Terjebak Pesona Naura

Terjebak Pesona Naura
SALAH MENILAI


__ADS_3

"Apa yang kau lakukan !" bentak Dion kala mengambil hpnya yang terjatuh dibawah kaki Celine.


Celine menjadi gugup dan takut.


"Bukankah sudah ku bilang keluar dari kamarku saat aku masih di dalam kamar mandi, aku tidak suka orang lain terlalu lama dikamarku dan apa ini ? kau berani memegang hpku dan membuka isi pesan di dalamnya ?" cecar Dion


Celine tak kuat lagi jika hanya diam dia mencoba mengangkat kepalanya dan menatap Dion.


"Apa yang kau lakukan ? apa maumu ?" tanya Dion lagi.


"Apa kau tidak punya rasa padaku sedikitpun ?" Celine membuka suara.


Dion mengernyitkan dahinya menatap Celine penuh arti.


"Apa maksudmu ?"


"Kau selalu baik padaku hingg aku salah mengartikan kebaikanmu, Ya aku sadar aku hanya seorang pembantu" mata Celine berkaca-kaca air mata itu sebentar lagi akan tumpah.


"Kau...menyukaiku ?" lirih Dion


"Iya, tapi aku tak tahu kalau kau sudah memiliki kekasih" Celine menangis


Dion mengusap kasar wajahnya, tak menyangka perbuatan baik dirinya malah disalah artikan oleh Celine.


"Celine dengar, kau sudah seperti teman bagiku aku tak pernah menganggapmu sebagai seorang pembantu. Kau jangan salah mengartikan kebaikanku, semua itu ku lakukan sebatas teman." ucap Dion memberi penjelasan pada Celine, walaupun ia sempat terpesona pada Celine ia dengan cepat menepisnya.


Wajar saja ia sempat terpesona dengan Celine tidak mudah menjalani sebuah hubungan jarak jauh bersama pasangan apalagi sudah 1 tahun 5 bulan tak pernah bertemu. Bukankah hal yang wajar jika salah satu diantaranya merindukan kasih sayang satu sama lain dan pelukan hangat sebagai pelengkap dalam cinta.

__ADS_1


Namun Dion masih dalam mode setia ia tak akan berpaling dari Yoona sebab ia pernah merasa dikecewakan oleh Valentina. Dan itu sudah cukup menjadi pelajaran dan hikmah baginya walaupun bukan ia pelakunya.


"Teman ?" lirih Celine


"Iya teman" Dion dengan tegas mengatakan bahwa ia hanya menganggap Celine seorang teman.


Namun Celine telah kehilangan akalnya ia mendorong Dion ke atas ranjang dan mencium Dion secara tiba-tiba. Celine bahkan dengan berani memegang pusaka Dion yang hanya berbalut handuk itu.


Dion menegang dan matanya membulat ia tak memberikan respon apapun maupun menolak. Sejenak ia diam saja dan memejamkan matanya seolah menikmati permainan Celine. Celine yang merasakan tak ada penolakan yang dilakukan Dion ia bersorak penuh kemenangan dalam hatinya.


Tak lama Dion sadar bahwa jika ia menuruti nafsu akan berakibat fatal bagi hubungannya bersama Yoona. Ia mencengkram bahu Celine dan mendorongnya hingga Celine terjungkal dan jatuh ke lantai.


Dion menatap tajam Celine satu kata yang ia ucapkan mampu meruntuhkan diri Celine.


"Dasar Ja.lang !" ucap Dion penuh kebencian.


"Ternyata aku salah menilaimu, Celine !" suara berat Dion kemudian ia keluar dari kamar dan berteriak memanggil Bibi Yola dia adalah Ibu Celine.


Bibi Yola buru-buru menghampiri Dion turun dari lantai atas, bersamaan dengan itu Reyhan dan Naura pulang ke rumah dan menyaksikan Dion marah-marah dengan Celine di depan Ibunya.


"Tuan, itu tidak benar. Celine tidak mungkin melakukan itu" sangkal Bibi Yola tak terima anaknya dituduh berbuat murahan pada Dion karena ia tahu Celine adalah anak gadis yang baik.


"Ada apa Dion ?" Reyhan dan Naura menghampiri Dion dan pembantunya.


"Kakak awasi rubah betina ini jangan sampai ia melarikan diri sebelum kedoknya terbongkar, aku akan ganti baju terlebih dahulu" ucap Dion menunjuk Celine pada Reyhan dan masuk ke dalam kamarnya ia buru-buru beganti pakaian dan mengambil laptopnya.


Dion keluar dari kamarnya dan membuka laptopnya menampilkan rekaman cctv saat Celine ada dikamarnya.

__ADS_1


Semua yang melihat itu dibuat syok atas apa yang dilakukan oleh Celine. Bibi Yola menatap tajam putrinya itu, dan melayangkan tamparan keras dipipi Celine.


'plak'


"Dasar anak tidak tahu diri !" maki Bibi Yola pada Celine


Dion dan Reyhan yang menyaksikan itu hanya diam saja, mereka membiarkan saja Ibunya menghukum Celine atas apa yang sudah ia lakukan. Sedangkan Naura merasa iba dengan Celine dan juga kecewa.


"Seharusnya kamu tahu siapa statusmu ! Kita ini hanya seorang pembantu, dan kau berani menggoda majikanmu sendiri !" maki Bibi Yola lagi.


"Sudahlah Bi, jangan menghakiminya seperti itu" ucap Naura dengan nada lembutnya.


"Tapi Nyonya..." ucapan Bibi Yola terputus kala Celine memeluk kaki Dion dan meminta maaf padanya namun ekspresi Dion hanya datar saja.


"Maafkan aku Dion...mak..maksudku Tuan.." ucap Celine terbata-bata


"Bibi Yola, mulai detik ini aku tidak mau Celine ikut membantumu bekerja disini !" ucap Dion tanpa memperdulikan Celine yang menangis masih memohon maaf.


"Tuan.." lirih Bibi Yola


"Aku tidak akan memecatmu bahkan melaporkan pada Papaku, karena kau tidak bersalah yang salah disini adalah Celine yang tidak tahu batasannya, sudah baik aku menganggapnya seorang teman tapi sayang sepertinya Celine menjadi besar kepala" sambung Dion lagi.


"Terimakasih Tuan.." Bibi Yola menundukkan kepalanya ia begitu malu dengan prilaku putrinya itu.


Dion meninggalkan mereka semua masuk ke dalam kamarnya. Tinggallah Reyhan dan Naura disana masih menantap Celine dan Ibunya.


"Celine, semoga kamu bisa berubah menjadi lebih baik" ucap Naura menasehati Celine

__ADS_1


"Ayo sayang, biarkan itu menjadi urusan mereka" Reyhan mengajak Naura pergi ke lantai atas dan meninggalkan Celine beserta Ibunya.


__ADS_2