Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh

Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
Episode 60


__ADS_3

Bima meraih ponsel yang berada di dalam saku baju nya dan melihat nya, ternyata itu adalah pesan dari alina.


isi pesan:


"bima,mari bertemu di restoran biasa, ada hal penting yang ingin aku katakan."isi pesan dari alina.


Bima yabg penasaran pun langsung melangkah kan kaki nya untuk pergi dari ruang kerja nya itu.


"Tuan Bima kau mau kemana tunggu!"Ucap Fany menahan Bima.


"Pergi lah, jangan menggangu ku, aku memiliki urusan yang lebih penting dari kau!"Ucap nya yang kemudian mendorong Fany hingga Fany terjatuh.


"Ahhhh!"Leguh Fany memegang perutnya yang sakit akibat dirinya yang jatuh secara terhentak ke lantai.


"Sial! Awas kau Bima!"Batin Fany yang memang saat itu sedang hamil muda, namun ia tidak apa-apa karena sempat menopang tangan nya ke lantai saat terjatuh, hanya saja perutnya terasa sakit.


Karena kesal dengan Bima yang sudah membuat suaminya di penjara saat dia sedang hamil muda, Fany pun bergegas mengikuti Bima. Ia pun memberhentikan sebuah taxi dan meminta sang sopir untuk mengikuti mobil Bima.


Fany penasaran karena setelah bunyi pesan tersebut Bima langsung pergi dari kantor, dengan wajah yang terlihat tegang.


Lama mengikuti, akhirnya mobil Bima berhenti di sebuah restoran.


Setelah melihat Bima yang turun dari mobil nya dan masuk ke dalam restoran, Fany pun ikut turun dari taxi dan membuntuti Bima sampai masuk ke dalam restoran tersebut.


"Bima!"Pangil Alina yang sudah ada di dalam restoran tersebut dan mereka duduk di bangku pojok.


"Hey,maaf membuat mu lama menunggu."Ucap Bima yang kemudian duduk berhadapan dengan Alina.


Sementara itu Fany berusaha menguping pembicaraan mereka dengan duduk di bangku agak jauh sambil menutup wajah nya dengan buku menu.


"Siapa ya, perempuan yang di temui oleh Bima?"Batin Fany penasaran.


Namun Fany memilih untuk fokus menguping saja, siapa tau dia mendapat kan informasi penting.


"Apa yang ingin kau bicara kan?"Tanya Bima mulai membuka topik pembicaraan.


"Kiara, dia sudah mengambil surat cerai dari kantor pengadilan agama."Ucap Alina sambil tersenyum sumringah.

__ADS_1


"Apa? Benar kah? Jadi, Kiara dan Ardan akan benar-benar bercerai?"Tanya Bima lagi.


"Apa, ini soal Kiara? Tenyata benar, Kiara sudah menikah dengan laki-laki lumpuh yabg kemarin? Tetapi mengapa mereka mau bercerai?"Batin Fany.


"Iya, benar, aku rasa rencana kita menghancurkan rumah tangga mereka berhasil, aku mendapat kan Ardan, dan kau mendapatkan Kiara, aku rasa kerja sama kita tidak sia-sia."Ucap Alina lagi.


"Ini berita yang cukup mengejutkan, akhirnya aku bisa mendapatkan Kiara dari Ardan."Jawab Bima lagi.


"Iya, jangan sampai ada seorang pun yang tau, jika kita lah dalang dari kesalahan pahaman antara Kiara dan Ardan. Dan aku rasa, kerjasama sama di antara kita sudah selesai,kita tidak boleh bertemu lagi karena aku khawatir akan ada yang curiga."Ucap Alina panjang lebar.


"Iya, anggap saja ini pertemuan terakhir kita, dan aku senang bekerja sama dengan mu."Ucap Bima tersenyum puas.


"Astaga,jadi mereka berdua bekerja sama menghancurkan rumah tangga Kiara dan suaminya?"Batin Fany kaget.


Fany tidak menyangka jika Bima akan selicik itu, ia pun memutuskan untuk memanfaatkan hal ini agar Jafin bisa terbebas dari penjara.


Fany pun berdiri dari duduknya dan kemudian menghampiri Bima dan juga Alina yang sedang tertawa atas kemenangan mereka.


Plok...plok...plok! (Suara tepuk tangan dari Fany.)


"Kalian benar-benar hebat ternyata, aku tidak menyangka akan mendengar kan rahasia besar ini, bagaimana ya, jika aku mengatakan nya kepada Kiara, dia pasti tidak akan jadi bercerai dengan suaminya."Ucap Fany sambil tersenyum miring.


"Bima, apa yang terjadi?!"Ucap Alina kaget.


"Aku juga tidak tau jika dia mengikuti ku."Jawab Bima menahan amarahnya.


"Hey, dengar aku akan membayar berapa pun yang kau mau asal kau tutup mulut dengan semua ini!"Ucap Alina menatap Fany dengan tatapan cemas.


"Boleh juga, tapi tuan Bima, aku tidak mau hanya uang saja, kau juga harus mencabut tuntutan itu agar suamiku bebas dari penjara."Ucap Fany menatap Bima dengan tatapan tajam.


Bima dan Alina saling pandang, meskipun Alina tidak tau apa permasalahan antara Bima dan Fany sehingga perempuan itu berani mengikuti Bima sampai ke situ dan menguping pembicaraan mereka.


"Bima."Ucap Alina mengkode agar Bima menyetujui permintaan Fany supaya rahasia mereka aman.


"Baik-baik,aku akan melakukan nya, tapi ingat,jika sampai rahasia ini terbongkar kau akan mati!"Ucap Bima mewanti-wanti Fany.


"Gampang sekali, cukup berikan aku sedikit uang dan bebaskan suamiku,makan rahasia kalian akan aman bersama ku."Ucap Fany dengan senyum miring nya.

__ADS_1


"Baik lah, besok temui aku di taman kota, dan setelah itu kita akan ke kantor polisi,bukan begitu Bima?"Tanya Alina yang seperti nya memiliki rencana lain.


"Oke,aku tunggu."Ucap Fany yang kemudian berjalan pergi meninggalkan Alina dan Bima.


Fany tidak menaruh kecurigaan sedikit pun kepada Alina, padahal dia belum tau bagaimana bejat nya Alina.


"Alina, apa yang akan kau lakukan?"Tanya Bima bingung.


"Kemari."Ucap Alina ingin Bima mendekat kan kuping ke mulut nya.


Bima yang mengerti jika Aliana ingin membisikkan sesuatu pun mendekat.


Alina lun membisik kan sesuatu ke kuping Bima.


"Apa kau gila?"Tanya Bima kaget mendengar apa yang di bisikan Alina.


"Sudah lah, ini demi rahasia kita,aku yakin perempuan itu tidak akan bisa menahan mulut nya untuk bicara,jadi kita tidak boleh mempercayai nya."Ucap Alina.


"Baik lah, aku setuju."Jawab Bima.


Setelah pertemuan siang itu mereka pun pulang ke rumah masing-masing.


Sementara itu di sisi lain.


"Surat nya seperti ada kesalahan?"Ucap Kiara yabg kembali lagi memperhatikan surat cerai tersebut.


"Astaga benar, ada sedikit kesalahan, huhhh, terpaksa besok aku harus memperbaiki nya lagi."Ucap Kiara terlihat kesal dengan sedikit kesalahan surat cerai tersebut.


Begitu lah hari yang sangat cepat berlalu siang berganti malam, dan malam juga berganti siang.


Keesokan harinya.


Setelah melihat Ardan pergi ke kantor Kiara juga ikut pergi dari Fila itu untuk kembali ke kantor pengadilan agama.


Seperti biasanya Ardan dan Kiara masih belum bicara dan tidak ada yang ingin bicara malah Kiara juga tidak lagi seperti biasanya karena kejadian malam itu sudah cukup jelas untuk nya agar yakin meningal kan Ardan.


Seperti yang telah di janjikan oleh Bima dan Alina mereka mengajak Fany untuk bertemu di taman kota.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2