
Sementara polisi sedikit lengah Jafin pun berniat untuk kabur dari sana.
Namun karena niat kabur nya itu,slaah satu dari beberapa polisi menembak nya di bagian kaki dan hal itu membuat nya kesakitan dan tersungkur di lantai perusahaan itu.
"Arghh!"Jerit Jafin kesakitan.
Saat Jafin berhasil di lumpuh kan, polisi pun meringkus dan mengari tangan nya, kemudian di seret ke kantor polisi.
"Satu masalah sudah beres."Ucap Bima sambil tersenyum miring.
Jafin pun di bawa ke kantor polisi.
Malam ini Bima juga harus ke sana untuk memberikan keterangan dan menyerahkan barang bukti itu agar Jafin cepat di proses dan di jebloskan ke dalam sel.
Sementara itu Fany sama sekali belum mengetahui apa yang terjadi kepada Jafin.
Di sisi lain.
"Ardan meminta ku bertemu?"Ucap Alina menatap layar ponselnya.
Wajah Alina seketika menjadi sangat senang melihat sebuah pesan masuk di ponsel nya yang ternyata itu adalah pesan dari Ardan yang mengajak nya bertemu di sebuah restoran.
Alina pun melempar ponsel nya ke kasur dan mulai berteriak bahagia.
Ia mengambil handuk nya dan masuk ke dalam kamar mandi.
Tiga puluh menit berkutat di dalam kamar mandi nya Alina pun kembali keluar.
Ia memakai pakaian yang minim dan berdandan sangat cantik meskipun ia tidak akan bisa secantik Kiara yang bervisual artis Korea.
Setelah bersiap-siap Alina pun keluar dari dalam rumah nya dan masuk ke dalam mobil.
Ia masih belum tau apa tujuan Ardan mengajak nya bertemu.
"Ah sudahlah, yang penting sekarang dia membutuhkan bantuan ku."Batin Alina.
Ia pun bergegas menyalakan mesin mobil dan pergi meninggalkan rumah dan menuju restoran yabg telah di janjikan Ardan untuk pertemuan mereka.
Beberapa puluh menit kemudian.
Alina tiba di sebuah restoran kecil yang sederhana, ia memarkir kan mobil nya dan kemudian turun dari mobil.
Alina melangkah pelan masuk ke dalam restoran tersebut dan memilih bangku yang nyaman untuk di duduki.
__ADS_1
"Seperti nya Ardan masih belum tiba."Ucap nya sambil duduk.
Tidak lama kemudian seorang pelayan restoran tersebut pun datang dan memberikan menu makanan dan minuman.
"Permisi nona, silahkan di lihat dulu menu nya."Ucap pelayan itu dengan sopan.
"Tidak perlu, aku hanya ingin satu jus alpukat dan satu jus strawberry."Jawab Alina dengan nada sombong nya.
"Baik nona, akan segera kami siapkan."Ucap pelayan tersebut yang sedikit geli melihat tingkah sombong Alina.
"Berdandan begitu cantik seperti orang kaya, tapi datang ke restoran kecil ini begitu sombong."Batin pelayan tersebut.
Tepat saat itu Ardan pun tiba di restoran itu.
"Ardan! Aku di sini."Ucap Alina melambai kan tangan nya.
"Ouhh, pantas saja, ternyata dia menunggu seorang laki-laki kaya yang tampan."Batin si pelayan.
Entah mengapa orang sangat tidak suka kepada Alina, entah itu karena dia bersikap angkuh dan sombong atau karena apa.
"Maaf membuat mu menunggu lama."Ucap Ardan yang kemudian duduk berhadapan dengan Alina.
"Tidak mengapa, aku juga baru saja tiba."Ucap Alina.
"Terima kasih."Jawab Alina sambil tersenyum.
Alina berubah menjadi ramah saat ada Ardan di depan nya.
"Baik silahkan di minum."Jawab sang pelayan yang kemudian pergi dari sana sambil bergidik ngeri atas perubahan sikap Alina yang tadinya ketus dan sekarang malah berubah menjadi ramah.
"Kau masih suka jus alpukat bukan?"Tanya Alina kepada Ardan.
"Iya, aku pikir kau melupakan nya."Ucap Ardan lagi.
"Bagaimana mungkin aku melupakan minuman kesukaan orang yang ku sayang."Jawab Alina mulai menjalankan aksi jahat nya.
"Alina, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan, dan aku membutuhkan bantuan mu."Ucap Ardan kepada Alina.
Jujur saja saat ini Ardan benar-benar tidak menaruh kecurigaan sedikit pun Kepada Alina yang katanya ingin berubah menjadi lebih baik dan membantu Ardan agar bisa membalas perbuatan nya di masa lalu.
"Baik lah katakan saja."Ucap Alina tidak sabar.
"Begini *********** " Rahasia author.
__ADS_1
"Baik lah aku akan membantu mu."Ucap Alina terlihat sangat senang.
"Haha,bodoh sekali kau Ardan."Batin Alina.
Maaf aya man teman, author masih merahasiakan bantuan yabg di minta Ardan, nanti author akan flashback kok.
Next.
Setelah pertemuan nya dengan Alina siang itu Ardan pun kembali ke Fila nya.
Saat Ardan sudah kembali jam sudah menunjukkan pukul 06:20.
Dekorasi yabg di minta nya sudah selesai dan itu sangat indah dan sangat cantik seperti yang dia inginkan.
"Dekorasi ini terlihat sangat meyakinkan sekali."Lirih Ardan sambil tersenyum miring.
Setelah berkata demikian, Ardan pun masuk ke dalam kamar nya, dia tidak melihat Kiara di dalam kamar tersebut, dan ia pun memilih untuk tidak peduli, Ardan berjalan mengambil handuk nya dan segera masuk ke dalam kamar mandi.
Sementara itu Tampa sepengetahuan nya Kiara sedang sibuk berdandan di kamar lama nya, di bantu maid A dan maid B, tadi siang Kiara juga sempat pergi ke sebuah mall dan membeli gaun baru untuk pesta malam ini.
Kiara benar-benar mempersiapkan dirinya dengan secantik mungkin.
"Wahhh, nyonya, nyonya malam ini benar-benar sangat cantik,lebih cantik dari biasanya."Ucap maid B kagum akan kecantikan Kiara.
"Benar kah bi?"Tanya Kiara dengan senyum manisnya.
"Iya, benar sekali."Aku rasa tuan muda akan pangling melihat nyonya."Jawab maid B.
Kiara hanya bisa tersenyum dengan pujian yang di berikan oleh kedua pelayan setia yang selalu mendampingi nya.
Benar saja, malam ini Kiara benar-benar sangat cantik, ia berdiri di depan cermin, dengan gaun unggu muda yang cantik,tubuh tinggi dan tidak terlalu kurus itu terlihat cocok memakai apa saja, rambut lurus nya yang tergerai dengan beberapa jepitan rambut berbentuk kupu-kupu yang gemerlap menghiasi rambut panjang nya itu.
Tampa terasa jam sudah menunjukkan pukul 07:00 malam, para tamu yang di undang mulai berdatangan, dan menikmati suasana pesta itu, berbagai macam makan di siapkan untuk para tamu, semuanya berpakaian bagus dan sangat terlihat mewah.
Ardan pun terlihat sibuk melayani para tamu, karena acara masih belum di mulai, para tamu masih asik mengobrol satu sama lain dan juga menikmati hidangan seperti makanan manis, minuman dan juga lain sebagainya.
Sementara Kiara ia baru saja keluar dari kamar nya.
"Nyonya, selamat ya."Ucap maid A kepada Kiara.
"Iya bi."Jawab Kiara yang kemudian menuju ruang tengah Fila.
Kiara berjalan pelan menuju ruang tengah Fila, sebentar lagi acara akan di mulai, dan saat ini perasaan nya benar bahagia karena akhirnya Ardan kembali pulang ke Fila dengan surprise yang sangat besar.
__ADS_1
Bersambung ....