
Dan ini bukan kesalahan dari Ardan maupun Kiara, tapi salah dari Alina dan Bima yang sangat antusias menghancurkan rumah tangga orang lain.
"Katakan kepada ku, apa yang kau inginkan,aku akan melakukan nya, jika itu membuat mu memaafkan aku, jangan tinggalkan aku lagi,aku mohon Kiara, sudah cukup aku merindukan mu sepanjang hari dan mencari mu siang dan malam,aku hanya mencintai mu, hanya mencintai mu."Ucap Ardan masih dalam kondisi memeluk erat tubuh Kiara istri nya.
Kiara yang ikut sedih atas apa yang telah terjadi di dalam rumah tangga mereka saat ini pun tidak bisa terus berfikir seperti anak kecil, ia juga tidak bisa membohongi dirinya sendiri jika ia sangat mencintai Ardan.
Perlahan tangan nya pun mulai melingkar di tubuh Ardan dan memeluk Ardan dengan berat nya.
"Mas, maaf kan aku."Ucap Kiara lagi.
"Tidak aku lah yang bersalah."Ucap Ardan mengelus lembut rambut Kiara.
"Mas, apa kau berjanji kepada ku? Tidak akan kembali dengan Alina?"Tanya Kiara lagi.
Saat ini hati Kiara pun berhasil di luluh kan oleh Ardan.
"Aku tidak membutuhkan dia, jika aku membutuhkan nya makan aku tidak akan mencari mu sayang."Ucap Ardan melepaskan kan pelukan nya dan memegang kedua pipi Kiara dan menghapus air mata Kiara.
"Lihat lah dirimu, sudah seperti orang sakit saja."Ucap Kiara menatap wajah tampan suaminya namun sangat urakan.
"Itu karena aku tidak bisa hidup tanpa kau di samping ku."Ucap Ardan lagi.
"Hais, jangan merayu ku."Ucap Kiara.
"Kiara, maaf."Ucap Ardan tiba-tiba mengendong Kiara ala bridal style.
"Mas, lepas kan aku, masalah kita masih belum selesai ya mas jangan macam-macam,ini tidak nyaman."Ucap Kiara mulai ngeri.
"Akan ku selesai kan malam ini, dan aku akan menjamin kau tidak akan bisa kabur dari ku lagi."Ardan kembali berubah menjadi menakutkan saat ini.
Ia menaruh pelan tubuh Kiara di atas ranjang dan menindih nya.
"Mas?"Ucap Kiara menatap Ardan dengan tatapan takut.
"Maaf sayang,aku tidak bisa menunggu lagi, kau harus memiliki Beby dari ku, dengan begitu kau tidak akan kabur seperti ini lagi dan membuat aku gila."Ucap Ardan menatap Kiara penuh nafsu.
"Mas tapi aku ... "Ucap Kiara terhenti saat Ardan mulai melahap bibir mungil nya dengan antusias.
Jantung Kiara berdegup kencang, ia tidak tau harus melakukan apa saat ini, mungkin ini adalah malam pertama yang sempat tertunda, tapi di pikiran nya mengapa harus sekarang di saat mereka belum berbaikan secara resmi bagi Kiara.
__ADS_1
Namun menolak pun percuma, Ardan masih suaminya, dan itu juga sudah tidak mungkin untuk di tolak.
"Emphhh!"Leguh Kiara saat merasa kehabisan nafas karena Ardan tidak kunjung melepaskan tautan itu.
"Apa aku bisa memulai nya?"Tanya Ardan setengah berbisik di kuping Kiara.
Hal ini tentu membuat Kiara bergidik ngeri.
"Ap-Apa itu akan, akan sakit?"Tanya Kiara lagi.
"Tenang saja, aku akan melakukan nya dengan pelan."Ucap Ardan kepada Kiara.
Mau menolak lagi tidak mungkin, ini benar-benar tidak mungkin, siapa sangka di saat seperti ini Ardan malah ingin melakukan nya dengan cepat padahal mereka baru saja beberapa menit lalu berbaikan.
"Jawab aku."Lirih Ardan lagi yang menantikan Jawab dari Kiara.
Kiara pun mengumpulkan semua keberanian yang tersisa dan mengangguk pelan.
Melihat reaksi Kiara barusan tentu saja Ardan sangat senang dan akhirnya mereka pun membuka satu persatu pakaian yang mereka gunakan dan melempar nya ke sembarang arah.
Setelah melakukan pemanasan yang lumayan cukup lama, kini tiba lah pada intinya.
Ardan yabg melihat sang istri mengeluarkan air mata pun merasa tidak tega dan mendiamkan nya.
"Apa aku harus membatalkan nya?"Tanya Ardan menatap Kiara.
Kiara hanya bisa menggelengkan kepalanya karena mana mungkin ia tega untuk meminta suaminya tidak melanjutkan permainan itu,itu sangat mustahil.
****
Selanjutnya bayangkan saja dengan imajinasi kalian masing-masing ya author sudah banyak dosa dan tidak sanggup untuk menambah dosa lagi.
Malam itu pun mereka lalui dengan sangat baik dan lancar, seperti nya Kiara sudah melupakan amarah itu ya man teman.
Keesokan harinya.
Kiara masih belum membuka matanya, dia masih tertidur pulas di dalam pelukan Ardan, sementara Ardan, dia sudah bangun dari tadi dan menatap wajah damai istri nya yang sedang tertidur.
"Kau tidak akan bisa kemana-mana lagi."Ucap Ardan sambil mencium kening Kiara.
__ADS_1
"Licik sekali Ardan ini ya, dia melakukan hal itu dengan sekejap agar sang istri tidak kabur lagi."Ucap author yang iri.
Next.
Karena Ardan yang terus menganggu dan membuat nya risih, Kiara pun terbangun.
"Umhh."Leguh nya saat merasakan sakit di seluruh bagian tubuh nya terutama bagian bawah.
"Apa kau baik-baik saja?"Tanya Ardan seolah tidak merasa bersalah atas permainan nya tadi malam.
"Tidak."Jawab Kiara malas.
"Apa kau masih marah?"Tanya Ardan lagi.
"Tidak juga."Jawab Kiara cuek.
"Kau cuek kepada ku? Oh iya, apa ku ingin aku melakukan nya lagi?"Tanya Ardan mengendapkan mata jahil nya.
"Hukuman macam apa itu?"Tanya Kiara mengerut kan kening.
"Jadi jelas kan kepada ku, kemana kau selama dua Minggu, bersembunyi di mana dirimu?"Tanya Ardan.
"Tidak bersembunyi."Jawab Kiara malas.
"Sayang, ayo lah jangan merahasiakan apapun dari ku lagi."Ucap Ardan mengerat kan pelukan nya.
"Awal nya aku tinggal di hotel, tapi Tampa sengaja aku bertemu Rose sepupu mu, yang saat itu membutuhkan seorang asisten,dan aku juga membutuhkan pekerjaan, lalu dia menawarkan pekerjaan itu kepada ku, dan akhirnya aku dan Rose berteman baik, dia memindahkan aku ke sebuah apertemen."Ucap Kiara menceritakan secara singkat namun sangat jelas.
"Begitu kah? Mulai sekarang, jangan pergi dari sini lagi, atau aku akan mati di tangan mama mu,papa mu, dan kakak mu."Ucap Ardan.
"Kakak ku?"Ucap Kiara lagi.
"Ya, Gibran, bukan kah Gibran itu kakak mu? Dia sudah kembali Kiara, saat aku keluar dari rumah mama mu mengunakan mobil ku tanpa sengaja aku berpapasan dengan mobil papa mu dan kaca mobil itu terbukta, saat itu lah aku tau di dalam mobil itu ada Kakak mu."Ucap Ardan lagi.
"Kakak ku sudah kembali?"Ucap Kiara seolah tidak percaya.
Ardan mengganguk kan kepala nya mengiyakan pertanyaan Kiara sambil tersenyum.
Bersambung ....
__ADS_1