepada Lee untuk memenuhi gaya hidupnya yang glamour.
Sejak pertama kali Alvaro menyentuh Yoona, Alvaro selalu merasa jika Yoona adalah Naura. Ia melampiaskan nafsunya pada Yoona, untuk membalas rasa sakit yang ia alami ketika Naura lebih memilih Reyhan ketimbang dirinya.
ceklek
Pintu kamar dibuka oleh seorang lelaki tampan yang dua bulan baru saja sembuh pascaoprasi plastik. Alvaro merubah wajahnya demi menutupi identitas aslinya. Alvaro mendekati Yoona yang duduk dilantai sambil menekuk kedua lututnya.
Ia menyunggingkan senyuman yang mengerikan pada Yoona. Alasan ia tak membebaskan Yoona karen Yoona tahu siapa Alvaro sebenarnya, ia takut jika suatu saat nanti Yoona membuka suara pada orang lain.
"Tu..tuan.." suara Yoona tercekat melihat siapa orang dihadapannya kini.
Alvaro menggendong Yoona dan melemparkannya ke atas ranjang yang berukuran king size itu. Alvaro membuka ikat pinggangnya dan mencambukkannya pada tubuh Yoona hingga Yoona menjerit kesakitan.
Setelah puas ia melakukannya, Alvaro memasukkan obat perangsang ke dalam gelas berisi air putih dan menyuruh Yoona meminumnya hingga habis tak tersisa.
Alvaro duduk di sofa dengan santai sambil menunggu obat itu bekerja. Tak lama tubuh Yoona merasakan panas tubuhnya meliuk-liuk.
Alvaro menyalakan musik dan jelas saja Yoona dengan sendirinya tanpa sadar menari-nari erotis dan membuka seluruh pakaiannya tanpa sehelai benang.
__ADS_1
Alvaro yang melihat itu langsung membuka pakaiannya hingga polos dan melakukan penyatuan pada Yoona hingga Yoona menjerit kesakitan, karena Alvaro bermain sangat brutal dan kasar tanpa adanya kelembutan.
"Oh...Nauraku..ah.."
"Ampun Tuan..." ucap Yoona sambil menangis mengeluarkan air matanya.
"Ahh...aaah..."
"Hentikan Tuan..sakit..aahh..."
"Aaah...aahh..." Alvaro selalu menyemburkannya di dalam, ia tak takut jika Yoona hamil karena Yoona sebelumnya sudah dipasangkan alat KB Implan.
"Kau akan selalu menjadi bonekaku Yoona cantik.." ucap Alvaro yang melihat Yoona jatuh pingsan setelah tiga jam lamanya melakukan penyatuan dengan dirinya
Malam hari Dion dan Lim kini sudah berada di kota Seoul mereka menginap dihotel sampai urusan mereka selesai. Rencananya besok pagi mereka akan bertemu dengan klien bisnis yang akan melakukan kerjasama.
Lim mencoba menghubungi mantan istrinya namun tak kunjung diangkat.
"Paman kenapa ?" tanya Dion yang sedang memainkan game di hpnya untuk menghilangkan kejenuhan dihatinya, karena sejak tadi pagi ia menghubungi Valen namun tak mendapatkan jawaban.
"Mantan istri Paman tidak bisa di hubungi" ucap Lim gelisah.
__ADS_1
"Kenapa tidak datang saja ke rumahnya ?" tanya Dion lagi.
"Paman tak yakin jika dia ada dirumah, dia tak pernah ada dirumah"
"Mengapa bisa begitu ?"
Lim mendesah membayangkan mantan istrinya sampai sekarang masih suka pergi berfoya-foya bersama teman sosialitanya bahkan club malam sudah menjadi rumah keduanya.
Lim mendudukkan dirinya disebelah Dion dan meneguk minuman soda diatas meja.
"Paman bercerai karena istri Paman selalu menghambur-hamburkan uang untuk memenuhi gaya hidupnya" ucap Lim
"Bahkan setelah bercerai pun dia semakin liar, menjual diri demi uang" sambungnya lagi.
Dion membulatkan matanya ia tak menyangka bahwa Paman Lim memiliki masalah keluarga yang begitu pelik.
"Pesan Paman padamu Dion, jangan buru-buru menikah dan terbuai akan cinta. Terkadang cinta yang pertama kali kita rasakan itu ada yang tak lagi sama setelah menikah. Pertama mungkin dia mencintaimu, namun seterusnya siapa yang tahu apakah dia tetap setia dan selalu cinta"
Paman Lim menyalakan rokok dan menghisapnya kemudian menghembuskannya.
"Iya Paman, terimakasih wejangannya" jawab Dion kemudian berjalan ke arah balkon hotel, sebab ia tak suka dekat dengan Paman Lim jika sudah merokok, karena ia anti dengan rokok.
__ADS_1
"Valentina..." lirih Dion sambil mengusap foto Valen di layar hpnya.