
Setelah berkata demikian Ardan pun cek out dari hotel tersebut dan pergi meninggalkan hotel itu.
Ardan pun menelpon seseorang saat ia masih berada di dalam mobil.
Call on
"Hallo pak Ardan ada yang bisa kami bantu?"Tanya seseorang yang di telpon oleh Ardan di sebrang telpon.
"Iya, aku ingin kau membuat sebuah pesta perayaan ulang tahun di Fila ku,dekor secantik mungkin."Ucap Ardan kepada orang tersebut.
"Baik tuan akan segera saya laksanakan,saya akan mengirimkan beberapa karyawan saya untuk datang ke Fila dan mempersiapkan semuanya.
"Baik terimalah atas bantuan mu,kalau begitu aku tutup dulu."Ucap Ardan Yang kemudian menutup telpon itu secara sepihak.
Call off.
Tidak sampai di situ saja Ardan juga mengirimkan pesan kepada Alina agar datang ke Fila nya nanti malam.
Dan juga mengirimkan pesan kepada sekertaris nya untuk mengundang seluruh karyawan kantor ke Fila nya.
Seperti nya Ardan hanya mengundang Karyawan kantor nya dan juga Alina, tidak dengan orang lain tidak mama, nya atau mertua nya.
Sementara itu di sisi lain.
"Permisi semuanya, dengar kan aku,ada pengumuman penting."Ucap sekertaris Ardan kepada seluruh karyawan kantor yang sedang bekerja.
"Ada apa pak?"Tanya salah satu dari karyawan itu kepada sekertaris Ardan.
"Begini, malam ini, kita semua di undang ke Fila tuan muda Ardan untuk menghadiri pesta ulang tahun."Ucap sekertaris Ardan menjelaskan kepada karyawan secara detail.
"Ulang tahun siapa pak?"Tanya karyawan perempuan di perusahaan itu.
"Untuk itu saya juga tidak mengetahui nya, yang jelas barusan sebuah pesan masuk ke ponsel saya, dan pesan itu adalah pesan dari tuan muda Ardan yabg berisi undangan untuk kita semua,apa ini sudah jelas? Jika ada pertanyaan boleh di tanyakan sekarang sebelum aku tinggal."Ucap sekertaris Ardan.
"Baik lah pak, terima kasih banyak Informasi nya, kami akan datang, dan sejauh ini tidak ada pertanyaan lagi kan teman-teman?"Tanya seorang karyawan yang merupakan perwakilan untuk menjawab sekertaris Ardan kepada teman-teman nya.
"Tidak ada!"Jawab mereka semua secara bersamaan.
"Baik lah kalau begitu,kalian boleh melanjutkan pekerjaan sekarang."Ucap sekertaris Ardan yabg kemudian berpamitan pergi dari sana.
Semua karyawan pun kembali mengerjakan pekerjaan mereka, meskipun merasa penasaran atas perayaan ulang tahun tersebut, karena mereka tau ulang tahun Ardan itu masih lama lagi.
Namun mereka masing-masing menyimpan rasa penasaran tersebut untuk nanti malam.
__ADS_1
Sementara itu di Fila.
Maid B berlari kecil menuju ke dalam kamar Kiara.
Tok...tok..tok.
Suara ketukan di luar kamar Kiara.
Kiara yang semula sedang menatap layar ponselnya berharap ada kabar dari Ardan pun berdiri dan melangkah kan kaki nya pergi membukakan pintu.
"Ada apa bi?"Tanya Kiara kepada maid B.
"Nyonya, di luar begitu banyak orang yang berpakaian sama."Ucap maid B tidak mengerti.
"Orang-orang yang berpakaian sama?"Tanya Kiara sedikit tidak mengerti.
"Iya, sebaiknya nyonya keluar dan melihat apa yang mereka lakukan."Ucap maid B sambil sedikit tersenyum.
"Baik lah bi ayo."Ucap Kiara yabg berjalan keluar dari kamar nya menuju ruang tengah Fila.
Benar saja, di sana terlihat begitu banyak karyawan yang berpakaian sama sedang mendekorasi ruang tengah.
"Ma,maaf ada apa ini?"Tanya Kiara kepada mereka.
"I-iya, saya istri nya."Ucap Kiara.
"Ijin mendekorasi ruang tengah ini nyonya, tuan Ardan yang meminta kami mendekorasi ruang tengah dengan tema ulang tahun."Ucap kepala karyawan tersebut.
"Benar kah?"Ucap Kiara dengan mata yang berbinar-binar.
"Iya benar nyonya, kalau begitu kami lanjut bekerja."Ucap kepala karyawan tersebut.
"Ouh iya-iya, silahkan."Ucap Kiara dengan senyum lebar nya.
Saat itu juga Kiara berlari kecil menuju dapur, sementara maid B menyusulnya dari belakang.
"Bi, bibi!"Ucap Kiara mencari keberadaan maid A.
"Iya nyonya!"Jawab maid A yang sedang memasak di dapur Fila.
Grepp (Kiara memeluk erat maid A)
"Nyonya ada apa ini?"Tanya maid A kaget saat Kiara datang dan tiba-tiba memeluk nya.
__ADS_1
"Bi kau benar, ternyata kau benar bi, mas Ardan sengaja seperti itu karena ingin memberikan kejutan di hari ulang tahun ku."Ucap Kiara kepada maid A.
"Benar kah?"Tanya maid A kaget.
"Iya dan sekarang begitu banyak orang yang datang menghiasi ruang tengah Fila dengan tema ulang tahun,dan mereka bilang jika mas Ardan yang menyuruh mereka."Ucap Kiara melepaskan pelukan itu dan terlihat wajah nya yang begitu senang.
"Nyonya,bagus lah, saya benar-benar bahagia melihat kebahagiaan nyonya."Ucap maid A ikut bahagia.
"Terima kasih bi,aku rasanya ingin memeluk kalian sekali lagi!"Ucap Kiara.
Maid B dan maid A pun kembali memeluk Kiara dengan sangat erat.
Mereka terharu melihat Kiara yang begitu senang hari ini.
Namun Kiara tidak kepikiran untuk mengabari hal ini kepada kedua orang tuanya, mungkin karena saat ini dia terlalu bahagia karena setelah sekian lama Ardan cuek dengan nya akhirnya hari ini Ardan memberikan kejutan yang luar biasa.
Sementara itu di sisi lain.
"Tuan Bima, ada apa lagi ini? Mengapa Anda memutuskan kerja sama kita lagi?"Tanya Jafin kepada Bima.
"Kau pikir aku tidak tau? Kau menipu ku, begitu banyak uang perusahaan ku yang kau ambil? Dan kau hambur-hambur kan?"Ucap Bima kepada Jafin.
"Tap-tapi, itu tidak benar!"Ucap Jafin serba salah.
"Bagaimana mungkin tidak benar? aku menemukan bukti ini!"Ucap Bima mengeluarkan secarik kertas yang di ucapkan nya sebagai bukti kejahatan Jafin.
Melihat hal itu Jafin pun berusaha kabur dari ruang kerja nya.
Namun siapa sangka di luar ruangan itu sudah ada polisi yang bersiap untuk menangkap nya.
"Jangan bergerak! Ada sudah kami kepung!"Ucap beberapa polisi menodongkan pistol kepada Jafin.
"Kurang hajar Bima sialan."Batin Jafin yang saat ini sudah mulai kehilangan akal untuk kabur.
"Ba-baik, pak, saya menyerah."Ucap Jafin sambil mengangkat kedua tangan nya.
Sementara itu Bima menyusul keluar dari ruang kerja Jafin.
"Cepat tangkap dia pak,dan masukan dia ke dalam penjara,dia menipu begitu banyak dana yang telah saya berikan untuk proyek."Ucap Bima.
"Baik lah tuan Bima, masalah ini biar kami yang menyelesaikan nya, dan saya harap bapak juga ke kantor kami malam ini untuk memberikan barang bukti itu dan sebuah keterangan."Ucap polisi tersebut.
Sementara polisi sedikit lengah Jafin pun berniat untuk kabur dari sana.
__ADS_1
Bersambung ....