Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh

Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
Episode 59


__ADS_3

Malam itu di lalui Kiara dengan begitu sulit, jika malam biasanya terasa baik-baik saja dan cepat bertemu dengan pagi, tapi malam ini, malam ini terasa begitu sulit untuk di lewati, setelah masuk kamar ia bahkan tidak berani keluar lagi, dirinya juga sulit memejamkan mata nya.


Setelah beberapa jam berlalu, Kiara pun akhirnya berhasil memejamkan mata nya, mata indah itu membengkak, kelopak mata yang semabab itu terlihat sedikit memerah.


Pesta malam itu pun berlalu begitu saja,hal yang dibayangkan oleh Kiara tidak sesuai dengan apa yang terjadi.


Bahkan saat ia sudah masuk ke dalam kamar, Ardan sama sekali tidak datang untuk melihat atau menjelaskan apa yang dia inginkan sebenarnya dari perilaku nya itu.


Pagi harinya.


Pesta sudah berakhir, semuanya sudah di bersihkan sejak tadi malam, dan sekarang ruang tengah Fila kembali terlihat seperti sebelumnya.


Sementara itu Ardan sama sekali tidak terlihat di sisi mana pun, entah dia sudah pergi ke kantor atau masih tidur di kamar tamu Fila setelah pulang dari mengantarkan Alina dia berniat masuk ke kamar nya namun Kiara mengunci pintu kamar itu dari dalam dan hasilnya dia tidur di kamar tamu.


Flashback onn


"Ardan kau mau kemana?"Tanya Alina kepada Ardan,saat Ardan ingin menyusul Kiara ke dalam kamar.


"Aku ingin melihat nya."Ucap Ardan yabg sejujurnya tidak tega dengan apa yang di lakukan nya, malah ia juga ikut merasakan sakit.


"Tidak Ardan, jika kau pergi sekarang tamu-tamu akan curiga, nanti saja, kita minum-minum dulu, bukan kah ini yang kau inginkan? Bukan kah dengan begini kau bisa membalas apa yang dia lakukan kepada mu?"Ucap Alina menahan tangan Ardan.


Ardan yabg termakan akan ucapan nya sendiri tidak bisa berbuat banyak selain menuruti apa yang di katakan oleh Alina, hal asil malam itu dia tetap di aula pesta di banding kan mengejar Kiara yabg masuk ke kamar.


Setelah acara itu selesai, Alina lun memaksa Ardan agar mengantar nya pulang.


"Ardan,aku takut jika pulang sendiri, bagaimana jika kau mengantar ku?"Tanya Alina dengan suara yang sengaja di besar kan agar para tamu yang masih belum pulang mendengar nya.


Hal itu membuat Ardan tidak bisa menolak.


Akhirnya Ardan pun dengan terpaksa harus mengantar Alina, dia terjebak akan sandiwara nya sendiri.


Flashback off.


Dua hari kemudian.

__ADS_1


Setelah kejadian malam itu, Kiara tidak lagi bicara dengan Ardan, ia juga bahkan jarang ada di Fila, dalam dua hari ini dia sering keluar dan tidak banyak bicara dengan maid A dan maid B.


Kiara bahkan tidak pernah tersenyum lagi walau sedikit pun, dia juga sangat cuek dan dingin.


Sementara itu Ardan yang berharap Kiara akan jujur tentang perselingkuhan nya dengan Bima pun tidak pernah terwujud, Kiara bahkan tidak pernah bicara soal Bima, hal ini membuat Ardan semakin kebingungan apalagi sekarang Kiara sudah tidak mau bicara atau menatap nya lagi, bahkan Kiara selalu menghindar dari nya.


Hari ini pukul 08:40


Terlihat Kiara yang baru saja keluar dari sebuah gedung, ya gedung yang tidak asing bagi laki-laki dan perempuan yang memiliki kehidupan rumah tangga yang tidak bisa di selesaikan.


Gedung itu adalah gedung pengadilan agama.


Ya seperti nya para reader sudah tau apa jawaban nya.


"Akhirnya selesai juga."Ucap Kiara yang memegang selembar kertas di tangan nya.


Setelah keluar dari gedung itu Kiara pun berniat masuk ke dalam mobil nya.


Namun tampa sengaja dia berpapasan dengan Alina.


Alina yang awal nya berniat melihat bagaimana perkembangan keluarga Kiara dan Ardan apa sudah benar-benar hancur apa belum pun penasaran saat mobil Kiara keluar dari Fila dan ia pun mengikuti Kiara sampai ke gedung itu.


"Hay, bagaimana apa sudah selesai?"Tanya Alina terlihat senang melihat Kiara yabg memegang secarik kertas yang adalah surat penceraian dirinya dan Ardan.


"Tentu, dan aku harap kalian puas."Jawab Kiara singkat dan kemudian masuk ke dalam mobil nya.


"Tentu saja aku puas, sangat puas saat aku bisa merebut apa yang aku inginkan.


"Ya, karena kau begitu murah."Jawab Kiara tersenyum tipis sambil melihat Kalung yang di pakai oleh Alina.


"Kurang hajar, jika aku murah lalu kau apa? Kau itu hanya wanita yang di nikahi untuk mengasuh nya."Ucap Alina emosi.


"Aku tidak punya banyak waktu, permisi."Ucap Kiara kepada Alina.


Kiara tak kuasa untuk berbicara terlalu banyak dengan Alina, karena ia benar-benar membenci Alina dan Ardan setelah malam itu.

__ADS_1


Setelah masuk ke dalam mobil nya Kiara pun menyalakan mesin mobil dan kemudian pergi meninggalkan Alina yang saat itu masih berdiri tegak dengan senyum yang mengembang.


"Seperti nya aku harus memberitahu kan kabar baik ini kepada Bima."Ucap Alina yang kemudian mengambil ponsel nya dan mulai mengirimkan sebuah pesan singkat kepada Bima.


Sementara itu di sisi lain.


"Tuan Bima, aku mohon lepas kan suamiku,aku mohon kepada mu, cabut kembali tuntutan nya aku mohon."Ucap Fany memegang kaki Bima.


Hari ini Fany datang ke kantor Bima untuk memohon agar Bima mencabut kembali tuntutan nya kepada Jafin.


flashback onn


"Pak,ini dia bukti nya."Ucap Bima menyerah kan bukti tentang kejahatan Jafin yang menilap uang proyek nya kepada polisi.


"Baik pak Bima silahkan duduk, kami akan meminta beberapa keterangan dari anda."Ucap polisi tersebut.


"Dengan senang hati pak."Jawab Bima yang kemudian duduk berhadapan dengan polisi tersebut.


Setelah satu jam memberikan keterangan tentang Jafin, Bima pun akhirnya di ijin pulang, sementara itu dari keterangan dan bukti yang di berikan Bima akhirnya Jafin berhasil di jebloskan ke dalam penjara.


Sementara itu Fany menangis memohon agar Jafin memaafkan apa yang telah di lakukan oleh Jafin, namun Bima meningal kan kantor polisi tersebut dan tidak menggubris permohonan Fany.


Flashback off.


Dan pagi ini kembali lagi Fany menemui Bima, ia seperti nya tidak menyerah untuk memohon agar Bima mencabut tuntutan itu.


"Pergilah, aku tidak akan mencabut tuntutan itu."Ucap Bima kukuh dengan pendirian nya.


"Aku mohon tuan Bima, aku mohon!"Ucap Fany dengan air mata yang mengalir deras.


Namun tepat di saat itu sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Bima.


Ting. (Suara pesan masuk.)


Bima meraih ponsel yang berada di dalam saku baju nya dan melihat nya, ternyata itu adalah pesan dari Alina.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2