Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh

Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
Episode 49


__ADS_3

Boleh bicara dengan mu sebentar? Siapa tau kita bisa saling membantu."Ucap Alina yang sudah punya pikiran licik tentang apa yang dia lihat di wajah Bima, ya itu wajah kecemburuan yabg luar biasa saat melihat Ardan dan Kiara di dalam restoran.


Bima terlihat berfikir keras dan agak bingung namun ia kemudian menjawab nya.


"Jika ingin bicara, tidak di sini,ayo cari tempat lain."Ucap Bima kepada Alina.


"Aku juga ingin mengatakan seperti itu, ayo."Ucap Alina yabg kemudian masuk ke dalam mobil nya dan melaju.


Sementara itu Bima mengikuti nya dari belakang.


Dua puluh menit kemudian mereka tiba di sebuah restoran kecil yabg saat itu pengunjung nya sedang sepi.


Mereka pun sama-sama turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam restoran tersebut.


Mereka memilih tempat duduk pojok di restoran tersebut dan memesan dua gelas minuman dingin.


"Ayo, sekarang kata kan kepada ku apa yang kau lakukan di sana?"Tanya Alina kepada Bima.


"Sebelum itu,kau juga harus mengatakan kepada ku apa yang kau juga lakukan di sana?"Tanya Bima.


"Lama tidak bertemu, ternyata kau semakin menyebalkan."Canda Alina.


"Kau juga seperti itu bukan?"Balas Bima.


"Ya, seperti nya aku pikir kita sedang mengawasi hal yang sama bukan?"Tanya Alina lagi.


"Iya,aku sedang melihat Ardan dan Kiara."Jawab Bima.


"Sama, aku juga."Jawab Alina.


"Haha,aku tidak menyangka, apa alasan mu melakukan itu?"Tanya Bima kepada Alina.


"Kau seharusnya tau apa alasan nya,aku menyesal meningal kan Ardan,dan aku berniat untuk merebut nya kembali dari perempuan itu, aku yakin Ardan masih mencintai ku. Dan kau? Ada apa dengan mu?"Jawab Alina.


"Aku menyukai Kiara, dan asal kau tau mereka itu menikah karena terpaksa,bukan saling cinta, dan selama ini aku melihat bagaimana Ardan membenci bahkan menyiksa Kiara,aku ingin menyelamatkan nya dari Ardan."Ucap Bima menjelaskan.


"Benar kah? Apa kau berbohong? Tapi aku melihat kemesraan mereka, bagaimana mungkin itu di sebut sebagai perikanan yang terpaksa?"Ucap Alina kaget.


"Itu sekarang,kau belum tau awal nya bagaimana bukan?"Ucap Bima sambil tersenyum miring.

__ADS_1


"Jadi apa alasan mereka menikah?"Tanya Alina penasaran.


"Mungkin sekarang aku belum bisa mengatakan hal ini kepada mu."Ucap Bima ragu.


"Jangan khawatir, siapa tau kita bisa bekerja sama untuk merebut apa yang kita inginkan,aku membantu mu dan kau membantu ku, ini sama-sama menguntungkan bukan?"Tanya Alina membujuk Bima.


"Baik lah, tapi kau harus berjanji kepada ku, jangan mengatakan hal ini kepada siapa pun termasuk Kiara."Ucap Bima dengan bodoh nya.


"Oke aku berjanji."Ucap Alina yakin.


"Sebenarnya Kiara lah penyebab dari kelumpuhan Ardan, karena itu Ardan mengantikan diri mu dengan Kiara untuk membalas dendam karena Kiara telah membuat dia kehilangan mu dan mengalami kelumpuhan."Jelas Bima singat padat dan jelas.


"Apa!"Ucap Alina terkejut.


"Bodoh pelan kan suara mu."Ucap Bima menutup mulut Alina.


"Astaga,maaf aku benar-benar kaget,aku sempat berfikir jika Ardan menikahi Kiara dengan cinta tapi aku tidak menyangka hal yang sebenarnya."Ucap Alina dengan mata yang masih melotot.


"Sudah lah, sekarang kau sudah tau semuanya bukan? Aku harap kita sama-sama bisa saling membantu."Ucap Bima kepada Alina.


"Tentu saja, aku akan membantu, mulai sekarang kita bekerja sama."Ucap Alina mengulur kan tangan nya kepada Bima.


Setelah pertemuan mereka siang itu, Alina dan Bima pun saling bertukar nomer telpon agar bisa saling mengabari.


Malam harinya.


"Jadi Kiara itu adalah wanita yang membuat Ardan menjadi lumpuh? Seperti nya aku masih ada kesempatan,jika Ardan menikahi Kiara karena balas dendam, itu artinya dia tidak benar-benar mencintai nya."Ucap Alina yang kini sedang bolak balik di dalam kamar nya memikirkan sebuah rencana untuk memisahkan Ardan dan Kiara.


Namun tiba-tiba ponsel nya bergetar menandakan ada panggilan masuk.


"Bima, dia menelpon ku."Gumam Alina sambil memegang ponsel itu dan menekan tombol hijau untuk mengangkat panggilan tersebut.


Call on


"Ya ada apa kau menelpon malam-malam seperti ini?"Tanya Alina yang sedang kebingungan memikirkan rencana jahat.


"Sabar dulu,aku hanya ingin bicara,kau jangan emosi."Jawab Bima dari sebrang telpon.


"Ya silahkan katakan apa yang ingin kau katakan."Ucap Alina.

__ADS_1


"Aku hanya ingin bilang, hal yang boleh kita lakukan hanya membuat mereka saling salah paham tapi tidak boleh sampai melukai mereka berdua,kau mengerti?"Ucap Bima.


"Bodoh,aku tau dan mana mungkin aku akan melukai Ardan, sebaiknya kau duluan yabg menjalankan rencana mu, setelah itu baru aku."Ucap Alina.


"Aku setuju."Jawab Bima mengiyakan ucapan Alina.


"Baik, jika begitu,aku tutup dulu telpon nya."Ucap Alina kepada Bima.


"Oke."Jawab Bima.


Alina pun akhirnya mematikan telepon tersebut.


Call off.


Beberapa hari kemudian.


"Sayang, jaga diri mu baik-baik, setelah proyek ku di kota M selesai aku akan segera pulang dan selama aku tidak di Fila kau tidak boleh sering-sering keluar Fila. kau tidak boleh kemana-mana."Ucap Ardan sebelum ia berangkat.


Ya hari ini Ardan pergi ke kota M bersama dengan sekertaris nya, ia bilang untuk urusan proyek.


"Baik lah mas, ingat, jika ada apa-apa, segera kabari aku. Tapi,apa kah kau akan lama di kota M? "Tanya kira mulai menujukkan rasa sedih nya.


"Baik, begitu juga dengan mu, jika ada apa-apa kabari aku sayang, tenang lah hanya satu bulan, aku akan selalu mengabari mu kau tidak perlu cemas."Ucap Ardan yabg sebenarnya juga sangat sedih akan meningal kan Kiara.


"Baik lah."Ucap Kiara mulai menahan air mata yang hampir jatuh.


Ardan pun kembali mencoba untuk menenangkan nya, setelah Kiara sudah tenang ia pun berpamitan dan masuk ke dalam mobil dan kemudian meningal kan Fila.


Karena ia tidak akan tega melihat Kiara menangis.


Entah kenapa hari ini perasaan Kiara cukup tidak enak, setelah Ardan pergi ia pun kembali masuk ke dalam Fila.


Kabar kepergian Ardan pun terdengar di telinga Bima dan Alina, dan mereka pun mengurungkan niat jahat itu sekarang karena Ardan sedang tidak ada di kota ini.


Setengah bulan kepergian Ardan membuat Kiara benar-benar merasa kesepian dan sangat bingung harus melakukan apa-apa sendiri.


Ia pun cukup mematuhi pesan Ardan agar tidak sering keluar dari Fila, dan hanya berjalan sesekali ke rumah mama nya.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2