
Kiara menatap Alina dengan tatapan bingung karena pertanyaan Alina yang seperti nya tidak begitu penting bagi Kiara.
"Apa maksud mu?"Tanya Kiara tidak mengerti.
"Ya, bukan kah kau tau di awal pernikahan kalian, Ardan cukup membenci mu? Apa kau tidak tau apa alasan sebenarnya? Biar aku yang memberi tahu mu, kau itu adalah perempuan yang menabrak mobil nya sehingga membuat Ardan lumpuh dan membuat aku tidak jadi menikah dengan Ardan!"Ucap Alina dengan lantang nya.
Deg ... jantung Kiara seakan berhenti berdetak, mendengar ucapan Alina barusan membuat nya sangat terkejut.
"Tidak, kau pasti berbohong, dia menikahi ku karena kerja sama saja."Jawab Kiara berusaha meyakinkan diri nya bahwa yang di katakan oleh Alina itu salah.
"Benar kah? Menurut mu, mengapa dia sangat membenci mu?"Ucap Alina lagi.
"Pergi dari sini sekarang juga!"Ucap Kiara kepada Alina dengan emosi yang meluap.
"Aku akan pergi, kau tenang saja, aku cukup datang untuk memberi tahu mu informasi ini, permisi!"Alina tersenyum jahat dan berlalu pergi meninggalkan Fila itu.
Sementara Kiara berlari masuk ke kamar nya dengan air mata yang mulai bercucuran.
"Gawat, cepat, cepat telpon tuan muda."Ucap maid A kepada maid B.
"Baik-baik."Ucap maid B bergegas menuju telpon rumah.
"Astaga perempuan jahat itu."Batin maid A khawatir.
Sementara itu Kiara kembali keluar dari kamar dengan tas di tangan nya, ia berjalan keluar dari Fila dengan cepat.
"Taxi."Pangil Kiara.
Kiara masuk ke dalam taxi itu dengan suasana hati yang campur aduk, tidak peduli maid A berteriak memanggil nama nya.
"Kita akan kemana nona?"Tanya sopir taxi tersebut.
"Jalan *** komplek **."Jawab Kiara lagi.
"Baik nona."Ucap sopir taksi tersebut.
Sementara itu, maid B mencoba menghubungi Ardan beberapa kali, tapi tidak di angkat oleh Ardan.
"Astaga, nyona pergi lagi, bagaimana ini,apa tuan muda sudah mengangkat telpon nya?"Tanya maid A kepada maid B.
__ADS_1
"Tuan muda tidak mengangkat telpon ini, mungkin tuan muda sedang miting dengan klien nya."Jawab maid B dengan wajah khawatir.
"Astaga."Keluh maid A.
Sementara itu di sisi lain.
"Bibi,aku ijin keluar sebentar."Ucap Rose kepada bibi nya.
"Baik lah, jangan pulang sampai larut malam Rose."Ucap sang bibi wanti-wanti.
"Baik lah, bibi tenang saja."Ucap Rose yang kemudian masuk ke dalam mobil mama Ulan karena mobil nya masih belum di ambil.
Rose pun menyalakan mesin mobil dan kemudian melaju meninggalkan mansion mama Ulan.
"Aku harus bertemu dengan Gibran,dan mengembalikan jaket ini."Ucap Rose sambil mengemudi mobil.
Jarak dari mansion dan alamat rumah Gibran yang tertara di kartu nama itu seperti nya tidak terlalu jauh menurut Rose.
Sementara itu Kiara juga sedang dalam perjalanan kembali ke rumah mama nya untuk menanyakan apa kah yabg di katakan Alina tadi pagi itu benar atau tidak.
Satu jam perjalanan, Kiara pun akhirnya tiba di rumah mama nya.
"Nona, kembalian nya."Ucap sopir taxi itu.
"Ambil saja."Ucap Kiara yang kemudian menuju gerbang rumah nya.
Sopir taxi itu kebingungan dengan penumpang nya satu ini, karena terlihat sangat buru-buru sekali.
Sementara itu, bertepatan saat Kiara ingin membuka gerbang, Gibran pun lebih dahulu membuka gerbang itu karena dia ingin keluar untuk jalan-jalan.
"Kiara, ada apa? Kapan kau tiba? Dan kau ke sini bersama siapa? Di mana Ardan? Mengapa mata mu sembab?"Ucap Gibran kaget dan melontarkan begitu banyak pertanyaan kepada sang adik.
"Kak,di mana mama dan papa?"Tanya Kiara tidak mempedulikan pertanyaan Gibran tadi.
"Jawab dulu pertanyaan ku, apa yang terjadi dengan mu? Kau menangis?"Ucap Gibran memegang kedua pundak Kiara.
"Tidak kak,aku ingin bertemu papa dan mama,aku mohon menyikir lah."Ucap Kiara mulai mengeluarkan air mata nya kembali.
"Astaga anak ini."Ucap Gibran tidak melepaskan sang adik yang seperti nya sedang memiliki masalah.
__ADS_1
"Cukup, jangan menemui mama dan papa sebelum kau mengatakan apa yang terjadi kepada mu,apa aku ini tidak berarti bagi mu sehingga kau tidak mau bicara dengan ku?"Ucap Gibran mulai marah.
Kiara pun menunduk takut karena amarah dari Gibran.
Namun tepat di jam yang sama, detik yang sama, menit yang sama, mobil Rose pun memasuki jalan itu.
"Tunggu, bukan kah itu Gibran, dan wanita yang ada di depan nya, itu, Kiara?"Batin Rose yang langsung memberhentikan mobilnya jauh dari rumah Gibran.
"Kak, maaf kan aku."Ucap Kiara yang kemudian memeluk Gibran dengan erat nya.
Deg ... Rose yang awal nya bersemangat seketika semua semangat itu hilang lenyap tidak tersisa.
Saat itu lah mungkin terjadi nya kesalahan pahaman Rose kepada Gibran dan Kiara.
"Jadi, jadi wanita yang di bicarakan Gibran selama ini, dia, dia adalah Kiara?"Batin Rose yabg tanpa terasa air matanya mulai menetes secara pelan..
"Jangan menagis, ayo masuk ke dalam, kita bicarakan dan selesai kan masalah mu."Ucap Gibran sambil mencium pucuk rambut sang adik dan kemudian memapah nya masuk ke dalam gerbang tentunya membawa Kiara masuk ke dalam rumah.
Sementara Rose hanya bisa melihat nya dengan perasaan yang hancur lebur karena cemburu.
"Ternyata aku terlalu banyak berharap, sebaiknya aku tidak menemui Gibran, aku tidak boleh mengangu nya lagi, mungkin hari itu Kiara Tidak berbaikan dengan Ardan."Lirih Rose sambil menyeka air matanya.
Rose pun kembali menyala kan mesin mobil dan memutar balik mobil itu kemudian pergi dari sana.
Sementara di dalam rumah keluarga Kiara.
"Loh, Kiara ada apa dengan mu?"Tanya papa Bian menatap Gibran yang membawa Kiara masuk ke dalam rumah.
"Kiara sayang,ada apa nak?"Tanya mama El kaget melihat putri nya menangis.
"Ma, pa, apa benar mas Ardan menikahi ku karena aku lah wanita yang sudah menabrak nya? Dan pernikahan ini di lakukan karena aku harus bertanggung jawab atas perbuatan ku sendiri?"Tanya Kiara kelas papa dan mama nya.
Mendengar hal itu,papa dan mama Kiara saling pandang satu sama lain, mereka akhirnya mendapatkan pertanyaan ini dari Kiara, mereka tau hal ini tidak lagi bisa di sembunyikan oleh mereka, apalagi sekarang Kiara datang dengan air mata yang membasahi pipi mulus nya itu.
"Tunggu, siapa yang mengatakan itu kepada mu?"Tanya Gibran kepada Kiara.
"Alina, dia yang menyatakan nya."Ucap Kiara lagi.
Mereka pun akhirnya memutuskan untuk menceritakan hal yang sebenarnya kepada Kiara.
__ADS_1
Bersambung ....