Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh

Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
Hancurnya hati Aidan.


__ADS_3

Dari kejauhan Dokter Mira berlarian bersama suster pendampingnya setelah dapat panggilan dari unit gawat darurat jika ada pasiennya pendarahan dan harus segera ditindak.


Aidan yang terduduk lemas di bangku tunggu tidak memperhatikan jika barusan lewat dokter kandungan, yang ada dia menatap kosong ke arah depan dengan buliran bening  yang terus saja bercucuran membasahi pipinya.


Papa Ricardo, Papa Harland, Elena, dan Lucky baru saja tiba di lobby rumah sakit secara berbarengan, dan mereka berempat berlarian menuju ruang UGD.


“A-Aidan,” sapa Papa Ricardo saat sudah melihat keberadaan anaknya yang terlihat lesu dan menyedihkan.


Pria itu melirik sejenak, lalu ...


“Pah ... istriku.” Aidan menubrukkan dirinya dan memeluk papanya, pecah sudah tangisan pria itu setelah sekian lama dia menahannya. Elena yang bisa merasakan kesedihan kakaknya mengusap punggung Aidan ,dan netranya turut basah.


Papa Harland hanya bisa diam terpaku, dan terduduk lemas di bangku tunggu.


“Aku takut Pah, aku takut kehilangan Dea, darahnya begitu banyak yang keluar,” ucap Aidan dalam isak tangisnya. Semakin lemas Elena dan Papa Harland mendengarnya termasuk Papa Ricardo bayangan buruk mulai terbersit, sementara Aidan yang tidak mengetahui apapun sudah terpukul.


“Sabar Aidan, semoga tidak terjadi hal yang buruk pada Deandra, kita doakan jika Deandra bisa terselamatkan,” tutur Papa Ricardo menenangkan Aidan.


Aidan mengangguk lemah sembari mengurai pelukannya, kemudian dia beralih ke Papa Harland, dengan tatapannya yang basah pria itu menjatuhkan kedua lututnya lalu langsung mencium tangan Papa Harland. “Aku sangat minta maaf Om, tidak bermaksud melukai Deandra, aku tidak bohong Om,” ucap Aidan suaranya bergetar, rasa ketakutan untuk disalahkan itu sudah pasti ada di benak Aidan, dan Aidan harus bisa menerimanya jika mertuanya marah.


Papa Harland menarik napas panjangnya kemudian menepuk bahu Aidan. “Bangunlah,” pinta Papa Harland dengan tatapan sendunya saat ini dia tidak membutuhkan permohonan maaf dari menantunya, yang dibutuhkan adalah kabar anaknya.


Pintu ruang UGD terbuka, nampak seorang perawat keluar dengan keringat yang bercucuran.


“Adakah keluarga pasien yang ada di dalam?” tanya sang perawat tersebut.


Aidan bergegas bangun dari bersimpuhnya dan menghampiri sang perawat. “Saya suaminya Suster, bagaimana keadaan istri saya?” tanya Aidan dengan raga yang gemetaran.


“Pasien butuh ditransfusi darah, kebetulan stock golongan darah AB resus positif kami sedang habis, mungkin Bapak bisa mencarikan pendonor darah,” pinta sang perawat.


Papa Harland langsung bangkit dari duduknya. “Saya akan mendonorkannya, darah saya golongan AB resus positif.”

__ADS_1


Aidan langsung bernapas lega sebelum mencari pendonor darah.


“Kalau begitu Bapak silahkan masuk, biar bisa kami langsung cek darahnya,” pinta sang perawat. Papa Harland mengikuti sang perawat, sementara Aidan belum diperkenankan untuk masuk ke dalam. Kini, mereka yang ada di luar kembali duduk dan menunggu kabar selanjutnya.


Papa Harland digiring ke ruangan yang berbeda dengan keberadaan Deandra untuk dicek darahnya sebelum diambil darahnya, setelah dirasa cocok dan sehat baru diambil darah sebanyak dua kantong.


Satu jam berlalu, Dokter Mira baru sempat keluar dari ruang UGD, melihat Dokter Mira yang keluar Papa Ricardo langsung menghampirinya, sedangkan Aidan tadi sempat berpamitan untuk ke toilet.


“Bagaimana dengan keadaan menantu saya, Dokter?” Papa Harland langsung to the point.


“Deandra banyak kehabisan darah karena pendarahan hebat, tapi alhamdulillah sudah ada yang mendonorkan darah. Dan untungnya penanganannya cepat dibawa ke rumah sakit, kandungan Deandra alhamdulillah selamat tapi kondisinya calon bayi kembarnya sangat lemah, Deandra butuh bedrest total,” kata Dokter Mira menjelaskan.


Aidan yang baru saja kembali dari toilet, kemudian baru mau ikut bergabung berbicara, sontak wajahnya terlihat terkejut, tubuhnya seakan diguncang gempa yang sangat kencang, sampai dia kehilangan keseimbangan.


“K-kandungan ... M-maksudnya apa! Istriku h-hamil, gak m-mungkin kan, a-aku baru berhubungan dengannya,” timpal Aidan, tatapannya sangat bingung, entah kenapa dirinya merasa dingin saat tiba-tiba mendengar kandungan, dan kepalanya rasa ingin pecah.


Papa Ricardo yang baru menyadari kehadiran Aidan, terlihat canggung saat menoleh ke belakang, begitu juga dengan Dokter Mira yang turut menyimpan rahasia masalah inseminasi.


“Dokter pasti salah analisa, mana mungkin istriku hamil, kami baru—.” Demi apa pun hati Aidan hancur seketika dan tak sanggup menerima kenyataan jika istri yang dia cintai dan baru saja dia gauli sudah mengandung.


Dokter Mira yang dikasih pertanyaan menatap Papa Ricardo sebelum dia menjawab, pria paruh baya itu hanya terdiam, dan akhirnya Dokter Mira memberikan jawaban. “Deandra memang sedang hamil, calon anaknya kembar.”


“Stop Dokter!” seru Aidan mengibaskan tangannya, hatinya sudah tidak sanggup. Dia pun menutup kedua telinganya seakan kalimat itu tidak pernah dia dengar. Dia belum siap menerima kenyataan ternyata Deandra mengkhianati dirinya, pantas saja Deandra selalu minta bercerai dengan ternyata sudah mengandung anak dari pria lain, ini yang berkemulet di pikiran Aidan saat ini.


Di saat dia mencintai seorang wanita dengan setulus hatinya, dan berusaha meluluhkan hati wanita itu hingga rela kehilangan hartanya, ternyata dia harus menerima kenyataan sepahit empedu jika memang dihati Deandra tidak ada cinta untuknya, hingga mampu melakukan tindakan selingkuh dalam pernikahan mereka berdua.


Sungguh malam ini Aidan dibuat luluh lantah hatinya hancur berkeping-keping, melebihi sakit hatinya saat tahu Poppy main gila di belakang selama ini. Pria yang masih sembab wajahnya kini menyunggingkan senyuman lebarnya dan tertawa sekencang-kencangnya.


Papa Harland ingin mengatakan sesuatu begitu juga Elena, namun dengan suara tertawa itu Aidan pergi meninggalkan rumah sakit begitu saja, membawa luka yang begitu dalam.


“Pah, Kak Aidan!” seru Elena yang melihat Aidan pergi begitu saja dengan tubuh yang terhuyung seperti orang mabuk.

__ADS_1


“Lucky temani bosmu!” perintah Papa Ricardo yang melihat Lucky berdiri di samping Elena, bukannya dikejar.


“B-baik Tuan Besar,” jawab patuh Lucky bergegas meluncur, walau dibenaknya sengaja tidak menyusul karena ingin mengetahui kelanjutannya.


Akhirnya Aidan sudah tahu jika Deandra sedang mengandung, dan Aidan menduga jika Deandra mengandung anak pria lain.


“AARGGHH!” teriak frustrasi Aidan ketika sudah keluar dari rumah sakit, tangannya melayang ke udara seakan meninju, lalu tak lama menangkup wajahnya karena tangisannya pecah kembali.


Lucky bergegas ke parkiran mobil menjumpai Karno, lalu melajukan mobilnya mendekati keberadaan Aidan berdiri.


“Tuan,” sapa Lucky saat turun dari mobil kemudian membukakan pintu untuk tuan mudanya.


Pria itu menoleh dengan netranya yang basah, kemudian melayangkan pandangannya ke bangunan rumah sakit dengan tatapan nanar. Hatinya yang cemas akan keadaan istrinya sekarang sudah tercampur dengan rasa sakitnya yang begitu dalam, dirinya ingin meluapkan kemarahannya namun tak sanggup untuk meluapkan, terlalu besar rasa cintanya pada Deandra. Akhirnya kedua kakinya pun masuk ke dalam mobil, meninggalkan pujaan hatinya dengan luka di hatinya.


“Pah, kalau begini Kak Aidan pasti akan berasumsi Deandra hamil anak dari pria lain. Papa tidak lihat betapa hancurnya Kak Aidan mendengarnya,” ucap Elena dengan rasa kecewanya pada papanya.


Pria paruh baya itu menatap pintu ruang UGD kemudian mendesah. “Jika Aidan sangat mencintai Deandra, pasti dia akan menerima keadaan Deandra dalam kondisi apapun, tapi sekarang kamu lihat sendiri'kan kakakmu pergi begitu saja, dan tidak menunggu istrinya sadar lalu mencari kebenarannya. Papa saja yang ingin menjelaskan, namun dia memilih untuk pergi begitu saja.”


Elena hanya bisa menghela napas, dan tidak mau menyalahkan siapapun, biarkanlah saat ini seperti ini, mereka berdua mungkin butuh untuk menyelami perasaan, setidaknya kondisi Deandra dan calon baby twin sudah terselamatkan, walau ada yang membuat hati seseorang terluka.


 


Bersambung ... selamat tinggal Indonesia


 


Thanks Noveltoon di akhir bulan Agustus, kisah Deandra dan Aidan berakhir di rangking karya baru 14 ❤️❤️❤️❤️. Terima Kasih Deandra dan Aidan yang telah berjuang sama-sama hingga di penghujung cerita nanti, dan semoga doaku terkabulkan mengikuti jejak kisah Rafael dan Ayasha, I HOPE YOU GET THE WINNER, berharap bolehkan 😁😁.  



 

__ADS_1


__ADS_2