Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh

Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
Episode 87


__ADS_3

Dua polisi pun langsung menghampiri Alina dan mengari kedua tangan nya.


"Lepas! Lepas kan aku! Ardan tolong aku!"Jerit Alina saat kedua polisi menyeretnya masuk ke dalam mobil.


Sementara dua polisi lain menghampiri Ardan begitu juga orang yang tadi bersama dengan polisi tersebut.


"Maaf kami mungkin terlambat datang."Ucap polisi tersebut.


"Iya, tidak apa pak, terima kasih banyak."Ucap Ardan lagi.


"Berterima kasih lah kepada pak Dion, karena dia lah yang membantu anda."Ucap polisi tersebut.


"Terima kasih banyak."Ucap Ardan kepada Dion sambil mengulurkan tangannya.


"Sama-sama, tadi aku tidak sengaja melihat Alina di sebuah warung,dia terlihat membeli sesuatu yang tentu nya mencurigakan,jadi aku mengikuti nya,dan ternyata benar,dia ingin melakukan kejahatan lagi."Ucap Dion menyambut uluran tangan Ardan sambil menjelaskan.


"Astaga, Alina tidak ada kapok-kapok nya."Ucap Ardan tidak habis fikir.


"Baik tuan, Ardan kalau begitu kami permisi dulu."Ucap polisi tersebut.


"Aku juga masih ada yang ingin aku jelaskan di kantor polisi."Ucap Dion.


"Terima kasih sekali lagi atas bantuan mu."Ucap Ardan kepada Dion.


Dion mengangguk kan kepala nya sambil tersenyum dan kemudian berpamitan kepada Ardan untuk mengikuti polisi yabg membawa Alina tadi ke kantor polisi.


"Akhirnya semua berakhir."Lirih Ardan sambil melihat kepergian Dion dan beberapa polisi.


"Tuan! Tuan muda! maid A!"Ucap maid B yang berlari menghampiri Ardan.


"Astaga, maid A, iya ayo cepat kita bawa dia ke rumah sakit."Ucap Ardan hampir melupakan maid A yabg tertusuk.


Dan akhirnya Ardan Kiara dan maid B pun membawa maid A menuju rumah sakit, sementara itu maid A sudah tidak sadarkan diri.


Tidak butuh waktu lama akhirnya mereka pun tiba di rumah sakit, beberapa suster membantu membawa maid A langsung ke dalam ruangan operasi,agar lebih cepat di tangani.


"Dokter tolong selamatkan dia."Ucap Kiara kepada sang dokter yang akan melakukan operasi maid A.


"Tenang lah kami akan berusaha semaksimal mungkin."Ucap sang dokter yang kemudian masuk ke dalam ruangan Operasi.


Dua jam berlalu, akhirnya dokter pun keluar dari ruang operasi maid A.


"Dokter bagaimana keadaan pembantu saya?"Tanya Ardan berdiri dari duduknya.

__ADS_1


"Operasi berjalan lancar, meskipun ada beberapa kendala tapi akhirnya pasien bisa di selamat kan, untung saja luka nya tidak begitu dalam."Jelas sang dokter terlihat lega berhasil menyelamatkan nyawa pasien nya.


"Syukur lah."Ucap Kiara dan Ardan secara bersamaan.


"Sayang, jangan khawatir lagi,maid A baik-baik saja."Ucap Ardan memegang pundak Kiara.


"Iya mas, aku akan merasa bersalah jika maid A sampai meningal."Tangis Kiara sambil meluk Ardan.


"Bagus lah,aku ikut senang maid A baik-baik saja."Ucap maid B lega.


"Baik lah, kalau begitu saya permisi dulu."Ucap dokter tersebut.


"Baik dokter, terima kasih banyak."Ucap Kiara kepada sang dokter.


Mereka pun menunggu maid A di pindah kan ke ruang rawat, meskipun maid A masih dalam keadaan belum sadarkan diri setidaknya mereka sudah lega karena maid A bisa di selamat kan.


Beberapa hari pun berlalu.


Kini Kiara sudah tenang karena akhirnya musuh mereka sudah berhasil di tahan di kantor polisi.


Sementara itu, maid A sudah sadar tapi masih harus di rawat di rumah sakit, dan maid B lah yang menjaga nya atas permintaan Kiara.


"Sayang apa kau sudah siap?"Tanya Ardan kepada Kiara.


"wahh,kau cantik sekali."Ucap Ardan menatap Kiara dari ujung kaki sampai rambut.


"Hehe, sudah lah, jangan terlalu memuji ayo cepat nanti Rose keburu berngkat."Ucap Kiara kepada Ardan.


"Ya sudah, iya, ayo ke mobil."Ucap Ardan kepada Kiara.


"Ayo."Jawab Kiara terlihat senang.


Mereka pun berjalan keluar dari Fila dsn masuk ke dalam mobil.


Hari ini Rose dan Bima akan pulang ke kota tempat tinggal mereka, Ardan dan Kiara berniat menghampiri mereka di bandara, sekedar mengucapkan salam perpisahan kepada Rose dan Bima.


Bima di bebaskan oleh Dani yang memberikan bukti-bukti kejahatan Alina kepada polisi dan itu membuat Ardan dan Kiara lega akhirnya Bima tidak jadi di penjara.


Ardan menyalakan mesin mobil nya dan kemudian pergi menuju bandara.


Sementara itu di sisi lain.


"Kak, kau kenapa? Mengapa seperti nya kau tidak memiliki mood untuk bicara?"Tanya Bima kepada Rose.

__ADS_1


Bima dan Rose saat ini sedang duduk menunggu pesawat mereka yang sebentar lagi akan berangkat.


"Aku sudah mengirimkan pesan kepada nya, dia bahkan tidak membalas pesan ku."Ucap Rose.


"Dia? Dia siapa?"Tanya Bima kebingungan.


"Eh,em, tidak ada."Ucap Rose kaget karena ia berbicara tanpa sadar Bima yang ada di sebelah nya mendengar ucapan nya.


"Astaga, seperti nya kau menyembunyikan sesuatu dari ku?"Ucap Bima meledek.


"Tidak ada."Jawab Rose dingin.


"Ya,ya, baik lah."Jawab Bima pasrah.


Sementara itu, Ardan dan Kiara baru saja tiba di bandara, setelah memarkir mobil mereka pun bergegas masuk ke dalam bandara dan mencari keberadaan Bima dan Rose.


"Sayang, seperti nya itu mereka."Ucap Ardan kepada Kiara.


"Astaga benar, ayo mas ke sana "Ucap Kiara mengengam erat tangan Ardan dan berjalan menghampiri Bima dan Rose.


"Kak, lihat lah siapa yang datang."Ucap Bima kepada Rose yang masih asik menatap layar ponselnya.


Rose pun menoleh dan melihat Ardan dan juga Kiara yang saat itu sudah berdiri di samping mereka.


"Ardan, Kiara."Ucap Rose berdiri dari duduknya.


"Iya, Rose maaf kan aku ya, sejak hari itu aku tidak bertemu dengan mu lagi dan hari ini aku memutuskan untuk menemui kalian sebelum kalian pergi."Ucap Kiara kepada Rose.


"Tidak apa-apa, aku mengerti kesibukan mu Kiara."Jawab Rose dengan wajah dingin.


"Iya Rose, maaf jika aku belum sempat memberi kabar kepada mu, aku sekarang begitu sibuk menjaga Kiara apalagi dia sedang hamil."Ucap Ardan lagi.


"Apa? Kiara hamil?"Tanya Rose dan Bima Seca bersamaan.


"Iya."Jawab Kiara sambil menunduk malu.


"Aku turut senang,dan selamat untuk mu Ardan kau berhasil menjadi seorang papa, tidak lama lagi."Ucap Bima kepada Ardan.


"Ya,aku harap kalian bisa datang saat Kiara melahirkan nanti."Ucap Ardan lagi.


Namun tepat di saat itu, panggilan dari pesawat yang akan di tumpangi oleh Bima dan Rose pun terdengar jelas, pengumuman itu berisi jika sebentar lagi pesawat akan segera lepas landas menuju kota kediaman Rose dan Bima.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2